Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 199


__ADS_3

"Ternyata, bibi lebih memiliki otak daripada adik sepupu." Tania tertawa, ia tersenyum sedih dan pahit.


Empat tahun lalu, ia dilukai oleh mereka berdua, hingga kehilangan segalanya. Ia tidak pernah terpikir balas dendam. Sekarang ia lagi-lagi dipersulit oleh mereka.


Intinya, dia terlalu baik hati dan lemah, makanya terus menerus ditindas berulang kali. Tetapi, apa gunanya memikirkan ini sekarang?


Ia harus melindungi anak-anaknya. Demi anaknya, ia bersedia mengorbankan apa pun.


"Seharusnya kamu sudah melihat berita itu, 'kan?" Kety terus menekannya, "Puluhan ribu komentar sedang memakimu, pelakor hina tak tahu malu. Sekarang banyak media dan netizen yang sedang menggali informasi buruk mu.


Kita semua pernah menjadi ibu, aku paham perasaanmu. Kamu tidak peduli dengan dirimu, tetapi anakmu masih kecil. Memangnya kamu tega mereka dimaki sebagai anak haram oleh seluruh dunia?"


"Cukup!!!"


Tania menyela ucapan Kety dengan menggebu-gebu, air mata mengalir dari matanya...


Di momen ini, ia merasa dirinya benar-benar tak berguna. Ia tidak memiliki kemampuan melawan orang licik yang menjebaknya...


Ia tidak punya ruang melawan orang jahat yang mengancamnya. Ia seperti ikan di telenan yang siap disembelih!


"Sudah tidak ada waktu. Hanya dalam waktu satu menit saja, berita akan menyebar dengan cepat dan keburukanmu akan terungkap lebih banyak." Kety mengingatkannya dengan menyeringai.


"Kalau kamu tidak percaya, buka saja jejaring sosialmu sekarang. Sudah ada orang yang mengetahui identitasmu, bahkan identitas ayahmu."

__ADS_1


"Ayahmu adalah pria yang jantan. Pria yang sangat baik. Jika di surga sana, ia juga dicerca orang-orang, bukankah ia mati dengan tidak tenang?"


"Saat dia dalam kritis, kamu sebagai putrinya malah ke bar mencari gigolo, bahkan tidak bertemu dengannya untuk terakhir kali. Sekarang dia sudah mati pun masih harus dihina gara-gara kamu, benar-benar seorang putri tak bertanggung jawab... "


"Cukup... " Tania tidak sanggup mendengar lebih lanjut, "Aku menyanggupi mu, apa pun permintaanmu... " katanya dengan suara gemetar.


Tangannya menggeser layar ponsel mematikan layar berita. Sekarang sudah ada aplikasi yang merekomendasi beritanya secara aktif. Memang benar ada media yang menggali identitasnya, bahkan menggali insiden ayahnya...


Para netizen juga menghina ayahnya di kolom komentar, bahasanya benar-benar tidak mengenakkan.


Setiap kalimat, setiap kata bagaikan pisau yang menusuk hatinya...


Menyebabkan cucuran darah...


Benar yang dikatakan Kety, kehidupan ayahnya lurus dan cerah. Ia orang yang baik hati, belum pernah ada orang yang berkomentar buruk tentangnya.


"Ini baru benar." Kety tersenyum menyeringai, "Hanya orang pintar yang mampu menjadi pahlawan!"


"Ma, jangan banyak omong kosong dengannya." Alisia merebut ponsel dan memerintah nya dengan arogan, "Sekarang juga aku kirim orang untuk membawa Mario dan menjemputmu, kamu bawa kartu keluargamu dan pergi ke biro catatan sipil!"


"Aku tahu." Tania tidak ada jalan lain, hanya bisa mendengarkan perintah mereka.


"Jangan main-main dengan ku." Kety mengingatkannya, "Aku tahu, anak haram itu berada dikampung halaman bibi Juli di Kota Tamara. Kalau kamu berani bermain-main denganku, aku tidak akan sungkan padamu lagi!"

__ADS_1


Tania bergidik, ia tahu bahwa Kety hebat, tetapi ia tidak tahu bahwa akan sehebat ini...


"Segera siapkan dokumen mu, 15 menit lagi turun." perintah Kety.


"Kamu, kamu tahu alamat rumah baruku?" tanya Tania.


"Alamat kampung halaman bibi Juli saja berhasil ku lacak, apalagi alamat rumah barumu?" Kety mencibir, "Anakku memang polos, ia sulit mengatasi mu. Tetapi aku berbeda!"


Dilantai bawah Kety sudah menunggu, secara pribadi Kety membawa pengawal untuk menjemput Tania. Pria Thailand itu duduk di kursi belakang dengan gemetar.


Tania turun ke lantai bawah dan begitu pengawal melihat Tania, mereka langsung mendorongnya kedalam mobil. Tania mendongakkan kepalanya dan melihat Frank, ia tertegun.


Sebentar lagi tiba di biro catatan sipil.


Kety mengenakan kacamata hitam dan cadar. Ia takut dikenali orang-orang, ia masuk dengan pengawal yang membawa Mario dan Tania. Frank dan sopir menunggu didalam mobil.


Saat didalam biro, Kety menahan bahu Tania dengan satu tangan supaya tidak bisa melarikan diri.


Kedua pengawal menahan Mario di kursi, Mario tidak berani bergerak.


"Kalian siapa?" tanya staf yang merasa aneh melihat mereka.


"Aku adalah ibunya, menemani putri dan menantuku melaksanakan prosedur."

__ADS_1


"Silahkan keluarkan dokumennya." staf tidak banyak bertanya lagi, ia melakukan prosedur.


Tania dan Mario mengeluarkan dokumen. Staf itu menerima dokumen dan melihat Tania lekat-lekat, "Wanita utama dalam berita, ya?"


__ADS_2