Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 132


__ADS_3

"Tunggu sebentar." Saat mendengar mau memberi tahu media, raut wajah Tania langsung berubah, "Tidak masalah lapor polisi, mengapa mau memberi tahu media?"


"Mau memberi tahu media atau tidak, itu adalah kebebasanku." Kety membalas dengan mencibir.


"Kamu... "


"Pengacara Joey!" Kety memerintah, "Hubungi semua media terkenal di kota ini untuk mempublikasikan berita tentang pencurian. Kalau ada orang yang menemukannya dan bersedia mengembalikannya, maka akan diberi hadiah 10 Milyar. Namun, kalau pasar gelap membelinya, maka kami akan menuntut."


"Ya, Nyonya Kety." Pengacara tersebut melaksanakannya.


"Oh ya, kirimkan foto dan video yang diambil tadi.... "


Saat mendengarnya, Tania sangat panik. Kalau menghubungi media, maka identitas anak-anaknya akan terungkap.....


"Sebaiknya diselesaikan secara pribadi!" Tania langsung berkata, "Kamu katakan saja apa yang kamu inginkan!"


"Diselesaikan secara pribadi?" Kety tersenyum.


"Kamu tampar dirimu sendiri sebanyak 200 kali dulu." Alisia memelototinya sambil menggertakkan giginya.


Tania mengerutkan kening. Dia sudah tahu, kedua orang ini sengaja datang untuk membalas dendam.

__ADS_1


"Alisia... " Kety memasang tampang menyalahkan, "Biar bagaimanapun, dia adalah kerabat, mana boleh berbuat seperti itu?"


"Ma... "


"Selain itu, dia adalah orang Presdir Daniel, kita tidak boleh menyinggungnya." Kety berkata dan tersenyum acuh tak acuh, "Kamu katakan, bagaimana cara menyelesaikan secara pribadi?"


"Aku... " Tania sungguh tidak bisa mengatakannya, 60 Milyar rupiah, dia sama sekali tidak bisa membayarnya.


"Lihat, kamu sama sekali tidak punya cara untuk menyelesaikannya." Kety melambaikan tangan, memasang raut wajah tidak berdaya,


"Kamu tidak membiarkanku lapor polisi dan menghubungi media, juga tidak bisa ganti rugi. Kamu tidak mungkin membiarkan kami kehilangan 60 Milyar rupiah dengan sia-sia, kan? Itu tidak masuk akal."


"Ibu Desy, Ibu Brenda, coba kalian katakan, mana ada yang menindas orang seperti ini?"


Ibu Brenda adalah orang yang adil, berkata dengan pelan, "Bu Tania, Carla yang menghilangkan gelang tersebut. Menurut saya pribadi, bagaimana kalau Anda membayar ganti rugi pada mereka?"


"Astaga, Ibu Brenda mengatakan ucapan yang bijak." Kety memasang raut wajah dirugikan, "Berhubung kamu tidak dapat menyelesaikan masalah, kami hanya bisa menyelesaikannya secara hukum."


Selesai bicara, Kety berdiri...


"Tunggu!" Tiba-tiba Tania memikirkan sesuatu, segera mengeluarkannya dari tas, "Aku berikan ini kepada kalian sebagai jaminan... "

__ADS_1


Kety melihat kalung batu ruby ditangannya, bahkan tidak ada kotaknya, hanya dibungkus dengan tisu. Namun, meski demikian, batu ruby tetap memancarkan cahaya yang menyilaukan.


"Bukankah ini adalah kalung batu ruby yang di lelang sebelumnya?" Saat melihat kalung batu ruby, mata Alisia langsung berbinar, "Jangan-jangan palsu?"


"Coba aku lihat." Kety mengambil dan melihatnya sendiri dengan teliti, memastikan dengan sangat cepat, "Ini asli!"


"Kalung batu ruby ini bernilai 200 Milyar." Tania sangat tidak rela, "Itu sudah lebih dari cukup untuk dijadikan jaminan. Setelah menemukan gelang kalian, aku akan menebusnya kembali."


"Bagaimana kalau tidak menemukannya?" Alisia bertanya, "Anggap saja kalung ini adalah ganti rugi untuk kami."


"Mana boleh. Nilai kedua barang itu berbeda." Tania panik, "Kalau tidak menemukannya, aku akan memikirkan cara untuk membayar ganti rugi pada kalian. Namun, kalung ini, aku akan tetap menebusnya kembali, kalian jangan menghilangkannya!"


"Harus ada batas waktu, kan?" Kety menaikan alis dan tersenyum, "Dalam waktu 7 hari, kalau kamu menemukan gelang itu, aku akan mengembalikan ini padamu."


"Kalau tidak bisa menemukannya, bayar ganti rugi sebesar 76 Milyar rupiah, aku juga akan mengembalikan ini padamu. Kalau kamu tidak bisa menemukannya, juga tidak bisa bayar ganti rugi, maka kalung ini menjadi milikku!"


"Itu.... " Tania sedikit ragu-ragu.


"Kalau kamu tidak setuju, maka selesaikan secara hukum, lapor polisi, hubungi media... "


"Aku setuju." Tania sama sekali tidak berdaya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, tanda tangani surat kesepakatan, Ibu Desy dan Ibu Brenda akan menjadi saksi."


__ADS_2