
"Karena kamu banyak ikut campur!" Daniel menatapnya dengan dingin.
"Aku... " Stanley tercengang, ia buru-buru menjelaskan, "Aku mengantarkan kalung, karena istriku melakukan kesalahan. Tidak ada hubungannya dengan orang lain."
"Jadi maksudmu, kamu melakukannya bukan demi dia?" Daniel menunjuk Tania.
"Bukan!" Stanley menundukkan kepala, tidak berani menatap Tania.
Tania mengernyitkan kening, hatinya tidak senang dan merasa sedikit kecewa.
Meskipun Tania tahu, Stanley melakukan itu untuk melindungi dirinya sendiri, tetapi melihat ia merendahkan diri, perasaannya ruwet...
"Kalau begitu menurutmu, apakah kebangkrutan Grup Smith ada hubungannya denganku?" Tanya Daniel langsung.
Stanley tercengang, ekspresinya berubah!
"Bukan dia yang bilang!" Tania buru-buru menjelaskan, "Itu tidak ada hubungannya dengannya... "
"Bicaralah!" Teriak Daniel marah.
Bulu kuduk Stanley bergidik, "Aku... aku... aku tidak tahu... " Jawab Stanley dengan cepat.
Daniel tidak bicara apa-apa, hanya menatap Stanley dingin.
"Kamu ini sedang apa?" Tania bergegas membela Stanley, "Untuk apa melibatkan orang lain dalam masalah kita berdua?"
"Benar sekali katamu!" Sikap Daniel tiba-tiba berubah, ia malah tersenyum, "Presdir Stanley, tidak perlu takut, aku hanya bertanya."
__ADS_1
Stanley mengernyitkan kening, ia dan Tania sama-sama tidak tahu maksud Daniel.
"Hanya sebuah kalung seharga 200 Milyar pun harus merepotkanmu datang sendiri kemari?"
Daniel mengambil kalung ruby dan melemparkannya ke hadapan Stanley, seolah memberi hadiah kepada pengemis, "Anggap saja aku berinvestasi, ambil kalung ini dan lanjutkan proyekmu."
"Maksud Anda... " Ekspresi Stanley penuh kebingungan, "Proyek ini bisa dilanjutkan?"
Kalung hanyalah makna tersirat, sebenarnya Daniel sedang memberinya kesempatan.
"Tentu saja!" Daniel bersandar pada sofa, ia menggoyangkan gelas anggurnya dengan elegan, "Tetapi, barang ini hanya memiliki satu nilai. Kalung ini ingin digunakan untuk melanjutkan proyekmu, atau digunakan untuk membebaskannya? Kamu sendiri yang pilih."
Tania terkejut, sekujur tubuhnya menegang.
Taruhan yang dimaksud Daniel tadi adalah.... bertaruh atas pilihan Stanley!
Diantara dua pilihan itu, hanya satu yang harus dipilih.
Tania tahu, Stanley berulang kali bertemu Daniel dengan merendahkan dirinya. Ini menunjukkan betapa pentingnya proyek ini bagi keluarga Stanley...
Sekarang keluarga Garcia mulai mengejar, terlebih lagi ada penekanan dari Grup Sky Well. Jika keluarga Stanley tidak berhasil menjalankan proyek ini, maka kurasa mereka akan mengalami kebangkrutan.
Di situasi seperti ini, Stanley mana mungkin melepaskan kesempatan terakhirnya?
Tetapi, jika ia memilih keluarganya, maka lagi-lagi ia mengkhianati Tania.
Sama persis seperti empat tahun lalu....
__ADS_1
Faktanya seiring perubahan waktu, banyak hal yang telah berubah. Sekalipun Stanley memilih melindungi keluarganya dan melepaskan Tania, Tania tidak akan terlalu kecewa dan dendam seperti dulu lagi.
Lagipula itu sudah berlalu beberapa tahun. Sudah lama ia melepaskan perasaan itu...
Hanya Stanley yang masih memiliki perasaan itu.
Dan pilihan yang di buat Daniel sekarang, itu seperti duri yang menusuk hubungan mereka berdua. Memaksa Stanley menyerah agar tidak pernah mencari Tania lagi.
Kemudian dengan begitu, Tania akan melepaskan sepenuhnya.
Bagaimanapun, sifat manusia sangat kejam!
Dapat memaklumi, dapat memahami, tetapi bukan berarti tidak punya dendam...
"Bisnis tidak ada hubungannya dengan wanita. Kenapa harus melibatkannya?" Stanley panik, "Presdir Daniel, jika syarat ku tidak sesuai, kita bisa berdiskusi lagi... "
"Tidak ada yang perlu didiskusikan." Daniel memotong pembicaraannya. Ia mengingatkan dengan tenang, "Satu menit, kamu pilih sendiri. Pilih dia atau perusahaanmu!"
Setelah berbicara, Daniel berdiri dan masuk ke kamar mandi....
Daniel kebelet kali ye😆pingin pipis dulu😝.. (pov othor)
Daniel memberi ruang bagi Stanley dan Tania.
Stanley mengepalkan kedua tangannya, matanya merah, perasaannya dicampur aduk.
Tania menatapnya dengan belas kasih. Ada banyak perkataan yang ingin diucapkannya, tetapi tak satu pun kata yang keluar...
__ADS_1
Sekarang Tania tahu, bahwa ia sama sekali tidak bisa lepas dari genggaman iblis Daniel, pada akhirnya ia tetap menjadi mainannya...