Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 65


__ADS_3

Tania masih sibuk dengan pikirannya ketika Daniel sudah meninggalkan kamarnya...


Ia bermaksud ingin duduk dan memanggilnya, namun pintu sudah ditutup oleh seorang pelayan wanita.


Tania jatuh tak berdaya diatas ranjang dan berkata dalam hatinya ia harus merawat lukanya dengan baik, setelah sembuh, ia dapat melakukan apa pun dengan mudah.


Daniel kembali ke kamarnya, mengingat Tania barusan yang ketakutan sampai gemetar, membuatnya tersenyum manis.


Perempuan itu bodoh, dan sangat imut!


Malam itu, Tania tidak bisa tidur, bukan karena sakit pada lukanya, tapi otaknya yang tidak berhenti berpikir.


Sesekali memikirkan chip itu, sesekali memikirkan punggung Daniel...


Meskipun kedua hal itu tidak ada kaitannya, namun cukup mengganggu pikirannya.


Ia tertekan, ia hanya berharap masalah ini bisa selesai secepatnya.


Keesokan paginya, ponsel Tania berbunyi, ketiga anaknya menelpon. Tania mengangkat telepon, mengatakan beberapa kalimat untuk menghibur ketiga anaknya, kemudian mencari alasan untuk menutup teleponnya.


Dia tidak ingin orang lain tahu keberadaan ketiga anaknya. Bisnis keluarga Tania begitu besar dan banyak sekali musuh. Begitu berita ini menyebar, musuh-musuhnya akan menggunakan berita ini untuk mempersulitnya dan keluarganya...


Lily membawa perawat masuk ke kamar untuk mengganti perban Tania, saat pintu kamar terbuka, terlihat Daniel yang kebetulan berjalan melewati pintu.

__ADS_1


Setelan jas hitam yang dikenakan memperkuat kepribadiannya yang misterius, postur tubuhnya yang tinggi dan tegap terlihat lebih arogan dibawah sinar matahari pagi.


Dia menelpon sambil berjalan, saat melewati pintu kamar Tania, ia melirik ke dalam kamar.


Tatapan mata mereka bertemu, Daniel tenang dan percaya diri, sedangkan Tania sangat gugup.


Pada akhirnya, Daniel mengalihkan pandangannya dan pergi dengan tergesa-gesa.


Namun sorotan mata Tania terus mengikuti punggungnya, ia ingin mencari tahu apakah Daniel adalah orang itu....


Meskipun punggung mereka sama, namun Tania tetap tidak dapat menyamakan Daniel dengan GIGOLO yang setiap hari melayani wanita kaya.


"Nona Tania, sekarang aku akan mengganti perbanmu, mungkin akan sedikit sakit, mohon ditahan." Lily berkata dengan lembut.


"Umm, baik."


Daniel yang sedang berjalan diatas tangga mendengar teriakan Tania, menghentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya, "Lakukan dengan pelan!!"


"Baik, Tuan Daniel." Pelayan yang menunggu dipintu bergegas masuk untuk melapor.


Lily dan Tania mendengar suara Daniel, Lily buru-buru minta maap, "Maap Nona Tania, apakah kami menyakitimu?"


"Tidak apa-apa.... "

__ADS_1


Perasaan yang bergejolak dihati Tania, sekali lagi membenarkan pikirannya tentang: bos naksir padanya!!


Tania selalu memiliki impian yang indah, yaitu bisa makan sepuasnya sampai mati, tidak perlu susah payah untuk mencari uang.


Ia mengira, ia harus menunggu sampai tua, setelah ketiga anaknya besar dan sukses, ia baru bisa mewujudkan impian ini, tidak disangka sekarang sudah terwujud.


Dua pelayan, dua perawat dan satu dokter merawatnya, buka mulut makanan masuk, tangan terulur pakaian masuk, tidak tergambarkan betapa bahagianya dia.


Selain itu, pelayan keluarga Daniel terlatih dengan baik, sangat pandai membaca kata-kata.


Tania melihat jendela dan langit-langit, dan menghela napas, "Sinar matahari, begitu indah."


Para pelayan langsung membopongnya, duduk di kursi roda dan membawanya menikmati matahari ditaman bunga.


Saat keluar dari kamar, Tania baru bisa benar-benar melihat kemewahan rumah ini.


Meskipun desainnya sederhana, namun sangat sempurna, seluruh desain rumah ini di dominasi oleh warna putih.


Setiap perabot dan dekorasi dirumah ini adalah edisi terbatas yang dirancang oleh desainer terkenal. Lukisan yang tergantung di dinding dan vas-vas di seluruh sudut ruangan semua bernilai tinggi.


Ayah Tania, dulunya adalah orang terkaya di kota Bunaken, sebagai putri yang terlahir di keluarga kaya, ia sudah terbiasa melihat barang-barang bagus dan mahal.


Namun rumah Daniel, seratus kali lipat lebih mewah daripada apa pun yang pernah dilihatnya.

__ADS_1


Saat Tania berjalan keluar dari rumahnya, ia melihat taman bunga dan halaman rumput, yang sama megahnya dengan taman kerajaan, ia terkejut dengan kekayaan Daniel.


Ia tiba-tiba teringat kata-kata Stanley, "Sepertinya kamu sama sekali tidak tahu kekuatan Presdir Daniel..... "


__ADS_2