Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 27


__ADS_3

Tania berbaring ditanah seperti katak, telapak tangan dan lututnya sakit.


Dibelakangnya ada mobil Aston Martin yang melaju kencang menembus angin dingin.


Tania menggigil kedinginan dan merasa malu, kemudian bangkit dan mendapati dirinya berada di jalan layang yang kosong.......


Dan baterai HP nya pun habis.


Dia sungguh ingin menangis dan hampir pingsan.


Kenapa semua pria itu, hidung belang!


Demikian hal nya dengan bos nya yang ditemui pada siang hari, dan gigolo pada malam hari...


Mobil yang berlalu lalang dijalan layang, tidak ada satu pun yang melambat.


Setelah merasakan angin dingin selama sejam, akhirnya dia menemukan taksi.


Malamnya, Tania flu berat dan dia tidur sangat nyenyak. Bahkan bunyi jam alarm pun tidak dia dengar.


Pagi hari bibi Juli membangunkannya, Tania merasa masih tidak enak badan, tapi tetap berusaha menyeret tubuhnya yang terasa berat untuk cuci muka.


Bibi Juli segera membuatkannya teh jahe, setelah tahu bahwa dia flu. Carlos pergi ke lemari obat mencari obat flu dan membawa air hangat, "Mami, setelah sarapan minum obat, ya."


"Anak yang baik!" Tania menutupi hidungnya dengan tisu.


"Hari ini, Mami bangun kesiangan, nanti nenek antar kalian naik bus kesekolah."


"Tenang saja Mami, aku akan menjaga adik-adik dengan baik."


Wajah kecilnya yang penuh tanggung jawab membuatnya terlihat seperti orang dewasa.


"Mami jangan pergi kerja, izin sakit saja."

__ADS_1


Carla sangat sedih kemudian mengulurkan tangannya yang kecil dan lucu menyeka hidung Tania.


"Mami jangan khawatir, setelah minum obat pasti sembuh."


Tania meminum air terus,karena tenggorokannya yang sakit.


"Aku tuangkan air untuk Mami."


Setelah Tania selesai minum, dia tuangkan air lagi.


"Mami, ini obat flu yang sudah aku siapkan, bawa kekantor saja."


Carlos mengemas obat flu dalam kotak kecil, kemudian memasukannya ke dalam tas Tania.


"Terimakasih, nak."


Tania sangat bangga melihat anaknya yang baru berusia 3 tahun, tapi sudah sangat pengertian.


Pada saat itu, tiba-tiba dia sadar tidak melihat Carles, kemudian buru-buru bertanya, "Carles, mana?"


Carles berdiri diatas kursi kecil, menatap tajam Roxy yang ada di dalam sangkar, tangannya memegang tongkat kayu kecil, tidak tahu apa yang akan dilakukannya.


Roxy berdiri terpatung di dalam sangkar, matanya berkedut, lehernya tercekik, kemudian buang air besar dengan sekuat tenaga.


"Semalam aku bangun dua kali untuk melihat apakah Roxy sudah buang air besar, pagi ini lihat lagi." Bibi Juli tersenyum dan berkata,


"Dia mungkin ingin menunggu Roxy mengeluarkan emas!"


"Sekarang aku mulai percaya pada Carles.... " Carlos mengerutkan kening dengan tatapan serius.


"Mungkin ceritanya benar."


"Carles, cepat sarapan." Bibi Juli memanggil.

__ADS_1


"Mami, Roxy sudah buang air besar." Ucap Carles yang berlaRI dengan tergesa-gesa.


"Ada emas, tidak?" Carla buru-buru bertanya.


"Tidak ada, aku sudah memeriksanya dengan tongkat kecil, mungkin lain kali akan ada." Jawab Carles yg penuh dengan harapan.


Kemudian dia berkata kepada bibi Juli dengan serius.


"Nenek, hari ini tolong bantu aku lihat, apakah Roxy mengeluarkan emas."


"Iya, iya. Nenek bantu kamu kalau dia mengeluarkan emas, pasti akan kusimpan untukmu!" Bibi Juli tersenyum sambil berkata, "Sudahlah, cepat sarapan."


Selesai sarapan, bibi Juli pergi mengantar Carlos, Carles, dan Carla. Tania buru-buru naik taksi kekantor.


Dia bersin terus menerus didalam taksi, keadaannya tidak baik.


Mengingat kejadian buruk kemarin, dia menggertakkan giginya dengan marah, mengutuk Daniel dan gigolo itu didalam hatinya, semoga mereka selalu sial!


****


Daniel bersin dua kali didalam mobil Rolls Royce miliknya, wajah Tania terlintas di benaknya. Sialan, mungkinkah aku tertular wanita sial itu?


"Pak Presdir." Ryan melapor.


"Hasil investigasi Thomas sudah keluar."


"Katakan!" Mata Daniel masih tertuju pada dokumen itu.


"Black phanter menyerahkan chip kepada seorang anak di Mall Central Park." Ryan mengerutkan kening sambil berkata,


"Jika di lihat dari CCTV, anak itu terlihat seperti baru berusia tiga atau empat tahun..... "


"Cari anak itu diseluruh kota!"

__ADS_1


"Baik!!"


__ADS_2