Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 122


__ADS_3

"Benar, Kristian bilang saat pulang kerumah, dia mau meminta ayahnya membelikan burung beo untuknya." Carles mengeluarkan sebuah undangan berwarna emas dari tas sekolahnya.


"Ada lagi, Mami. Kristian mengundang kami menghadiri acara ulang tahunnya!"


"Oh... " Tania sedikit terkejut. Sebelumnya, anak-anak dari keluarga ini hampir saja berkelahi. Kenapa sekarang hubungan mereka bagitu baik?


"Mami, sekarang Kristian tidak menindas Carla lagi." Carlos menjelaskan dengan raut wajah serius, "Setiap hari dia membawa berbagai macam makanan yang enak untuk Carla, juga memberikan sayap ayam dan stroberi dari bekal makan siangnya."


"Benar, sekarang Kristian sangat sopan terhadap kami." Carles menunjukan gerakan meninju, "Belakangan ini, dia mencariku untuk belajar cara meninju. Aku mengajarinya beberapa teknik!"


"Mami, apakah aku boleh memaafkan Kristian dan menerimanya jadi temanku?" Carla memiringkan kepala mungilnya dan bertanya dengan polos.


"Tentu saja boleh!" Tania mengangguk sambil tersenyum, "Mengenai pertemanan kalian, biar kalian yang memutuskan. Mami tidak akan ikut campur."


"Kalau begitu, apakah kami boleh menghadiri acara ulang tahun Kristian?" Carles segera bertanya.


"Ini.... " Tania berpikir sejenak kemudian berkata dengan lembut, "Saat acara ulang tahunnya, seharusnya ada keluarganya. Meskipun perselisihan kalian sudah terselesaikan, juga sudah menjalin pertemanan, tapi keluarganya belum tentu berpikir begitu.


Jadi, lebih baik kalian jangan menghadiri acara ini. Kalian bisa mengucapkan selamat ulang tahun padanya saat disekolah."

__ADS_1


"Aku juga berpikir seperti itu." Carlos yang pemikirannya dewasa menganggukkan kepala dan berkata, "Mamanya dan neneknya itu sangat galak. Lebih baik kita tidak pergi kerumahnya."


"Baiklah." Carles cemberut.


Terlihat sedikit sedih, tidak bisa pergi kerumah Kristian untuk menonton transformer.


Sebaliknya, Carla tidak terlalu peduli. Dengan ekspresi serius dia berkata, "Aku menggambar sesuatu, ingin memberikannya kepada Kristian sebagai hadiah ulang tahun. Mami, apakah boleh?"


"Boleh, anak-anak Mami sangat hebat." Tania mengecup ketiga anaknya.


"Mami, Mami adalah wanita. Kelak tidak boleh mengecupku sembarangan lagi." Carles kabur sambil cemberut.


"Ha?" Tania tercengang. Sebelumnya, anak ini selalu cemburu pada Carla, sekarang kenapa berubah seperti ini?


"Hah? Siapa?" Tania bertanya dengan penasaran.


"Guru musik kami yang baru." Bisik Carlos pada Tania.


"Hahaha, benarkah?" Tania tertawa, "Kalau begitu, apa kamu juga?"

__ADS_1


"Tentu saja aku tidak." Carlos menepuk dadanya dan berkata, "Didalam hatiku, hanya ada kata belajar!"


"Hahaha, Carlos anak yang baik." Tania mengelus-ngelus rambutnya dengan penuh kasih.


"Mami, Kristian memberiku ini... " Carla mengeluarkan sebuah gelang dari tas sekolahnya, "Karena aku membantunya memakan stroberi yang tidak dia sukai, jadi dia memberiku sebuah hadiah."


"Ini... " Tania mengerutkan keningnya dan mengambil gelang itu sambil melihatnya, "Carla, lain kali tidak boleh sembarangan menerima dari teman sekolah, mengerti?"


"Ha? Kenapa?" Carla melebarkan matanya dan bertanya penasaran.


"Gelang ini sangat berharga, merupakan pusaka keluarga mereka.... " Tania menjelaskan dengan cara yang bisa diterima anak kecil,


"Intinya, lain kali tidak boleh menerima hadiah seperti ini. Kecuali kalau hadiah itu dari hasil kerajinan tangan kalian sendiri, baru boleh menerimanya. Mengerti?"


"Oh, ya mengerti." Carla mengangguk dan terlihat sedih.


"Bibi Juli, besok merepotkan bibi untuk membawa Carla mengembalikan gelang ini kepada guru mereka. Minta guru untuk mengembalikan nya pada Kristian."


"Baik." Bibi Juli mengangguk sambil memasak.

__ADS_1


Diluar pintu, terdengar suara ketukan dari petugas keamanan. Mengingat mereka untuk segera membayar tagihan listrik dan air. Kalau tidak, aliran listrik akan dimatikan.


Jalur pikiran Tania langsung terputus seketika....


__ADS_2