
"Tuan, Tuan Daniel. Raven dan Viktor sudah menunggu di luar."
"Biarkan mereka menunggu." ucap Daniel kesal.
"Baik."
****
Entah berapa lama Tania diikat, anggota tubuhnya kaku, dia terus berjuang, pergelangan tangan dan kakinya sakit seperti terbakar dan hampir tercekik oleh kain. Dia menyerah berjuang, dan menyisakan sedikit tenaga.
Di luar sangat sepi, pengawal dan pelayan tahu bahwa Daniel sangat marah. Tak lama kemudian ponsel Tania berdering, panggilan masuk dari Viktor.
Dia menggerakkan lengannya, mencoba menjawab telepon, tapi dia tidak bisa meraihnya. Jadi, dia hanya bisa melihat telepon terputus....
Mulutnya terbungkam dan sama sekali tidak bisa bersuara. Dia berjuang untuk bergerak dan mencoba mengguncang ranjang atau menjatuhkan vas bunga di meja samping ranjang, tapi sia-sia.
Tania merosot di ranjang dengan putus asa sambil melihat langit-langit, emosinya hampir hancur berkeping-keping.
'Tok tok'
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar, lalu Lily mendorong pintu masuk.
"Woo woo... " Tania meminta bantuan, seolah-olah dia melihat malaikat penyelamat.
Lily membuka ikatan kain yang menutupi mulutnya, "Dokter Lily, cepat lepaskan aku." Tania buru-buru meminta bantuan.
"Aku tidak bisa melepaskan mu tanpa perintah Tuan Daniel." Lily memberinya air minum.
__ADS_1
"Dokter Lily, mohon lepaskan aku..."
"Nona Tania, aku sarankan supaya Anda tidak memaksa untuk melarikan diri, Anda tidak bisa melawan Tuan Daniel." Lily dengan lembut menasehati, "Semakin Anda menolak dan ingin melarikan diri, dia semakin tidak akan membiarkan Anda pergi dan juga jika Anda seperti ini, tidak hanya akan menyakiti diri sendiri, tapi juga orang lain."
Setelah mendengar kalimat ini, Tania tercengang dan butuh beberapa saat baginya untuk sadar kembali, "Apa maksudmu? Dia, apa yang telah dia lakukan? Apa yang dia lakukan pada anakku? Apa yang dia lakukan pada Viktor?"
"Nyonya Viktor... "
"Kau benar-benar peduli padanya, ya!"
Di depan pintu, Daniel yang hendak masuk baru saja mendengar kalimat ini dan mencibir dengan wajah muram, "Awalnya aku tidak berencana untuk melakukan apa pun, tapi kamu malah mengingatkanku."
Begitu mengatakannya, dia memerintahkan, "Mobil keluarga Viktor, belum pergi jauh, 'kan? Panggil kembali!"
"Tuan Daniel... "
"Jangan!" Tania berteriak, "Daniel, jangan main-main... "
"Baik." Ryan menundukkan kepala, lalu melaksanakannya.
"Jangan, aku mohon... " Tania memohon dengan cemas, "Hal ini tidak ada hubungan dengannya, jangan sakiti dia, kumohon lepaskan dia... "
"Bagaimana bisa tidak ada hubungannya?" Daniel tersenyum dingin, "Anak itu bukan miliknya?"
"Aku... " Tania tercengang sejenak.
Daniel mengangkat tangannya, Ryan hendak memberi perintah.
__ADS_1
Tania berteriak dengan tergesa-gesa, "Kelak aku akan mendengarkan mu, aku akan menuruti semua keinginanmu. Aku mohon jangan sakiti keluarga dan teman-teman ku, kumohon... "
Setelah mendengar kalimat ini, Daniel memberi isyarat untuk membatalkan perintah tadi.
Seketika, dia berjalan perlahan masuk ke kamar. Lily segera mendorong troli medis menjauhinya.
Daniel menatap Tania yang diikat keranjang dan bertanya dengan dingin, "Dia adalah keluarga atau temanmu?"
"Teman." Tania berseru lalu menambahkan, "Ini adalah kesalahan beberapa tahun yang lalu dan sekarang kami hanya teman biasa... "
Melihat tatapan acuh tak acuh Daniel, ia menambahkan, "Kelak aku akan menjadi milikmu seutuhnya!"
Perkataan Lily barusan, mengingatkannya...
Sejak dia mengenalnya hingga sekarang, dia sangat mengerti jika dia menyinggung nya, maka hanya ada satu jalan yaitu mati atau hidup menderita!
Begitu banyak pengusaha besar yang tidak bisa melawannya, apalagi seseorang yang tidak berdaya seperti dirinya?
Demi menjaga keselamatan anaknya dan tidak melibatkan Viktor, dia harus lebih patuh...
Sebenarnya dia mengerti bahwa saat dia memiliki hasrat yang kuat untuk memiliki dan mengendalikannya, tidak peduli apakah itu cinta atau bukan, tapi selama dia mencoba untuk membebaskan diri, Daniel akan marah dan berniat buruk....
Oleh karena itu, lebih baik menuruti semua keinginannya, mungkin akan ada damai yang sementara!!
"Benarkah?" Daniel membuka ikatan kain di tangan dan kakinya dan mencubit dagunya, "Sekarang, coba buktikan padaku!"
"Hah?" Tania tercengang, "Bagaimana cara membuktikannya?"
__ADS_1
"Seperti ini... "
Daniel tiba-tiba merobek baju tidurnya dan menekannya ke ranjang.