
Ketika Tania hendak menceritakan tentang Grup Smith kepada Daniel, tiba-tiba sebuah pesan muncul diponselnya: "Aku menunggumu di aula belakang! Stanley!"
Hatinya tiba-tiba menjadi kacau saat melihat pesan tersebut__
Bagaimana Stanley mengetahui nomor ponselnya? Dan juga mengirimnya pesan? Apakah ada penipu yang mengatas namakan Stanley?
Tania melihat kembali ke meja mereka. Frank, Kety dan Alisia sedang makan bersama, tapi Stanley tidak ada disana.
Pesan itu dikirim dari nomor telepon Stanley yang tidak berubah selama ini. Jadi seharusnya itu benar adalah Stanley.
Namun, dia tidak ingin berhubungan lagi dengannya.
Kemudian Tania menjawab, "Jika ada hal yang ingin disampaikan bisa lewat pesan saja, sekarang kita berdua tidak pantas bertemu secara langsung!"
"Aku ingin bicara denganmu secara langsung, hanya lima menit saja. Aku ada dipintu keluar sebelah kanan, aku akan menunggumu!!"
Tania sangat bingung dengan isi pesan ini. Dia teringat akan masa lalu ketika dia bertengkar dengan Stanley. Dia berkata akan menunggunya di depan rumah, tidak akan pergi jika tidak bertemu dengannya.
Tania tidak menemuinya karena kesal. Malam itu hujan deras, Tania pikir dia telah pergi, tapi ternyata dia kehujanan sepanjang malam. Keesokan harinya dia flu, demam dan juga radang paru-paru. Dia terbaring dirumah sakit sebulan lamanya...
Tania tidak bisa duduk diam saat terpikir hal ini, kemudian meletakkan peralatan makan, dan berkata kepada Daniel, "Aku ke toilet sebentar."
__ADS_1
"Ok." Daniel melirik ponsel Tania dan ada cahaya kompleks melintas dimatanya.
Lily menopang Tania keluar.
Saat keluar dari pintu keluar sebelah kanan, Tania melihat sekilas Stanley, dia merokok diujung koridor. Sosok putih yang kesepian dalam sunyi.
Ketika Stanley melihat Lily disampingnya, dia menundukkan kepala dan berjalan ke toilet disebelahnya.
"Tunggu aku disini." Tania memberitahu Lily.
"Ok." Lily menunggu diluar toilet.
Tania berjalan ketoilet perempuan dan ketika hendak mengirim pesan kepada Stanley, tiba-tiba sosok putih melintas dicermin dan segera memeluknya dari belakang....
"Tenang saja, aku sudah memeriksanya, tidak ada seorang pun disini." Stanley berbisik sambil memeluknya.
Tania spontan mundur dan meletakkan tangan di dadanya, mengambil posisi bertahan: "Tuan Stanley, tolong jaga sikap Anda!"
"Tania, kenapa kamu menentang ku seperti ini?" Stanley sangat sedih, "Apakah kamu sungguh sudah bersama Daniel?"
"Apa urusanmu?" Tania mengerutkan kening, "Kamu sudah menikah sekarang, tolong sadar diri."
__ADS_1
"Aku sangat menyesal... " Stanley menundukkan kepala, kemudian berkata dengan marah, "Apa yang terjadi saat itu adalah kesalahan, aku tidak melindungimu dengan benar, jika kamu memberiku kesempatan lagi, kita bisa mulai dari awal."
"Apakah kamu sadar akan perkataanmu?"
Mata Tania terbelalak karena kaget, tidak menyangka Stanley akan mengatakan seperti itu.....
Meskipun yang terjadi saat itu adalah kesalahan, bagaimanapun dia sekarang adalah seorang suami dan ayah, jadi dia harus tahu batasan.
Tania sungguh kecewa padanya!
"Tania.... "
"Tuan Stanley." Tania menyela dan bertanya dengan serius, "Apakah ini yang ingin Anda katakan?"
"Mengapa kamu begitu dingin padaku?" Stanley menolak untuk menerima kenyataan.
"Aku tidak ingin berhubungan dengan pria yang sudah menikah." Tania mengerutkan kening, "Jika tidak ada hal lain, aku pergi dulu."
Setelah mengatakannya dia berbalik badan kemudian pergi...
"Kamu akan menyesal telah bersama Daniel." Kata Stanley tiba-tiba.
__ADS_1
Tania menghentikan langkahnya dan berbalik untuk bertanya kepadanya, "Kenapa?"
"Karena.... " Stanley hendak berbicara tapi tiba-tiba terdengar suara bising diluar, "Kenapa kami tidak di perbolehkan masuk? Aku sedang mencari suamiku." Itu suara Alisia.