Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 123


__ADS_3

Selesai makan malam, Tania buru-buru pergi ke bar Downtown untuk mengikuti wawancara, demi mendapatkan sebuah pekerjaan sampingan.


Memikirkan bahwa menjadi penyanyi harus memperhatikan penampilan, Tania secara khusus mengenakan gaun hitam miliknya yang sudah bertahun-tahun tidak ia pakai, juga memoleskan lipstik.


Saat bercermin, dia merasa penampilannya terlalu genit, maka dia pun menghapus lipstiknya.


Kemudian dia memakai sepatu sneakers, dan langsung pergi ke bar naik taksi.


Namun, meskipun dia berpakaian seadanya, saat dia tiba di bar, dia tetap menarik perhatian semua orang.


Bar itu sangat sepi, hanya ada tiga meja yang berisi tamu, serta beberapa staf.


Bar yang awalnya tidak menarik ini berubah menjadi berwarna, berkat kedatangan Tania.


Mata para tamu di tiga meja itu langsung bersinar, berniat maju dan berkenalan dengan tujuan tertentu.


Sementara itu di sebuah meja di sudut ruangan, pemilik bar dengan pelan menepuk-nepuk seorang pemuda yang ada disampingnya. "Mangsa baru sudah datang, kamu pasti menyukainya!"


"Cih, ditempat sepi seperti ini, gadis yang masuk kedalam pandanganku saja tidak ada... "


Sebelum pemuda yang berjaket hitam itu selesai bicara, dia langsung tertegun saat melihat Tania. Tatapan yang awalnya meremehkan segera berubah menjadi rasa terkejut. Matanya membelalak hingga bola matanya hampir keluar.


"Tuan Billy, kamu menyukainya?" Pemilik bar tersenyum jahat, "Aku akan menanyakan nomor teleponnya untukmu."


"Jangan main-main, wanita ini tidak bisa diganggu!" Billy segera mencegah.


"Kamu mengenalnya?" Pemilik bar bertanya dengan penasaran.

__ADS_1


"Bukan hanya kenal... "


Billy menyipitkan matanya, menatap Tania lekat-lekat, matanya memancarkan tatapan yang berbeda.


Billy lebih menyukai penampilan Tania yang sekarang karena terkesan sangat liar, dibandingkan penampilan kemarin yang polos.


"Panggil dia kemari untuk bermain bersama." Kata pemilik bar.


"Sudah kukatakan, wanita ini tidak... bisa... diganggu!!"


Billy mengatakan tiga kata terakhir dengan penekanan, tatapannya juga memberikan peringatan keras.


"Baik, aku mengerti." Pemilik bar menganggukkan kepala berulang kali.


"Bos, penyanyi yang mau melakukan wawancara sudah datang." Seorang pelayan membawa Tania berjalan mendekat.


Saat melihat Billy, Tania langsung menghentikan langkahnya. Ini, bukankah dia... 'GIGOLO PELUNAS HUTANG'?


Billy menoleh dan melihat, dia menatap Tania dengan tatapan yang rumit. Apakah dia mengenal dirinya?


"Kamu... " Melihat wajah tampannya yang terkesan masih sangat muda, Tania berpikir sejenak, baru bereaksi kembali, "Apakah ini sungguh kamu?"


Hati Billy tersentak, apakah dia mengenalinya? Atau dia menganggapnya sebagai kak Daniel?


"Budi?" Tania menyebutkan nama asli 'GIGOLO PELUNAS HUTANG'.


"Ha?" Billy tercengang, apa-apaan ini? Apakah kak Daniel menggunakan nama kampungan seperti itu didepannya?

__ADS_1


"Maaf, mungkin aku salah mengenali orang."


Tania tidak terlalu yakin, hatinya berdebar-debar, sangat tidak tenang.


Namun dalam hati dia berkata, meskipun itu sungguh dia, lebih baik tetap pura-pura tidak kenal, karena mereka sudah putus hubungan sepenuhnya.


"Kamu.... " Pemilik bar menatap Tania sambil tersenyum, "Ingin melamar jadi penyanyi?"


"Ya." Tania mengangguk.


"Alat musik apa yang bisa kamu mainkan?" Pemilik bar bertanya.


"Piano." Tania melirik sekilas kearah panggung. Diatasnya, ada sebuah piano berwarna putih.


"Coba kamu naik dan mainkan sebuah lagu." Pemilik bar menaikan dagunya dan mengarahkannya ke panggung.


"Baik." Tania melirik Billy sekilas, lalu naik keatas panggung. Awalnya dia memainkan musik yang tenang dan halus, kemudian dia memainkan musik dengan level sulit, yaitu musik tema "Pirates of the Carribean."


Seketika, terdengar riuh tepuk tangan diseluruh ruangan. Semua orang yang ada disana bersorak untuknya.


Setelah selesai bermain, Tania membungkuk dan turun dari panggung, lalu berjalan mendekat kedepan pemilik bar, "Apakah saya bisa diterima?"


"Ya, bisa diterima. Tapi, ini bar, bukan restoran kelas atas dengan suasana elegan. Jadi, mungkin kamu perlu bernyanyi sambil main piano. Juga harus memainkan piano dengan tempo yang cepat."


Pemilik bar menjawab sambil tersenyum tipis.


"Tidak masalah, saya bisa memainkan beberapa lagu lagi... "

__ADS_1


"Tidak perlu, kamu bersiap-siaplah. Pukul 9 tepat acara musiknya akan dimulai." Pemilik bar menambahkan,


"Bayaran per jam sebesar 5,6 juta, setiap sesi 2 jam, setiap minggu tampil hari senin, rabu, jumat dan minggu. Menurutmu, bagaimana?"


__ADS_2