Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 209


__ADS_3

Suara Alisia bergetar, tangan yang memegang belati juga gemetaran.


Kemudian, ia berbisik kepada Tania, "Tampilan ponselku masih terbuka di tampilan pemutar media. Jika mereka tidak melepaskan orang tuaku, aku akan memutar videomu dan tiga anak harammu itu."


"Dengar, cepat lepaskan mereka." perintah Tania dengan cepat.


"Aku harus menunggu perintah Tuan Daniel dulu... "


Ucapan Ryan belum selesai, sebuah cahaya perak tiba-tiba terbang menusuk pergelangan tangan Alisia.


Alisia berteriak dan berjongkok. Belati dan ponsel ditangannya terjatuh.


Tania sudah lepas dari bahaya, tetapi ia tidak buru-buru pergi, malahan ia pergi mengambil ponsel Alisia....


Alisia langsung memungut belati dan ingin menusuk Tania.


Sebuah sosok hitam melesat seperti panah, tetapi tetaplah telat...


Tania menjerit, bahunya tergores belati...


Tetapi, belati itu belum menusuknya terlalu dalam, langsung direbut oleh Ryan. Alisia juga diringkus.


Tania memegang ponsel erat-erat. Ia terjatuh ke lantai namun berhasil ditangkap dari belakang.


"Babi bodoh!" gumam Daniel murka.


"Gigolo!" Tania menoleh dan melihatnya. Ia tertegun, lalu mengulurkan tangannya....


Daniel mengira ia ingin melepaskan topengnya lagi, ia memalingkan wajahnya kesamping secara spontan.

__ADS_1


Tetapi, Tania tidak menyentuh topengnya, ia malah membuka kerah kemejanya.


Tania tercengang, ternyata benar. Ada bekas gigi yang dalam di bahunya, dan ada warna biru tua disekelilingnya.


Ini.... Adalah maha karyanya tadi malam....


Jika ini kebetulan, tidak mungkin seaneh ini.


Hati Tania kegirangan. Ia mendongak dan melihat Daniel dengan antusias, "Kamu, benar kamu!!"


Daniel tidak bicara, ia menggendong Tania dan hendak pergi meninggalkan ruangan itu.


Di saat kedua tangan Daniel sibuk akan menggendong, dengan cepat Tania melepas topengnya...


Wajah menawan dan tampan, bahkan lebih tegas didalam cahaya redup. Alis mata tajam yang rendah, mata yang dingin dengan kemarahan yang samar-samar, serta ada hawa dingin yang berkejap-kejap.


Gigolonya adalah Daniel!


Daniel adalah gigolonya!


Akhirnya, identitasnya telah diverifikasi!


Perasaan Tania campur aduk, kompleks, sulit dijelaskan...


"Senang?" Daniel menampar pan**t nya dengan keras.


"Daniel, kenapa kamu menipuku?" Tania bertanya dengan jengkel.


Daniel tidak bicara sepatah kata pun, ia menggendongnya membawanya pergi.

__ADS_1


"Lepaskan aku, lepaskan aku... " Alisia terus-terusan meronta, "Kenapa kalian begitu melindungi Tania? Wanita jala*g ini menggoda pria lain. Empat tahun lalu tidur dengan gigolo dan demi orang itu..."


"Tutup mulutmu!" Tania menoleh menegurnya, dan memberi kode mata kepada Alisia.


Tania sedang memberitahunya, selama masalah anaknya tidak terungkap, ia pasti akan membantu memohon belas kasihan untuk Alisia...


Alisia menggertakkan giginya tidak rela, tetapi ia tidak bicara lagi.


Sebelum ibunya, Kety keluar dari rumah, ia berkali-kali memperingatkan kepada Alisia jangan mengekspos masalah anak Tania. Kalau tidak, mereka akan kehilangan kartu AS terakhir mereka.


"Kamu ingin bertemu ibumu?" Daniel menoleh menatap Alisia, "Kalau begitu, ayo pergi bersama!"


.........


Di tempat lain.


Beberapa minyak drum besar terbakar dengan api besar. Menghangati ruangan rahasia yang dingin!


Kety dan Frank meringkuk disudut dan tertidur lelap.


Mario duduk disisi sebelah, tatapannya kosong menatap langit-langit, ia tampak menunggu keajaiban muncul.


Mendengar suara pintu besi yang terbuka, Mario bergegas menoleh kearah sana dan berjalan kearah luar dengan penuh harapan, "Lepaskan aku, lepaskan aku."


Pengawal mendorongnya dengan ringan, namun ia langsung terjatuh lemas di tanah.


Kelaparan sepanjang siang dan malam, menderita siksaan mental. Ia hampir kehilangan seluruh tenaganya.


Tentu saja, Kety dan Frank lebih parah dari pada dia.

__ADS_1


__ADS_2