Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 224


__ADS_3

"Aku tidak tertarik dengan penari telanjang ini."


Daniel mencubit dagunya sambil menatap matanya yang berkilauan, dia tidak bisa menahan hasratnya.


Begitu minum anggur, dia akan menjadi polos dan bernafsu, menawan dan mempesona.


"Santai saja, jangan cemberut terus, bersenang-senang lah... " Tania membelai alisnya.


Daniel meraih tangannya, lalu menariknya dengan cepat, dan melemparkan dirinya ke dalam pelukannya. Posisi seperti ini, dia hanya bisa mendengar detak jantungnya yang kencang...


Daniel tampak sedikit mempesona, dia mengulurkan tangan meremas dagunya, menundukkan kepala menciumnya.


Tiba-tiba seseorang menendang Tania dari belakang.


"Ah!" Tubuh Tania terbentur ke depan, lalu menoleh ke belakang, "Siapa itu!"


"Wanita jalan*, benar-benar kamu."


Tiga wanita paru baya gemuk dengan pengawal berdiri di belakang mereka dengan wajah galak.


Salah satu wanita berambut keriting melihat Daniel dan berkata dengan penuh semangat, "Bukankah ini gigolo legendaris yang kita lihat waktu itu?"


"Sepertinya mereka berdua bersekongkol." wanita lain dengan bibir merah besar segera mengerti. "Waktu itu kalian menipu kami dan menjatuhkan kami, kali ini tidak akan ada ampun untuk kalian!"


"Kenapa melamun saja, cepat!" ucap wanita dengan rok mini ke beberapa pengawal dengan melambaikan tangannya.


"Hei, apa yang ingin kalian lakukan? Ini tempat umum, beraninya kalian membuat onar?" Tania berteriak dengan gugup.


"Biarkan gigolo ini melayani kami bertiga malam ini atau kalian berdua ditendang keluar, kamu pilih." wanita berambut keriting melihat Daniel dengan mata bersinar.


"Ya, jika dia bisa melayani kami bertiga malam ini, kami akan melepaskan kalian!" dua wanita lainnya setuju.

__ADS_1


Tania sangat terkejut, dulu dia tidak tahu bahwa gigolo adalah Daniel. Tapi sekarang, bagaimana dia bisa.....


Daniel mencubit dagu Tania dan mengangkat kepalanya, "Mereka sedang bertanya padamu, katakanlah!"


"Tentu saja tidak!"


Daniel tidak pernah melihat Tania berdiri begitu tegak, meletakkan tangan di pinggulnya, berdiri di hadapan Daniel dan berkata dengan keras, "Ini priaku, dan tidak boleh ada yang menyentuhnya!"


Meskipun dia tahu bahwa perkataannya mungkin hanya akting, Daniel tetap mengangkat sudut bibirnya dengan puas. Hatinya seperti bunga yang bermekaran, kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan.


"Wanita jalan*, cari mati?" wanita berambut keriting itu menunjuk Tania dengan marah.


Kedua pengawal dengan garang segera maju.


Tania buru-buru masuk kepelukan Daniel.


Mulut Daniel muncul cibiran menghina dan hendak memulai...


Pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara. Tania mendongak dan melihat bahwa itu adalah Garcia.


"Apakah suami kalian tahu bahwa kalian bertengkar di klub malam demi memperebutkan gigolo?"


"Nona Garcia, kamu, kenapa kamu disini?" ketiga wanita itu langsung panik, "Ini salah paham, wanita ini baru saja menabrak ku. Itu sebabnya kami... "


"Tania ini adalah temanku." Garcia melirik Tania, "Jika kalian mempersulit nya, itu sama saja mempersulit ku juga."


Ketiga wanita itu tertegun sejenak, "Maaf, kami tidak tahu wanita itu temanmu. Kami akan segera pergi."


Setelah itu ketiga wanita itu pergi, seolah-olah mereka sedang melarikan diri.


Tania cemberut, tanpa diapun, Daniel dapat dengan mudah membereskan orang-orang ini.

__ADS_1


Garcia melihat Daniel dari atas sampai bawah dan sudut bibirnya membentuk lengkungan mengejek, "Tania, tidak disangka kamu bersantai dengan cara yang anggun seperti ini."


"Ini tidak ada hubungannya denganmu, kan?" Tania menjawab dengan dingin, menarik Daniel hendak pergi.


Garcia tiba-tiba berkata, "Stanley ingin bertemu denganmu!"


Tania tiba-tiba panik, gawat, mengatakan hal ini di hadapan Daniel, apakah dia akan salah paham?


"Dia ada didalam ruangan." Garcia mendekat. "Hanya bertemu teman lama, apa yang kamu takutkan?"


"Tidak perlu." Tania menjawab dingin.


"Apa kamu takut karena sedang menjadi pencuri?" Garcia dengan sengaja memprovokasi nya, "Atau apa kamu takut temanmu ini akan mengetahui sesuatu?"


"Kamu... "


"Presdir Stanley sangat ingin bertemu denganmu, temui saja dia." Daniel tiba-tiba berbicara.


Tania panik, mungkin Daniel ingin tahu apa yang akan dilakukan Stanley.


"Ternyata temanmu ini memiliki tatakrama juga." Garcia tersenyum kecil, "Silahkan lewat sini!"


Tania sangat enggan, tapi Daniel memegang pundaknya, memperlihatkan keakraban.


Garcia melirik nya dan mencibir, "Jika kakakku tahu bahwa kamu masih memiliki hobi seperti ini, aku khawatir dia akan terkejut."


"Jika dia tahu kamu berhubungan dengan Stanley, dia juga pasti akan terkejut." Tania membalas setiap ucapannya.


Garcia sedikit terkejut, "Apa yang kamu bicarakan? Stanley dan aku hanya berteman. Suasana hatinya tidak baik, dia tertekan dan depresi. Apa yang salah jika aku menghiburnya sebagai teman?"


"Menghibur dengan cara menggodanya?" Tania mengangkat alis dan mencibir nya.

__ADS_1


__ADS_2