Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 82


__ADS_3

Frank tercengang ketika melihat Tania, kemudian segera bertanya kepada Stanley disampingnya, "Stanley, bagaimana bisa? Kenapa Tania bersama Presdir Daniel?"


Stanley tidak mendengarkan, karena matanya terus menatap Tania dengan tatapan kacau.....


Muncul kesedihan, penyesalan, dan kehilangan.


"Stanley.... " Kety menarik Alisia dan berbisik, "Aku dan Alisia pulang dulu."


"Ok!" Stanley juga sependapat.


"Tolong semuanya diam." Pembawa acara mulai berbicara diatas panggung, "Tuan rumah kita yaitu Presdir Daniel telah memasuki aula ini. Sekarang saya mengumumkan bahwa acara lelang amal telah resmi dimulai. Silahkan semuanya duduk!" Para tamu duduk dengan tertib.


Stanley dan juga Frank bersiap untuk duduk, Kety menarik Alisia sambil berjalan membungkuk kearah pintu keluar, tapi pintu tiba-tiba tertutup.


Sorotan lampu tertuju pada mereka berdua.


Keduanya seperti kucing liar yang tersesat, sangat memalukan dan canggung.


Semua tamu memandang rendah mereka dan beberapa berbisik, "Keluarga siapa ini? Kenapa sama sekali tidak beretika?"


"Terlihat seperti orang yang belum pernah melihat dunia luar. Seharusnya jangan keluar, sungguh memalukan."


"Benar!"

__ADS_1


.......


Stanley menutupi wajah dengan tangannya, benar-benar tidak ingin orang tahu bahwa mereka adalah keluarganya.


Frank tersipu malu pada semua orang sambil berjalan cepat menghentikan mereka berdua, "Kenapa diam saja, cepat kembali ke tempat dudukmu."


"Jika tahu akan seperti ini, aku tidak akan datang." Alisia bergumam dengan marah.


"Jangan bicara lagi, apakah mau lebih memalukan lagi?" Kety dalam masalah besar, tapi tidak terlalu mempedulikan, kemudian mengangkat tangan meminta maaf kepada semua orang. "Maaf, maaf, anakku sedang tidak enak badan, awalnya ingin keluar agar tidak mengganggu semua orang, tapi tidak disangka acaranya sudah dimulai."


"Nyonya, ada ruang istirahat disini." Seorang pelayan mengingatkan dengan lembut.


"Sekarang sudah tidak apa-apa, tidak apa-apa hehe,,, terima kasih."


Alisia menyadari bahwa Stanley terus menatap Tania yang duduk dibarisan depan dan sama sekali mengabaikan situasinya. Amarahnya meluap, tapi ditahan oleh Kety.


"Tidak peduli apa pun yang terjadi malam ini, kamu harus tetap menundukkan kepala. Jika tidak, bukan hanya kamu dan aku yang akan malu, tapi seluruh keluarga dan juga keluarga Stanley. Stanley juga akan membencimu dan kelak tidak akan membawamu keacara lagi."


"Aku tidak bisa tenang." Alisia menggertakkan giginya dengan marah, "Bukankah Tania hanya merayu seorang pria? Apa-apa ini....... "


"Tenanglah, ikuti saja, amarahmu jangan sampai melukai dirimu." Kety berteriak, "Mana mungkin pria seperti Presdir Daniel menginginkan barang bekas yang sudah punya tiga anak?? Hanya dibawa ke perjamuan saja, bukan apa-apa."


"Benar juga." Mata Alisia tiba-tiba menyala, "Presdir Daniel pasti tidak tahu detailnya, aku harus memberitahunya.... "

__ADS_1


"Berhenti." Kety buru-buru menariknya, "Kenapa aku melahirkan anak idiot sepertimu yang tidak punya otak sama sekali."


"Kenapa?" Alisia kebingungan.


"Dasar." Kety mengerutkan kening, "Apa kita sendiri yang harus memberitahu semacam ini? Jika kita memberitahunya, maka kesan baik Presdir Daniel kepada kita akan berkurang."


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Alisia bertanya dengan bingung.


"Tenang saja, aku ada ide."


Kety menoleh kepada dua pria disampingnya yaitu suami dan menantu laki-laki nya, karena perhatian mereka berdua hanya tertuju pada Tania dan sama sekali tidak peduli pada mereka.


Kety marah ketika dia melihatnya, tapi dia tahu bahwa jika dia tidak tahan malah akan merusak rencana besarnya.


"Tonton acara pelelangan dengan tenang, tunggu kesempatan tiba."


Kety menatap punggung Tania, seringai dingin muncul di sudut mulutnya.


"Kapan Tania memiliki hubungan yang baik dengan Presdir Daniel?" Frank bertanya lagi kepada Stanley.


"Dia kerja di Grup Sky Well." Stanley akhirnya menarik kembali pandangannya, tapi sedikit gelisah. "Aku ke toilet sebentar."


Dia bangkit, kemudian mengancingkan jas nya sambil memperingatkan Alisia dengan wajah cemberut, "Jangan membuat onar!" Kemudian pergi....

__ADS_1


__ADS_2