Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 67


__ADS_3

"Oh ya? Baguslah." Tania menahan emosinya, "Selamat, bibi."


"Hahaha, terima kasih." Kety tersenyum senang, "Jam 6 malam ini, jangan terlambat. Nanti Alisia, menantu, dan cucuku juga akan ada disana. Oh ya, kamu juga pasti tahu menantuku adalah..... "


"Aku tahu, Stanley kan." Tania sengaja membuat dirinya tetap tenang, "Aku akan tiba tepat waktu!"


"Baiklah." Kety pura-pura sopan, "Apakah perlu dijemput?"


"Tidak perlu, aku akan pergi sendiri." Tania berkata dengan dingin, "Bibi, rumahku sederhana, pulanglah dulu."


"Tenang saja, aku pergi sekarang!" Kety berkata penuh arti, "Aku tidak akan mengganggu keluargamu selama kamu patuh."


Setelah menutup telepon, wajah Tania tidak karuan. Melihat bila mewah dihadapannya, dia teringat akan rumahnya sendiri.....


Ayahnya membangunnya dari nol, mereka berdua tinggal di sebuah rumah kecil seluas lebih dari 60 meter persegi.


Ayahnya setiap hari dari pagi hingga malam sangat sibuk, dan bibi Juli lah yang selalu merawatnya.


Saat ia tumbuh dewasa, rumah mereka semakin lama semakin besar.


Ketika ia berusia 16 tahun, ayahnya menjadi orang terkaya di kota Bunaken, kemudian mereka pindah ke sebuah vila ditengah gunung di selatan kota.....

__ADS_1


Itu adalah rumah yang ayahnya bangun untuknya, dia berkata bahwa dia ingin menjadikannya seorang putri kecil yang selalu riang dan gembira.....


Meskipun dia tidak memiliki ibu sejak dia masih kecil, tapi dia hidup bahagia.


Dia benar-benar dilindungi oleh ayahnya dengan sangat baik, Tania bukanlah gadis yang manja, hanya saja, ayahnya lah yang selalu memanjakan putri satu-satu nya itu. Bahkan ketika terjadi krisis, dia tidak menyadarinya dan tidak bisa membantunya.....


Jika saja Tania tidak memiliki anak, mungkin dia tidak akan bisa bertahan hidup hingga hari ini.


Meskipun saat itu dia kebingungan karena melakukan hal konyol dan melahirkan ketiga anak itu, tapi dia juga bertanggung jawab atas kesalahannya sendiri.


Dia membesarkan anak-anaknya sebaik mungkin, dan memberikan mereka lingkungan hidup yang sehat.


Saat ini dia hanya ingin membesarkan ketiga anaknya, tidak ingin mengingat masa lalu.


Apakah karena mereka mengira dia sendirian sekarang, jadi mudah ditindas?


"Nona Tania, apakah Anda baik-baik saja?" Lily memandang ada yang tidak beres diwajahnya kemudian bertanya dengan prihatin, "Apakah ada masalah?"


"Tidak apa-apa... " Tania agak linglung, "Aku harus pergi jam 6 malam ini, tolong berikan obat penghilang rasa sakit."


"Tidak ada gunanya memakan obat penghilang rasa sakit." Lily memandang nya sambil tersenyum, "Aku akan menemanimu, jadi apa pun yang terjadi, Anda tenang saja."

__ADS_1


"Apakah tidak merepotkanmu?" Tania sedikit terkejut, karena dokter Lily terlalu baik padanya.


"Tuan Daniel memintaku untuk menjagamu, termasuk hal diluar pengobatan." Lily berjongkok sambil memberi obat, "Setelah minum obat, silahkan berdandan dan kita akan berangkat jam 5."


Penata busana menyiapkan pakaian yang nyaman namun elegan serta syal sutra putih, untuk menutupi bekas luka di lehernya.


Rambut panjang bergelombang yang digerai, serta riasan yang natural.


Meskipun dia berdandan natural dan anggun, tapi tetap tidak bisa menyembunyikan aura berkelas dan ramah yang ada di dirinya!


Tania merasa agak aneh, ketika melihat dirinya di cermin....


Empat tahun terakhir, dia tidak pernah merias wajah atau melakukan perawatan kulit, bahkan Tania jarang bercermin karena pikirannya penuh dengan usaha mencari uang untuk menghidupi keluarganya...


Dia hampir lupa, seperti apa penampilannya.


Ternyata cantik sekali!


"Mari." Lily mengantar Tania ke dalam mobil.


"Tunggu sebentar." Tania terkejut ketika melihat mobil di depannya, "Rolls Royce Panthom, apakah ini mobil Presdir Daniel?"

__ADS_1


"Sebelumnya mobil ini dalam perbaikan, dan baru selesai di perbaiki kemarin. Aku sudah tanya Tuan Daniel, dia bilang, Anda dapat menggunakannya kapan pun." Kata Lily dengan hormat.


__ADS_2