Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 263


__ADS_3

Setelah berbicara, Daniel memberi kode mata, Ryan memutar rekaman tangisan Carla yang direkam diam-diam didalam rumah sakit, "Mami, Mami, aku ingin Mami.... "


Hati Tania hancur, ia berkata sambil menangis, "Carla! Baik, aku setuju, aku setuju. Apa pun perkataan mu, aku akan menyetujuimu."


Tania mengangkat tangan bersumpah, "Aku bersumpah, aku kedepannya akan mematuhi perjanjian dengan Daniel sebelumnya. Tidak melanggar perintahnya, tidak mengkhianati dan tidak melawan. Jika melanggar, maka aku akan mati disambar petir!"


"Aku memintamu bersumpah atas nama anak." Daniel menekankan.


"Daniel, aku mohon padamu..."


"Sudahlah." Daniel berkata dengan murah hati. "Pulang dan tunggu kabar!"


Setelah berbicara, ia menutup telepon.


"Daniel...."


Tania berteriak sekali lagi, tetapi sekali lagi panggilan itu telah dimatikan. Ia menangis hiteris sambil memegang telepon.


"Tania, tenanglah! Aku pasti membantumu, sekarang juga aku pergi cari Tuan Besar...."


"Tidak ada gunanya." Tania segera menahan Viktor, ia berkata sambil menggelengkan kepala, "Semakin aku melawannya, anak-anak semakin bahaya. Kita tidak bisa mengalahkannya... "


Tania paham, selama mematuhi perintah Daniel, baru bisa melindungi keluarganya.


Sejak awal tidak seharusnya ia melawan Daniel, tidak seharusnya mencurigainya, tidak seharusnya melarikan diri dari rumah sakit, tidak seharusnya berhubungan dengan Viktor....


Ia sama sekali tidak bisa lepas dari telapak tangan Daniel, hanya dengan bisa mematuhinya, anak-anak dan Bibi Juli akan aman....

__ADS_1


Ditempat lain, Daniel menyunggingkan senyuman mengejek sambil memegang ponselnya.


Ia sedang mengejek kebodohan Tania, bisa-bisanya ia mencurigai dirinya menculik anak-anaknya.


Daniel juga mengejek dirinya sendiri. Demi memaksa Tania berada disisinya, ia rela melakukan hal yang tak bermoral untuk mencapai semua itu....


"Untuk apa?" Ryan tak bisa menahan diri untuk mendesah, "Jelas-jelas Anda sedang membantunya untuk mencari anaknya, Anda malah disalahkan sebagai penculik."


"Terserah." Ucap Daniel datar, "Ia begitu suka mencurigai ku, jika aku tidak melakukan kejahatan, bukankah aku akan membuatnya kecewa?"


"Anda selalu bermulut keras, tidak melakukan komunikasi saat bertemu masalah. Itu membuat hubungan semakin ruwet..."


Ryan berbicara tanpa ragu, setelah berbicara ia membungkam mulut.


Wajah Daniel menjadi suram seketika, ia menatap Ryan dengan dingin.


Ia langsung menampar dirinya, menundukkan kepala minta maaf, "Maafkan aku, Tuan Daniel. Aku terlalu banyak bicara."


Sebenarnya dirinya sendiri juga tidak paham, kenapa ia begitu baik kepada Tania. Wanita itu selalu mencurigainya, takut padanya dan ingin selalu menjauh darinya.


Ucapan Ryan tadi menyadarkannya.


Atau, apakah caranya memang bermasalah?


"Tuan Daniel, sudah tiba!"


Saat sedang berpikir, Thomas melapor.

__ADS_1


Daniel tersadarkan kembali, ia baru sadar ternyata mobil telah sampai di Jalan Bahagia.


Daniel turun dari mobil, paramedis dan guru-guru sekolah sudah menggendong anak-anak turun dari mobil.


Daniel baru saja mendekati mereka. Carla segera bersembunyi di belakang tubuh Bu Guru Brenda. Tangan kecilnya memegang erat ujung baju Bu Brenda. Ia mengeluarkan setengah wajahnya, menatap Daniel penuh ketakutan dengan satu matanya. Tubuhnya yang gemuk tampak bergetar.


Menggemaskan dan kasihan!


Sedangkan Carlos merentangkan kedua tangannya. Dengan berani melindungi adik-adiknya dibelakang tubuhnya.


Hanya Carles yang sedang terluka, mendengkur dengan bersandar di tubuh Bu Desy. Ia seperti orang bodoh tanpa kekhawatiran.


Daniel menghentikan langkah kakinya, ia berjarak beberapa meter melihat mereka, lalu memerintah mereka kepada dokter dan guru, "Jaga mereka baik-baik. Sebelum mama mereka pulang, kalian tidak boleh meninggalkan mereka satu langkah pun!"


"Baik, Presdir Daniel!"


Dibelakang tubuh Carlos ada polisi, guru, paramedis yang menjawab dengan serentak. Sikap mereka penuh penghormatan.


"Tidur nyenyaklah, besok pagi begitu kalian terbangun akan bertemu Mami!" Pandangan Daniel jatuh ke Carlos, "Jaga adik-adikmu dengan baik!"


Carlos mengernyitkan kening, ia tidak bicara sepatah katapun.


Lalu Daniel melihat Carles yang tertidur lelap, kemudian bicara kepada Carla, "Burung beomu sangat menggemaskan!"


"Namanya Roxy!" Carla mengerucutkan mulutnya, ia merespon tidak senang.


"Iya!" Daniel menggerakkan ujung bibirnya, memperlihatkan senyum yang sangat jelek, kemudian membalikkan badan dan pergi.

__ADS_1


Setelah Daniel naik mobil dan pergi, mereka semua baru merasa lega. Mereka membawa ketiga anak itu naik ke lantai atas.


"Bu Guru Desy, kenapa kalian begitu takut padanya?" Carlos bertanya tidak paham.


__ADS_2