Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 184


__ADS_3

Tania berjalan selama setengah jam sebelum tiba di gerbang utama vila. Ada jalur hijau diluar dengan dua baris pohon dikedua sisi, di atas pohon ada lampu jalan menyinari jalannya.


Ia tidak boleh dikendalikan oleh Daniel dan menjadi budak iblis!


"Auhhhh"


Tiba-tiba, di dalam hutan terdengar suara lolongan binatang buas.


Tania menghentikan langkah kakinya, ia berdiri disana dengan ketakutan...


"Auhhhh"


Suara itu terdengar lagi, kali ini suaranya terdengar panjang dan dekat...


Mata Tania terbelalak, jantung berdetak sangat kencang...


Memikirkan ini, tubuhnya berkeringat dingin...


Ia menoleh melihat vila yang tidak jauh, hampir satu kilometer. Masih sempat untuk kembali...


Tania melanjutkan perjalanannya, setelah berjalan beberapa ratus meter, tiba-tiba ia melihat sepasang mata berwarna hijau sedang menatapnya dari hutan yang tak jauh dari dirinya...


Ia membeku seketika, matanya membelalak, ia terdiam melihat kedua mata hijau itu.


Sepasang mata hijau itu tidak menghilang, malahan semakin mendekat...


Dibawah cahaya bulan, seekor binatang berbulu mendekatinya dengan dingin...


Serigala!!!


Tania langsung ketakutan, bulu kuduk nya berdiri tegak, kedua kakinya tidak berhenti gemetaran.

__ADS_1


Ia mundur dengan perlahan, tetapi serigala itu mempercepat langkahnya memancarkan aura pembunuh dingin!


"Tidak, jangan makan aku... " Tania mengerang dengan suara rendah. Mundur beberapa langkah, lalu ia berbalik dan berlari.


Tania menoleh ke belakang, serigala itu berdiri sebentar lalu mengikuti Tania secara perlahan...


Seperti kucing mengejar tikus, binatang itu menunggu Tania kelelahan. Baru langsung menerjang untuk menyantapnya.


Tania berlari mati-matian, ia menangis ketakutan, lalu berteriak panik. "Tolong, tolong... "


Tidak ada orang yang meresponnya. Hanya dengan masuk ke vila Daniel, baru dia akan aman.


Sekarang ia sangat menyesal, sangat menyesal...


Kenapa harus marah dengan Daniel?


Kenapa ia harus lari keluar sendirian di tengah malam?


Bodo amat dengan surat perjanjian itu. Selama bisa menjamin hidupnya, ia bersedia melakukan apa saja, tanda tangan pun tidak masalah.


"Auhhhh" Serigala itu kehilangan kesabaran, dan mulai berlari mengejar Tania.


Serigala itu berlari semakin dekat.


Tania sangat ketakutan, hingga kakinya lemas. 'Brakk' ia terjatuh ketanah...


Disaat ini, di dalam benak Tania hanya ada satu kata yaitu 'Tamatlah'.


Ia pasti mati!


Serigala mengejar Tania, membuka mulutnya lebar-lebar bersiap untuk memakannya.

__ADS_1


Tania memejamkan matanya...


Pada saat ini, cahaya perak melesat dari samping dan mengenai leher serigala.


Serigala itu ambruk dengan jarak tidak sampai setengah meter dari Tania, jatuh ke tanah, tubuhnya bergerak lemah kemudian melompat ke dalam hutan disisinya.


"Jangan makan aku, jangan makan aku... " Tania menangis putus asa dan terbaring di tanah seperti kura-kura.


Di dalam hutan, sepasang mata sedalam laut menatapnya dengan dingin, tatapannya penuh penghinaan.


Setelah beberapa saat, Tania kembali sadar. Ia menoleh dengan gemetaran, serigala itu telah hilang...


Dengan kedua kaki gemetaran, ia berdiri dan berlari menuju vila Daniel.


"Auhhhh"


Dari dalam hutan, sebuah siluet bertubuh tinggi dan tegap meletakkan tangan di mulut. Ia telah mempelajari lolongan serigala.


"Tolong aku, tolong aku... " Tania berteriak dengan gemetar.


Akhirnya ia tiba di gerbang utama vila.


Ia mengetuk gerbang besi dengan putus asa, "Buka pintu, buka pintu, diluar ada serigala... "


Namun tidak ada yang merespon.


Tak jauh dari sana, ada beberapa pengawal. Mereka berdiri seperti patung, sedikitpun tidak bergerak. Pandangan mata mereka tidak berpindah sedikitpun, mereka acuh.


"Kalian kenapa? Cepat biarkan aku masuk!" Tania panik ingin menangis, "Daniel, Daniel, cepat biarkan aku masuk. Diluar ada serigala yang ingin memangsa ku!"


"Bukankah kamu sendiri yang ingin pergi?"

__ADS_1


Sebuah suara santai terdengar.


Tania mencari asal muasal suara itu. Ternyata Daniel sedang duduk di kursi kayu samping hamparan bunga. Ia mengenakan baju tidur, satu tangannya memegang cerutu, satu tangannya memegang gelas anggur. Tampangnya sangat santai dan nyaman.


__ADS_2