
Tidak salah lagi, hanya Daniel yang memiliki kemampuan seperti ini. Hanya dengan satu kalimat dapat menghentikan bar Downtown!
Tania jadi teringat Thomas, Roll Royce Phantom dan bukti-bukti lainnya...
Ini semua, ini semua, membuktikan bahwa Daniel adalah gigolo! Kalau begitu, Daniel adalah ayah dari anak-anak nya.
Seorang Presdir arogan yang jenius dan ahli strategi dalam bisnis lebih hebat dari pada gigolo, kan?
Memikirkan hal ini, jantung Tania mulai bergelora. Bahkan ia mulai memikirkan adegan ayah dan anak saling mengenali...
Tetapi dengan cepat ia menepis pemikiran itu...
Tidak! Jika benar Grup Wallance mengakuisisi Grup Smith dengan brutal, yang menyebabkan perusahaan Smith bangkrut dan ayahnya bunuh diri. Kalau begitu, Daniel adalah pelaku pembunuh ayahnya.
Seorang pembunuh ayahnya, bagaimana bisa menjadi ayah dari anak-anaknya?
Pikiran ini melintas membuat hati Tania berkedut...
"Nona Tania!"
Suara panggilan sopir membuyarkan lamunannya. Kesadarannya telah kembali, "Aku ada urusan, kamu pulang dulu." Kata Tania.
"Baiklah." Sopir membungkukkan punggung memberi hormat, lalu pergi meninggalkannya.
__ADS_1
Tania mengeluarkan ponselnya, ia mencari nomor telepon yang sudah lama tidak dihubungi. Satu per satu di telepon...
"Paman Ari, aku Tania, aku ingin mengobrol denganmu... "
Belum selesai bicara, telepon sudah ditutup.
"Bibi Olin, aku Tania... "
Telepon langsung dimatikan.
"Paman Paul, aku Tania. Iya. Aku sudah kembali. Apakah paman ada waktu? Aku ingin bertemu denganmu membahas mengenai masalah ayahku."
Setelah 15 kali telepon, hanya empat orang yang bersedia mendengarkan, dan hanya ada satu orang yang bersedia bertemu dengannya.
Sepanjang perjalanan, hatinya sangat ruwet. Ia berharap Daniel adalah gigolo nya, tetapi ia juga berharap tidak....
Lebih berharap Stanley salah.
Kebangkrutan Grup Smith, kematian ayahnya tidak ada hubungannya dengan Daniel!
Tak terasa telah tiba di perusahaan Real Estat Sutera. Tania masuk ke dalam kantor, ia melihat lingkungan sekitar dan agak terkejut.
Mantan wakil presiden Grup Smith, tangan kanan James yang bernama Paul. Sekarang menjalankan perusahaan Real Estat dengan anggota 5 orang.
__ADS_1
Melihat Tania, Paul agak canggung. Ia buru-buru membereskan pekerjaannya. Membawa Tania ke kafe terdekat. Lalu ia menyapa dengan hangat dan kaku, "Nona, sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Kamu masih sama seperti dulu. Aku selalu ingin menghubungimu, tetapi aku takut mengganggu kehidupanmu."
"Berdasarkan umur dan tingkat senior, seharusnya aku memanggilmu paman. Kamu panggil aku Tania saja, tidak perlu terlalu sungkan." Ujar Tania sembari tersenyum.
"Bagaimana bisa?" Paul agak canggung, "Kamu adalah putri dari Presdir James dan beliau adalah penyelamat ku... "
"Ayahku membantu banyak orang. Sekarang hanya kamu yang bersedia membantuku, ini saja sudah luar biasa."
Tania menghela napas panjang, ia bersiap memasuki topik inti...
"Paman Paul, aku tahu kamu sibuk, maka aku tidak akan bertele-tele lagi. Aku mencari mu karena aku ingin memahami kejadian empat tahun lalu? Kenapa Grup Smith tiba-tiba bangkrut? Kenapa ayahku memilih jalan itu?"
"Ini... " Begitu membahas topik ini, wajah Paul langsung merana, "Presdir pernah memberitahuku, ia tidak ingin kamu tahu masalah itu. Ia berharap kamu dapat hidup dengan damai... "
"Paman Paul... "
"Sebelum insiden terjadi, ia meninggalkan sesuatu untukmu."
Paul memotong pembicaraan Tania, ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya. Di dalam kotak itu ada kunci berwarna hitam. Ia menyerahkannya dengan kedua tangan dan memberikannya dengan sungguh-sungguh.
"Presdir pernah bilang, aku harus menyerahkan ini kepadamu begitu kamu mencari ku. Barangnya di simpan di dalam brankas nomor. 101 di Makam Akiyama. Di kunci ganda, kata sandinya adalah ulang tahun ibumu!"
Mendengar ucapan Paul dan melihat kunci hitam ini, dalam seketika Tania menangis...
__ADS_1