Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 113


__ADS_3

Yuni berdiri mengeluarkan ponsel untuk menelpon, "Halo, semuanya sudah siap? Segera masuklah."


"Bodoh, tentu saja ruangan terbengkalai itu."


"Berhenti bicara, cepatlah kemari!"


Disaat yang sama.


'GIGOLO PELUNAS HUTANG' tidak menemukan Tania ditoilet. Ia pergi ke ruang VIP disamping, tetap tidak menemukannya.


Ia segera menelpon Tania, tapi tidak dapat tersambung.


Ia lalu mengecilkan suara musik di ruangan dan bertanya kepada rekan kerja lain, "Apakah kalian melihat Tania?"


"Tidak ada.... " Seru satu persatu menggelengkan kepala, "Apakah dia ke toilet?"


"Tidak ada, aku sudah mencarinya." GIGOLO PELUNAS HUTANG mengernyitkan kening, "Tadi yang memapah Tania ke toilet, siapa namanya?"


"Aku tidak tahu.... " Para rekan kerja bingung.


"Yuni!" Di momen ini Ely keluar dari toilet, "Aku melihat Yuni memapah Tania keluar. Tapi kenapa? Apa mereka belum kembali?"


"Cepat telepon dia... " GIGOLO PELUNAS HUTANG mendesaknya, "Cepatlah sedikit!"


"Oh." Ely bergegas menelpon Yuni dan mengaktifkan pengeras suara, tetapi telepon tidak dapat tersambung.


"Atau karena sinyal disini tidak bagus?" Rekan kerja lain tidak peduli, "Yuni orang yang bisa diandalkan, mungkin sebentar lagi ia akan kembali bersama Tania."

__ADS_1


"Benar, benar. Seharusnya Tania tadi tidak terlalu banyak minum. Yuni membawanya keluar untuk menghirup udara segar. Sebentar lagi juga kembali, kamu jangan cemas."


"Yuni ini orang seperti apa?" GIGOLO PELUNAS HUTANG masih saja cemas. "Apakah dia karyawan baru? Bagaimana hubungan Tania dengan dia biasanya?"


"Yuni sudah bekerja dua tahun. Ia termasuk karyawan lama departemen administrasi. Diantara kami semua, dia yang paling dekat dengan Tania."


Tiba-tiba ponselnya berdering. Daniel menelponnya. Ia lalu keluar mengangkat telepon, "Halo!"


"Kamu membawa dia ke bar?"


"Rekan kerjanya yang membujuk. Ia menyuruhku traktir."


"Sembarangan!" Gumam Daniel dingin, "Cepat, segera keluar dari sana!"


"Hah? Kamu sudah mau kemari?" GIGOLO PELUNAS HUTANG agak kecewa, "Biarkan aku berakting sampai selesai dulu dong... "


"Ok, ok. Aku cari pacarmu dulu. Nanti aku telepon kamu."


"Apa? Dia dimana?"


"Ia minum banyak, lalu di bawa rekan kerja wanita lainnya keluar. Sekarang mereka berdua tidak bisa dihubungi... "


"Billy, jika terjadi sesuatu dengannya, tamatlah riwayatmu!"


Didalam ruangan terbengkalai yang remang, tiga gengster berkemeja bunga masuk sambil mengomel.


"Tempat buruk ini sungguh sulit ditemukan."

__ADS_1


"Benar sekali, aku saja tidak tahu ternyata ada ruangan terbengkalai!"


"Jangan banyak bicara, cepatlah kemari." Yuni mendesak mereka.


"Sudah dibayar sedikit, malah disuruh-suruh.... "


Ucapan pria itu belum selesai, ia sudah tercengang dulu. Melihat wanita terbaring diatas sofa, mereka melongo.


"Ini adalah santapan kami malam ini? Cantik juga!!"


Diatas sofa, Tania yang mantelnya telah dilucuti sedang menggeliat seksi dan menggoda. Wajahnya yang indah, bahkan lebih menawan dibawah cahaya redup.


Ketiga orang itu antusias hingga meneteskan air liur.


"Badan ini, kecantikan ini, benar-benar jauh lebih indah dari pada wanita-wanita diluar sana."


"Aku kira kita akan meniduri ibu-ibu, makanya aku agak enggan."


"Seharusnya kamu bilang dari awal dong. Jika tahu wanita seseksi ini, kami pasti akan datang lebih awal."


Mereka bertiga berbicara sambil melepaskan celana.


"Disini sangat tenang, tidak ada yang mengganggu. Dan juga tidak akan ada yang tahu!"


Yuni melemparkan segepok uang kepada mereka, menyeringai dengan suram...


"Bermainlah sepuasnya! Kalian harus melayani wanita cantik ini dengan baik!"

__ADS_1


__ADS_2