
Daniel menghukum Tania dengan membungkam bibirnya dengan ciuman panasnya, tidak mengizinkannya untuk bicara.
Wanita ini, pasti ada yang salah dengan otaknya.
Kenapa tidak menginginkan Presdir dominan yang berkuasa, tapi malah mengingat terus gigolo itu...
Tetapi, sebenarnya toh identitas lain juga adalah dirinya. Jadi tidak perlu cemburu dengan dirinya sendiri...
Keesokan paginya, Tania yang masih terbaring diatas ranjang. Tidurnya lelap sekali, hingga cahaya matahari menembus jendela menyinari wajahnya, barulah ia bergerak sedikit.
Tania terbangun dari tidurnya, duduk dengan berbagai pemikiran dikepalanya. Walaupun sudah merasakan pengalaman bercinta dengan Daniel, tetapi rasa gugup, takut dan malu masih ada dibenaknya.
'Tok tok tok'
Terdengar suara ketukan dari luar pintu diiringi suara Lily, "Nona Tania, bolehkah aku masuk?"
"Silahkan masuk." Tania bergegas merapikan ranjangnya yang berantakan seperti kapal pecah.
Lily mendorong pintu masuk, dibelakangnya ada pelayan wanita yang mendorong kereta makanan dan satu pelayan lagi membawa sangkar burung. Disana ada Roxy yang meringkuk seperti bola...
"Roxy?" Tania tercengang, "Kenapa ia bisa disini?"
"Aku khawatir Roxy kelaparan, jadi aku membawanya kesini. Aku melakukannya tanpa ijin darimu, benar-benar maaf!"
"Tidak, tidak usah minta maaf. Terima kasih... "
Sejak kemarin saat Tania keluar, ia sama sekali belum pulang kerumah. Jika Roxy terus dikurung didalam sangkar akan menjadi musibah.
__ADS_1
Tania mengeluarkan Roxy dari sangkar, "Maafkan aku, Roxy. Kemarin tiba-tiba ada urusan, Mami tidak sempat menjagamu. Mami tidak akan meninggalkanmu lagi."
Tania lekas membawa Roxy ke kamar mandi, "sudah, sudah, Mami mau mandi. Mami bawa kamu ya."
"Mami, Mami... " Roxy bersuara.
"Sudah bangun belum?" tiba-tiba terdengar suara Daniel dari luar.
"Iya, Nona Tania sedang ke kamar mandi." jawab Lily dengan sopan.
Tangan Daniel memberi instruksi, Lily dan pelayan wanita pergi meninggalkan ruangan itu.
Setelah mandi, Tania buru-buru meletakkan Roxy di bak mandi dan segera keluar dari sana. Tetapi sebelum itu, Tania berbisik kepada Roxy, "Jangan bersuara, ya. Mami keluar sebentar, nanti kembali lagi."
Lalu, ia membuka pintu keluar dan menutup pintunya...
"Yang tidak tahu, akan mengira kamu menyembunyikan seorang pria didalam kamar mandi." Daniel melihat Tania yang sedang umpat-umpatan dan tidak bisa menahan diri meledeknya, "Bukankah hanya seekor burung beo?"
"Kalau begitu, cabut bulunya dan rebus hingga matang." sahut Daniel dengan santai.
"Hah? Tania terperangah, "Tidak boleh, dia adalah keluargaku!"
"Bodoh!" Daniel menatapnya tajam, "Sini, kita sarapan."
Melihat banyak makanan diatas meja, seketika mata Tania berbinar. Ia baru ingat, kemarin ia belum makan seharian...
Daniel menyerahkan alat makan kepadanya, lalu duduk disamping dan menopang dagu untuk melihatnya makan.
Dulu Tania adalah putri keluarga kaya, tetapi beberapa tahun ini ia sibuk melawan waktu, makan seperti perang.
__ADS_1
Jadi sekarang, cara makan pun menjadi lebih kasar.
Tetapi, Daniel yang melihatnya seperti itu, malah merasa dia lebih nyata.
Selain itu, kecantikannya itu, ia terlihat cantik mau bagaimanapun juga. Ada semacam kekonyolan yang menggemaskan.
"Kamu tidak makan?" Tania menjilat bibirnya dan menyerahkan sepotong pangsit udang kepada Daniel.
"Aku sudah makan."
Awalnya Daniel ingin menolaknya, tetapi melihat tangan Tania yang terus terulur disana, akhirnya ia mendekat dan memakan pangsit udang itu.
"Enak?" Tania tersenyum polos.
"Iya." Daniel mengangguk-anggukkan kepala, lalu wajahnya memurung, kemudian berdiri dan pergi.
"Kamu kenapa?" Tania melihat punggung belakang Daniel, ia tertegun. Ia melakukan kesalahan apa?
Daniel pergi tanpa menoleh, ruangan itu tiba-tiba menjadi kosong...
Nafsu makan Tania menjadi hilang, ia menopang dagu dan memikirkan baik-baik kejadian tadi.
Kesalahan apa yang ia perbuat?
Kenapa tiba-tiba sikapnya berubah?
Bukankah hanya menyuapi nya sepotong pangsit udang?
Jangan-jangan ia alergi dengan udang?
__ADS_1
Tania menghela napas, sesaat dia memikirkan tentang Daniel, apakah dia gigolo itu atau bukan. Kemudian ia harus memastikan apa ia ada hubungannya dengan kematian ayahnya....
Jika ia adalah gigolo dan ia tidak ada hubungannya dengan kematian ayahnya. Maka, tidak apa-apa jika rahasia tentang anaknya terungkap. Itu justru akan menjadi reuni keluarga yang membahagiakan!