Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 162


__ADS_3

"Oh, ya?" Tania mengangkat kepalanya melihat Thomas.


Sebelumnya, dia dan Thomas hanya bertatapan sepintas dan tidak terlalu memperhatikannya.


Setelah dilihat dari dekat, Tania baru teringat.


Hari dimana dia baru datang dari desa ke kota Bunaken, taksi yang dia tumpangi menabrak Rolls Royce Phantom. Saat itu, orang yang duduk disebelah sopir mobil Phantom... Sepertinya Thomas!


Tania menjadi pucat, karena terkejut ketika memikirkannya...


Jika orang yang duduk disebelah sopir adalah Thomas, maka pria yang terluka di kursi belakang dengan tato di pinggangnya pastilah Daniel!!


Waktu itu, saat dia melihat tatonya, dia juga bertanya-tanya, kenapa gigolo bisa naik mobil mahal.


Kemudian dia bertemu dengannya di klub malam, berpikir bahwa mobil itu adalah mobil wanita kaya yang memeliharanya...


Sekarang setelah tersadar, ternyata dirinya benar-benar naif!


Faktanya dari awal hingga akhir, Daniel adalah gigolo, jelas-jelas keduanya sangat mirip, dia benar-benar dipermainkan olehnya...


Tapi dia tidak mengerti, kenapa dia melakukan hal ini?


Tunggu, waktu itu dia bersama ketiga anaknya, apakah Thomas juga melihat anak-anaknya?

__ADS_1


Jika melihatnya, maka....


Semakin Tania memikirkannya, dia semakin panik dan gelisah.


"Mungkin aku salah mengenali orang, maaf!" Thomas berkata sambil menundukkan kepala dan memberi hormat, lalu pergi.


Tania mencoba untuk menenangkan diri sekuat tenaga, meninggalkan ruang presdir dengan tergesa-gesa, pergi ke toilet staf untuk mencuci wajahnya, dan berpikir baik-baik...


Ketika kedua mobil bertabrakan, Thomas hanya melirik nya dari kejauhan, belum tentu melihatnya dengan jelas. Lagipula ketiga anaknya di dalam mobil. Jika saat itu memang dia melihatnya, belum tentu melihat ketiga anaknya.


Selain itu, bahkan jika semua bukti telah menunjukkan bahwa Daniel adalah si gigolo, tapi karena dia belum melihat tatonya, maka belum bisa dipastikan sepenuhnya. Sekarang, karena ia memiliki perasaan padanya, maka tidak sulit untuk memastikannya.


Hal yang perlu dilakukan sekarang adalah menyembunyikan identitas anak-anaknya. Sesegera mungkin memastikan apakah Daniel adalah si gigolo, kemudian membuat langkah selanjutnya. Dan juga harus menyelesaikan masalah pelunasan utang....


Konferensi pers berjalan lancar, dan wartawan media satu persatu mulai pergi. Kemudian media besar dengan antusias menyebarluaskan produk teknologi baru Grup Sky Well. Departemen pemasaran secara resmi memulai penjualan dalam tiga hari ke depan!


Polisi datang untuk merundingkan situasi dan membantu Grup Sky Well menangkap orang yang mencurigakan, serta menemukan identitas penyerang.


Semua penyerang terluka, tidak sadarkan diri, dan dibawa pergi oleh polisi.


Kantor presdir hancur berantakan. Ketika rekan-rekan kantor kembali kelantai 68, mereka semua tercengang.


Wina mengumumkan: "Kali ini kalian telah bekerja dengan baik. Setiap orang akan diberi tambahan gaji tiga bulan dan libur setengah hari untuk membereskan dan membersihkan ruang kerja."

__ADS_1


Mereka semua bersorak gembira.


Terakhir, Wina berkata kepada Tania seorang diri, "Aku telah mengajukan permohonan kepada Presdir Daniel. Mulai senin depan, kamu akan menjadi karyawan tetap, bekerja dengan baik!"


"Terima kasih, Kak Wina!"


Tania sangat gembira, sebenarnya dia tidak melakukan apa-apa, kali ini dia sangat puas menerima hadiah ini.


"Sudah jam pulang kerja, pulanglah ke rumah." Wina menepuk bahunya dan kembali bekerja.


Tania membereskan barang-barangnya dan ketika hendak pergi, dia tiba-tiba melihat Daniel bersama Thomas dan dua pengawalnya berjalan menuju ke lift VIP, kemudian buru-buru mengikutinya...


"Ini lift untuk Presdir, silahkan keluar." Pengawal itu menghela napas.


Thomas mengedipkan mata, dan pengawal itu langsung mundur.


Pada saat ini, pintu lift tertutup. Daniel mengangkat alisnya dan menatap Tania, "Ada apa?"


Tania melirik nya dengan takut-takut, menggigit bibir bawahnya dan berkata dengan lembut, "Aku ingin berbicara denganmu tentang kalung itu."


"Katakan." Daniel bersikap dingin.


"Jadi sebenarnya... " Tania menjelaskan dengan singkat, "Sebenarnya aku menghilangkan gelang Alisia, dan dia meminta ganti rugi. Tapi karena aku tidak mampu, jadi aku hanya bisa menggadaikan kalung itu kepadanya untuk sementara waktu. Kami sepakat bahwa kalung ruby akan dikembalikan setelah aku menemukan gelangnya dan sekarang gelang itu sudah ketemu.... "

__ADS_1


"Apa hubungannya denganku?" Daniel menyelanya, "Yang aku inginkan adalah kalung ruby."


__ADS_2