
Ketika Tuan Besar menggandeng tangan Carlos masuk, Carla dan Carles sudah lebih dulu masuk ke istana taman bermain anak tersebut.
Tuan Besar melihat seluruh taman bermain penuh dengan tawa anak-anak, dalam sekejap ia juga ikut tertawa.
"Carlos, bermainlah dengan teman-teman lainnya." Tuan Besar mengusap kepalanya lembut dengan penuh kasih sayang, "Kakek sangat senang melihat kalian disini."
Mendengar ucapan itu, Carlos tidak bisa menahan dirinya dan segera berlari masuk ke kerumunan, bermain bersama Carles.
"Saat Tuan Muda masih kecil, ia juga seperti ini." Sanjaya teringat Daniel saat masih kecil, "Jika diperhatikan, Carlos dan Carles sedikit mirip dengan Tuan Daniel. Terutama Carlos, sifatnya pun sama."
"Anak itu, jika dia benar-benar bisa melahirkan ketiga anak ini, aku akan terbangun dari mimpiku dan menertawainya." Ketika Tuan Besar teringat akan Daniel, dia menjadi marah, "Setiap hari hanya bisa membuatku marah. Sangat tidak mudah membuka matanya, sehingga akhirnya dia bisa mencintai orang lain, malah jatuh cinta pada perempuan yang tidak benar, benar-benar buta!"
*"*"*"*
Di rumah Daniel.......
Daniel bersin dua kali, ia merasa ada orang yang sedang membicarakannya.
Jangan-jangan Tania, wanita keparat itu?
Ia mengerutkan kening, saat teringat hal ini....
"Tuan Daniel, saya barusan mendapatkan kabar, Tuan Besar memerintahkan larangan keluarga Stanley bergerak." Ryan melapor.
"Sudah berusia 90 tahun lebih, emosinya masih seperti itu?" Daniel mengangkat alisnya, "Bagaimana keluarga Stanley mengusiknya?"
"Informasi yang kudapatkan, ibunda Stanley, Veronica, menunjukkan kekuatannya di Restoran Istana Anak-anak, mengusik Tuan Besar." Ryan menambahkan, "Sekarang Tuan Besar membiarkan restoran itu dibuka secara GRATIS, yang sebelumnya harga tiket satu anak, satu orang dewasa 1,3 juta, sekarang semuanya gratis."
"Benar-benar kekanak-kanakan." Daniel kehilangan kata-katanya, "Sudah begitu tua, masih seperti anak kecil!"
__ADS_1
Ryan tersenyum, "Aku mendengar dari paman Sanjaya, setelah dia mengenal ketiga anak itu, setiap hari dia tertawa senang, suasana hatinya selalu baik, ini juga merupakan hal yang baik."
"Hal baik katamu?" Daniel memelototinya dengan dingin, "Kamu merasa Tuan Besar dekat dengan anak-anak Viktor, itu adalah hal yang baik?"
"Bukan, bukan, bukan itu maksudku..." Ryan buru-buru meluruskan, "Aku yang salah bicara!"
Raut wajah Daniel muram, ia meneguk segelas wine, lalu segera bangkit: "Siapkan mobil."
"Baik."
*****
Pada saat waktu yang bersamaan, Tania turun dari taksi, menurunkan topinya, mengenakan masker dan kacamata hitam, Diam-diam masuk kedalam restoran anak-anak.
Ia berjalan masuk, banyak para orang tua yang sedang menunggu anaknya ditempat peristirahatan.
Satu tangan Tuan Besar menggandeng Carla, dan satu tangan lainnya menggandeng Carlos, Sanjaya mendorong roda kursi Carles, mereka keluar dari tempat bermain membawa mereka memasuki restoran.
Tania melihat semua ini dari kejauhan, hatinya tersentuh.
Selama ini kehidupan ketiga anaknya sangatlah terbatas, tetapi begitu Tuan Besar datang kepada ketiga anaknya, alangkah baiknya jika kehidupan mereka berubah dengan baik.
Kini Tuan Besar menyayangi, merawat, dan mencintai ketiga anaknya hanya karena ia bertemu mereka secara kebetulan.
"Halo, halo... "
Sapaan pelayan menyadarkan Tania dari lamunannya.
Pelayan itu menghampiri dan bertanya, "Apakah Anda baik-baik saja?"
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa." Tania buru-buru menjawab.
Ketika Tania menoleh lagi kearah Tuan Besar, ia telah membawa masuk ketiga anaknya kedalam restoran itu.
Carlos menatap kearahnya, tepat sekali bertatapan dengannya.
Carlos melambaikan tangannya dan berjalan masuk bersama Tuan Besar.
Tania sangat terkejut, ia buru-buru bersembunyi di dalam toilet ruang peristirahatan.
Ia sudah berdandan seperti ini, rupanya Carlos masih bisa mengenalinya, layak disebut sebagai anaknya.
Ia membasuh wajahnya, menatap ke kaca sambil menghela napas. Sebelumnya ia pernah sekali membawa anak-anak datang kesini, ia datang dengan gigi terkatup dan hati yang penuh dengan kebencian....
Karena Tuan Besar tidak ingin ketiga cucunya diusik oleh Veronica, ia langsung membeli seluruh restoran istana anak-anak dan juga membukanya secara GRATIS.
Membuat anak-anak mendapat perhatian dan perlindungan penuh.
Jika dibandingkan, dia sebagai seorang ibu benar-benar terlihat tidak berguna.
"Tuan Daniel, Tuan Besar dan anak-anak sudah masuk kedalam restoran."
Tiba-tiba, terdengar suara tidak asing dari luar.
Ryan!
Tania tertegun, ia buru-buru mengenakan topi, kacamata hitam dan maskernya, bersembunyi di pintu keluar sambil melirik keluar.
Benar saja, Daniel keluar dari toilet, lalu berjalan lurus masuk ke dalam restoran.
__ADS_1