
Tania merasakan hawa dingin, kemudian hatinya sangat gugup dan cemas....
Stanley, melepaskan Tania. Bergeser ke samping dan menjaga jarak darinya. Seperti sedang menghindari ke salah pahaman.
"Presdir Stanley, tidak apa-apa, kan?" Daniel berjalan perlahan dan menghampirinya.
Di belakang, Ryan sudah mengintruksikan pengawal untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tadi.
"Tidak apa-apa, hanya luka ringan." Kening Stanley dipenuhi keringat, tapi dia masih bisa tersenyum dengan anggun.
"Presdir Satnley seperti pahlawan yang menyelamatkan wanita cantik, sangat mengagumkan." Daniel tersenyum sinis, "Meskipun satpam ku ini wanita biasa saja, tapi sebagai bos disini, aku mewakilinya untuk mengucapkan terima kasih."
Tania mengerutkan keningnya, mengapa kalimat ini terdengar aneh?
"Sama-sama, hanya masalah kecil." Stanley berkata sambil melihat mata Tania, "Aku baru saja mencari kamu, kamu.... "
"Aku ada urusan, dan harus keluar." Meskipun Daniel sopan, tapi dia sangat arogan, "Merepotkan Presdir Stanley, sudah datang jauh-jauh kesini."
"Ouh... " Stanley terdiam, kemudian berkata sambil tersenyum, "Tidak masalah, kapan Presdir Daniel ada waktu? Aku akan datang lagi nanti... "
"Ya." Daniel menanggapi dengan datar, dan berbalik masuk ke dalam mobil.
Stanley tetap di posisinya, dan merasa sangat canggung. Dani berbisik dan berkata, "Presdir Daniel bukannya sudah membuat janji dengan kita?"
__ADS_1
"Tidak usah mempedulikannya, ini merupakan salah satu dari prinsipnya."
Tania yang melihat Stanley mendapatkan perlakuan dingin, hatinya tidak nyaman, "Kita pergi kerumah sakit dulu.... "
"Presdir Satnley!" Di saat yang bersamaan, Ryan menghampirinya dan berkata dengan sopan, "Presdir Daniel hari ini ada masalah yang mendesak, harus pergi untuk mengurusnya terlebih dahulu, mari kita buat janji di lain waktu?"
"Baik, aku akan menghubungimu nanti." Stanley tersenyum dan mengangguk.
"Presdir Stanley terluka? Aku akan utus orang untuk mengantar Anda kerumah sakit." Ryan melambaikan tangan dan memanggil pengawal.
"Tidak apa-apa, aku bisa menanganinya sendiri." Stanley berkata dengan ramah, "Kamu lakukan pekerjaanmu saja, Presdir Daniel sedang menunggumu."
"Itu... "
"Ini..... "Ryan menatap Daniel yang ada di mobil, lalu mengangguk dan berkata, "Boleh!"
"Terima kasih." Tania segera merapat Stanley. Kali ini Stanley tidak menolaknya.
"Apa yang terjadi?" David datang dengan tergesa-gesa, dan tercengang melihat situasi tersebut.
"Barusan ada sebuah kotak jatuh dan hampir menimpaku, Presdir Stanley datang menyelamatkanku." Tania berkata dengan singkat, "Pak Ryan menyuruhku mengantarnya ke rumah sakit. David, kamu bantu aku sampaikan hal ini kepada Manajer Jack, ya?"
"Oke, baik." David mengangguk.
__ADS_1
"Hati-hati jangan sampai menyentuh lengannya." Tania memapah Stanley naik ke mobil.
Kebetulan Rolls Royce Panthom lewat disebelahnya, Stanley mendongak dan melihat ke dalam mobil. Daniel sedang menatap Tania dengan tatapan dingin....
"Dani, kamu yang nyetir, yang lainnya naik mobil belakang."
"Baik."
Bentley putih melaju keluar dari tempat parkir, Dani pun tidak bisa menahan diri dan bertanya kepada Tania, "Nona Tania, lama tidak jumpa, apakah kamu masih ingat denganku?"
"Bagaimana aku lupa." Tania tertawa dan berkata, "Dulu, ketika kau berkencan dengan Stanley, kamu selalu mengikuti kami dari belakang, Stanley memarahimu dan menyebutmu nyamuk."
"Hahaha.... " Dani tertawa.
"Aku kira kamu sudah lupa." Suara Stanley membawa kembali kelembutan masa lalu, dan menatap Tania dengan kasih sayang.
Hati Tania pun bergetar, dia menundukkan kepalanya dan berkata, "Semuanya sudah berlalu.... "
Seketika, suasana berubah menjadi kaku. Dani terbatuk beberapa kali, dia mengemudi dengan serius dan tidak berani berkata lagi.
"Kamu dan Presdir Daniel.... kenal?" Stanley sangat pintar, hanya dengan beberapa kali lihat, dia bisa melihat sikap Daniel yang tidak biasa terhadap Tania.
"Dia, adalah bos ku, bagaimana mungkin aku tidak mengenalnya?" Tania bahkan tidak memikirkan sampai sejauh itu__ __
__ADS_1
"Kamu mencarinya untuk membicarakan bisnis, kan? Jika dilihat dari posisi keluarga Stanley, seharusnya kamu tidak perlu memohon kepada orang, kan? Jika memang melakukan bisnis, itu adalah kesepakatan yang adil, jadi kamu tidak perlu terpengaruh karena tampang menakutkan nya."