Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 101


__ADS_3

Tania tiba di lantai 13 ruangan departemen HRD. Manajer HRD turun tangan sendiri mengurus prosedur kepindahannya sendiri.


Sikapnya benar-benar berbeda dari dulu yang suka merendahkan orang lain!


Tania merasa aneh, apa yang terjadi? Apa dunia terbalik?


Manajer menyerahkan surat pindah kepadanya sambil tersenyum, "Tania, setelah naik jabatan nanti, mohon bantuannya, yah!"


"Hah?"


Tania bingung, ia mengulurkan tangan menerima surat pindah. Melihat posisi barunya dikertas itu, ia tercengang.


Kantor Presdir?


Ia dipindahkan ke kantor Presdir??


Apakah ini nyata? Atau matanya buta?


"Tania!" David menepuk bahunya, "Manajer Jack memintaku memindahkan barangmu kemari. Tadi ingin mengucapkan selamat kepadamu, tetapi kamu sudah pergi. Selamat, ya!"


"Terima kasih... " Tania merespon tanpa sadar, lalu bertanya, "Apakah aku salah lihat? Aku telah dipindahkan ke kantor Presdir?"


"benar, Pak Ryan mengintruksikan langsung." Manajer dengan tulus berkata, "Tania, keberuntunganmu akan tiba. Kedepannya pasti akan di promosikan terus!"


"Hehe.... " Tania tertawa canggung, lalu menarik David pergi.

__ADS_1


"Tania, bagaimana lukamu? Aku lihat lenganmu belum membaik. Lehermu juga masih diperban, apakah masih sakit?" Tanya David mencemaskan nya.


"Sudah baikan, kok. Terima kasih David."


Tania merasa David adalah orang terpolos di perusahaan ini. Ia juga merupakan orang yang layak dipercaya dan layak dijadikan teman.


"Baguslah, tidak apa-apa. Aku bantu pindahkan barangmu keatas. Kamu keluarkan kartu barumu untuk naik lift."


"Iya."


Akhirnya tidak perlu naik tangga, bisa langsung menggunakan kartu sendiri naik kelantai 68.


Tania melihat lift menuju ke atas lantai per lantai. Hatinya ada sebuah kebanggan. Rasanya setiap lift per lantai artinya masa depannya semakin cerah!


Menjadi resepsionis penyambut tamu yang berada di depan lift, lantai 68 kantor Presdir!


Tania tercengang melihat posisi kerjanya sendiri.....


Ia tahu setiap lantai ada sebuah meja resepsionis didepan lift. Tugasnya adalah memastikan identitas dan tujuan tamu, lalu menghubungi rekan kerja terkait untuk menjemput tamunya.


Secara halus seperti sekretaris level bawah, secara kasar seperti satpam lantai 68.


Dan juga sekretaris terendah dikantor Presdir!


"Tania, selamat ya! Aku turun dulu, baik-baiklah bekerja."

__ADS_1


David menepuk bahu Tania, lalu meninggalkan tempat itu sambil tersenyum.


Ia yang polos merasa posisi ini adalah sebuah kebanggaan.


Tania malah merasa lemas, sebenarnya dibandingkan dengan satpam, posisi ini tidak berbeda jauh, hanya perlu berjalan lebih sedikit dibandingkan satpam!


"Tania, selamat ya!"


Sekretaris senior yang berusia 40 tahun bertanggung jawab membina pendatang baru. Namanya Wina.


Nada bicaranya tegas namun ramah. Lalu, ia menjelaskan beberapa hal dasar kepada Tania.


"Nanti aku akan meminta rekan kerja lainnya mengajarkan tugas barumu. Baik-baiklah belajar, lekas naik jabatan!"


"Selain posisimu yang berubah, gajimu yang sebelumnya 16 juta menjadi 36 juta. Setelah masa percobaan selesai, gajimu jadi 50 juta. Masa percobaan selesai dalam sebulan, mulai dihitung dari hari ini... "


"Apa?" Tania seketika terke siap, "Anda bilang, setelah masa percobaan selesai gajiku 50 juta? Aku tidak salah dengar, kan?"


"Tidak kok." Wina tertawa, "Sekarang kamu pendatang baru, kedepannya harus baik-baik belajar, gajimu pasti naik terus. Presdir sangat baik terhadap karyawannya!"


"Baik, baik. Aku pasti akan baik-baik belajar, terima kasih!"


Tania mengepal tangannya, memberi semangat kepada dirinya sendiri. Senyuman di wajahnya seterang matahari diluar.


Di momen ini, ia kepikiran Daniel lagi. Ia tidak merasa iblis itu orang yang brengsek, malahan ia menggemaskan!!

__ADS_1


__ADS_2