Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 137


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Tania dan bibi Juli segera membawa Carla ke rumah sakit, dia sempat bingung karena ini sudah larut malam hampir jam 11:30.


Tania teringat dokter Lily yang pernah merawat lukanya, tapi sebelum itu dia mengingatkan bibi Juli supaya jika dokter tersebut menanyakan tentang Carla, maka bibi Juli harus mengatakan bahwa Carla adalah cucunya bibi Juli, bukan anaknya Tania.


Dia sangat takut jika Daniel mengetahui hal itu, maka keselamatan anak-anaknya akan terancam!


"Hah?" Bibi Juli tercengang mendengar perkataan dari Tania.


Tania terus menjelaskan disamping telinganya, Bibi Juli mengerti dan menganggukkan kepalanya.


Sesampainya di rumah sakit anak swasta, Lily sudah meminta asistennya menunggu di depan pintu.


"Ada apa?" Lily segera menanyakan kondisi anak itu yang terlihat lemah dan lesu.


Setelah Tania menjelaskan gejalanya, dia menambahkan: "Anak ini adalah cucu bibi Juli. Putri dan menantunya bekerja diluar kota. Tidak mudah baginya merawat anak seorang diri. Kami bertetangga, bibi Juli meminta bantuan ku. Jadi, aku menemani mereka ke rumah sakit anak. Dan membawa mereka padamu."


"Tidak apa-apa, kita obati anak ini dulu."


Lily sendiri yang memeriksa dan mengobati Carla, tidak perlu mengurus berbagai macam prosedur administrasi.


Lily adalah dokter khusus keluarga Daniel, keahlian medis Lily sangat hebat, dengan cepat langsung menemukan penyebabnya serta membukakan resep.


"Ini hanya influenza. Cukup minum sedikit obat, istirahat dengan baik beberapa hari, maka akan sembuh."


Lily membuka beberapa resep dan memberikan pada Tania, "Nona Tania, kebetulan kamu datang, luka dileher dan bahumu sekalian saya obati."

__ADS_1


"Baik, terima kasih." Tania memberi kode kepada bibi Juli.


Bibi Juli buru-buru menggendong Carla dan berkata, "Terima kasih, Dokter Lily. Saya antar cucu saya pulang untuk istirahat dulu."


"Sama-sama, saya minta orang untuk antarkan kalian pulang." Dokter Lily tidak terlalu peduli.


"Tidak perlu, tidak perlu, saya panggil mobil sendiri saja. Terima kasih!" Bibi Juli dengan cepat menggendong Carla pergi.


Disaat ini, kondisi Carla sudah jauh membaik. Dia berteriak dengan setengah sadar, "Mami, mami... "


"Carla, Mami akan segera pulang, kita pulang dulu." Bibi Juli segera membujuknya.


Tania melihat mereka pergi.


"Ya." Tania berjalan masuk.


Lily membalut ulang lukanya, membukakan beberapa resep dan mengatakan beberapa hal yang harus diperhatikan.


Setelah keluar dari rumah sakit, bibi Juli menggendong Carla dan menunggu Tania di tepi jalan, mereka naik mobil dan pergi dengan cepat.


Tidak jauh, Lily melihat hal itu, merasa sangat bingung. Dia merasa malam ini Tania agak aneh...


Lily tidak berpikir banyak, dia kembali melanjutkan pekerjaannya.


Tania dan bibi Juli sibuk menyuapi obat untuk Carla, saat sampai di rumah. Tania membujuk bibi Juli agar tidur lebih awal.

__ADS_1


Pukul 5 subuh akhirnya demam Carla mereda.


Semalaman Tania sibuk menjaga Carla, sampai-sampai dia mulai tidur dari jam 5 subuh hingga pukul 6:30.


Mendengar aktifitas diluar, Tania buru-buru bangun, "Gawat, gawat, lagi-lagi terlambat!"


"Nona, kamu baru tidur 1 jam, aku tidak tega untuk membangunkan mu... "


Bibi Juli sedang menyiapkan sarapan untuk anak-anak.


"Bibi harus bangunkan aku, aku harus berangkat kerja." Tania hanya membilas wajahnya asal, gosok gigi, lalu keluar.


"Mami, sarapan." Carles mengejar keluar dan membawakan bakpao dan susu kacang.


"Terima kasih." Tania mengambilnya lalu pergi.


"Carlos, Carles, kalian cepat sarapan. Nanti Nenek antar kalian naik bus sekolah. Nenek masih harus menjaga Carla. Hari ini, Carla izin tidak masuk TK, kalian harus baik-baik ya di sekolah."


"Baik, Nenek... "


.........


Tania berlari sepanjang jalan, saat bersiap ke stasiun naik MRT, sebuah mobil Lamborghini biru tiba-tiba melaju cepat kearahnya.


Saat Tania sedang kebingungan, atap mobil Lamborghini itu terbuka, sebuah senyum yang tampan muncul di depan matanya, "Sayang, aku antar kamu kerja, ya. Ayo naik ke mobil."

__ADS_1


__ADS_2