Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 174


__ADS_3

"Lebih baik kita jadi teman biasa." Tania langsung menepis pemikirannya.


"Kenapa?" Stanley mengernyitkan kening, "Apakah karena Presdir Daniel?"


"Tidak ada hubungan dengannya." Tania tersenyum tak berdaya, "Kesalahan masa lalu tak perlu dipikirkan lagi, lebih baik hidup melihat ke depan."


Stanley mengeratkan kepalan tangannya, ia diam tak berbicara.


"Telepon aku setelah kamu mendapatkan kalung itu." Tania berdiri ingin meninggalkannya, "Aku pergi dulu, jaga dirimu!"


"Kamu tidak mencurigai kematian ayahmu?" Stanley tiba-tiba berseru dengan suara rendah.


Langkah kaki Tania terhenti, ia kembali duduk, "Stanley, apakah kamu tahu siapa pelakunya?"


"Seharusnya kamu tanyakan kepada Daniel." Jawab Stanley dengan suara rendah.


"Apa maksudmu?" Tania tanya balik sembari mengernyitkan kening, "Maksudmu, kematian ayahku ada hubungannya dengan Daniel?"


Tatapan Stanley ruwet, ia diam seketika. Lalu ia mengalihkan topik, "Sudahlah, hidupmu sudah damai, aku tidak berharap kamu dalam bahaya lagi."

__ADS_1


"Beneran ada hubungan dengannya?" Mata Tania terbelalak tak percaya, "Tidak mungkin, tidak mungkin.... "


"Kamu begitu mempercayainya?" Tania gelisah, "Apa yang kamu ketahui? Cepat beritahu aku."


Stanley ragu sejenak, lalu bicara dengan suara rendah, "Waktu itu Grup Wallance milik Presdir Daniel memaksa mengakuisisi Grup Smith, menyebabkan Grup Smith bangkrut dalam 3 hari, makanya ayahmu... "


"Apa?"


Suara geledek menyambar otak Tania seketika.


Ia teringat di hari pertama wawancara di Grup Sky Well, ia bertemu dengan seorang pria berlumuran minyak.


Di momen itu, ia teringat ayahnya. Sekarang dipikir-pikir, apa mungkin ayahnya juga mengalami kejadian yang sama dengan Manajer Hotten?


"Awalnya aku tidak ingin memberitahumu, karena semua sudah terjadi. Tidak bisa merubahnya. Apalagi, jika kamu mengetahui kebenarannya, itu akan membahayakan mu. Tetapi, melihat hubunganmu semakin dekat dengan Daniel. Aku merasa, lebih baik aku mengingatkanmu."


"Aku harus menyelidikinya." Tania mengepal tangannya erat, "Jika ayahku dicelakai orang lain, aku harus balas dendam untuknya." Ungkap Tania dengan menggebu-gebu.


"Balas dendam?" Stanley lekas menggenggam tangan Tania, "Tania, kekuatan keluarga Daniel jauh lebih dari yang kamu bayangkan. Lebih baik jangan ada niat balas dendam. Kamu hanya perlu menjaga jarak dengan Daniel saja."

__ADS_1


"Aku punya perhitungan sendiri." Tania menarik tangannya, lalu mendongak melihat Stanley, "Stanley, aku tanya kamu. Apakah Frank dan Kety ada hubungannya dengan kematian ayahku?"


".... " Stanley tercengang, "Kenapa kamu menanyakan ini?"


"Aku baru tahu bahwa sekalipun perusahaan ayahku bangkrut, tetapi aset pribadinya tidak di sita. Tetapi Marshel dan para pemegang saham lain bilang aset pribadi ayahku telah dilikuidasi. Lalu, Frank dan istrinya menghindari ku... "


Setelah mengatakan ini, Tania menatap Stanley dalam-dalam, "Kamu tahu hal ini, kan?"


"Aku tidak tahu." Stanley tampak bingung, "Aku tidak tahu banyak tentang keluarga Kety."


"Kalau begitu, apa kamu bisa memberitahuku, kenapa kamu bisa menikah dengan Alisia waktu itu?"


Tania merasa seharusnya kejadian itu berada dalam rencana ibu dan anak itu.


"Aku... " Stanley ragu-ragu sejenak, lalu menundukkan kepala dan berbicara, "Malam itu, berita tentang kamu ke bar tersebar, aku kacau sekali, jadi mabuk dan melakukan kesalahan bodoh... "


Setelah jeda beberapa waktu, ia menarik napas panjang, "Awalnya aku ingin memberi uang sebagai kompensasi, tetapi sebulan kemudian, Alisia hamil. Mereka langsung menemui orang tuaku.


Saat itu, berita tentang keluargamu sangat menggemparkan, bahkan keluargaku merasakan dampaknya. Orang tuaku sangat murka, jadi mereka ingin aku cepat menikah, agar dapat menenangkan skandal, oleh karena itu... "

__ADS_1


__ADS_2