Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 37


__ADS_3

"Baik." Ibu Lucy memahami situasi yang sedang terjadi, kemudian dia membungkuk dan memohon maaf kepada Tania dan ketiga anaknya, "Maaf, semua ini salahku dan tidak seharusnya aku menyinggungmu."


"Sampai detik ini pun, Ibu tidak tahu kesalahan Ibu ada dimana?" Sahut Tania dengan penuh kebencian, "Alasan kenapa Tuan Stanley ikut campur dan menegakkan keadilan, semata-mata karena karakternya yang baik, bukan karena latar belakangku yang tidak diketahui orang.


Ibu tidak boleh menilai seseorang dari latar belakangnya. Ibu adalah seorang guru, Ibu sama sekali tidak memiliki kualitas dasar integritas dan kebaikan!"


"Benar, apa yang Anda bilang adalah benar." Ibu Lucy menundukkan kepalanya, tidak berani berkata lebih banyak lagi.


Tania mengalihkan pandangannya, tidak ingin mengatakan apa-apa lagi, karena orang seperti ini tidak akan mau mendengarkan perkataan orang lain.


"Pergi lah." Stanley menghela nafas.


"Pak Stanley, ampunilah aku.... " Ibu Kepala Sekolah Lucy berkata dengan pelan, dan pergi dengan menundukkan kepalanya.


Ibu guru Anita yang sudah pucat karena ketakutan, berkata dengan tidak jelas, "Pak Stanley..., aku... aku..... "


"Kamu di skors selama sebulan, ikut pelatihan ulang, sampai kamu memiliki literasi dan kualitas yang baik, baru boleh bekerja kembali." Ujar Stanley tegas.


"Terimakasih, terimakasih." Ibu guru Anita mengetahui bahwa hukuman yang diberikan kepadanya termasuk ringan, dia sangat berterima kasih, dan meminta maaf kepada ketiga anak itu, "Carlos, Carles, Carla, maafkan Ibu ya, yang tidak bisa menjaga kalian dengan baik..... "


"Ibu Anita." Ketiga anak itu melihat kepergian Ibu guru Anita.

__ADS_1


Semua orang sudah pergi, pengawal keluarga Stanley berjaga di pintu depan.


"Bibi Juli, sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" Stanley menyapa dengan lembut.


"Baik, baik." Bibi Juli mengangguk lagi dan lagi, "Saya tidak percaya Tuan Stanley masih mengingatku."


"Tentu saja, aku akan selalu ingat.... " Ketika Stanley mengatakan hal ini, matanya tertuju pada Tania.


Dia ingin Tania tahu, jika dia selalu mengingatnya, mengingat semua tentang dirinya.....


Tania menundukkan kepalanya, tidak berani menatapnya.


"Anak-anak, kita kembali ke kelas dan ambil tas sekolah kalian bersama nenek." Bibi Juli merangkul ketiga tangan anak itu, "Mami dan paman, akan berdiskusi mengenai guru baru, setelah itu Mami akan menemui kita."


"Dengarkan kata-kata nenek ya, ayo sana." Tania memeluk ketiga anaknya, "Setelah mengambil tas sekolah, tunggu Mami di depan gerbang sekolah, Mami akan segera kesana."


"Iya." Anak-anak mengangguk patuh.


Bibi Juli membawa Carlos, Carles dan Carla pergi dari sana.


Sampai suara langkah kaki diluar tidak terdengar lagi, Stanley baru membuka suaranya, "Siapa ayah anak-anak itu?"

__ADS_1


Tania mengerutkan keningnya, dan hatinya seperti terasa ditekan oleh sebuah batu besar, dia tahu Stanley pasti menanyakan hal ini....


Tapi bagaimana dia harus menjawabnya?


Apakah dia harus menjawab; Mereka anak-anak gigolo waktu itu?


Apa yang akan Stanley pikirkan tentang dia?


Meski ditakdirkan tidak akan pernah bersama lagi, tapi Tania tetap berharap bisa meninggalkan kesan yang baik dihati Satnley.


"Jangan khawatir... " Suara Stanley terdengar sangat tenang, "Masalah kita sudah lama berlalu, terlebih lagi akulah yang lebih menyakitimu, aku tidak memiliki hak untuk bertanya lebih jauh, tapi aku hanya penasaran."


"Ayah dari anak-anak itu hanyalah orang biasa." Tania menjawab dengan santai dan berkata, "Kita sudah lama berpisah."


"Apakah kalian saling mengenal setelah kamu meninggalkan kota Bunaken?" Stanley bertanya lagi, "Aku dengar selama ini kalian tinggal di pedesaan..... "


"Benar, pada saat itulah kami saling kenal." Tania hanya bisa berbohong, "Ketika seseorang jatuh kedalam ke putus asaan, ia selalu berharap ada orang yang selalu melindunginya.... "


"Baiklah." Sahut Stanley putus asa seolah tidak ingin mendengar lebih jauh masalah itu, "Jadi kamu sekarang seorang diri merawat ketiga anak itu?"


"Aku tidak seorang diri, masih ada bibi Juli." Tania menatapnya dan berkata dengan sinis, "Seharusnya, aku yang memberikan selamat padamu, aku pergi belum sampai satu bulan, tapi kamu langsung menikahi istri yang cantik, dan sekarang sudah memiliki putra yang sudah besar."

__ADS_1


Stanley menundukkan kepalanya, dan tidak berani menatap matanya. Dia tidak tahu bagaimana harus menjelaskan masalah ini dan ia tidak bisa menjelaskannya.....


__ADS_2