Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 121


__ADS_3

Tania mentransfer seluruh uang di rekeningnya ke 'GIGOLO PELUNAS HUTANG' kemudian menelponnya, "Aku sudah mentransfer uang ke rekeningmu. Totalnya 214 juta. Coba kamu periksa."


"Ok." Dia yang berada di ujung telepon sana menjawab dengan datar.


"Sampai jumpa!" Tania mengakhiri panggilan itu dan langsung menghapus nomornya.


Teringat sikap pria itu yang begitu dingin tadi, muncul kemarahan didalam hati Tania. Sebelumnya, dihotel Phoenix dia begitu lembut, perhatian dan sangat ramah, apakah semuanya hanyalah pura-pura?


Dasar pria brengsek!!!


Sekarang sisa uang Tania hanya 1,4 juta, bahkan itu tidak cukup untuk beli susu.


Dia belum satu bulan bekerja, tanggal gajian masih sangat lama. Harus bagaimana ini?


Ditambah lagi kebingungan sebelumnya, saat Ely menceritakan lewat telepon bahwa Presdir Daniel lah yang membawa Tania keluar. Dan membawanya ke mobil Aston Martin.


Bukankah Aston Martin milik 'GIGOLO PELUNAS HUTANG', mengapa bisa jadi milik Daniel?


Memikirkan itu semua, kepala Tania menjadi sangat sakit. Tidak peduli lagi, sekarang dia bahkan tidak mampu untuk membeli makan, mana ada tenaga untuk memikirkan masalah pria...


Harus mencari cara untuk mendapatkan uang lebih.


Saat dia sedang berpikir, suara pintu diketuk dan dibuka dari luar. Ternyata bibi Juli yang masuk dan membawa beberapa selebaran lalu berkata, "Nona, besok kelas Matahari mau pergi bertamasya. Hari ini harus kesekolah untuk menandatangani surat dan menyerahkan pembayaran. Apakah Nona, atau aku yang pergi?"


"Bibi saja yang pergi. Lukaku belum sembuh, aku ingin istirahat." Tania mengambil ponsel, berniat mentransfer uang ke bibi Juli. "Perlu bayar berapa?"


"Biaya satu anak sebesar 1,6 juta. Jika tiga anak berarti, 4,8 juta." Bibi Juli menyerahkan sebuah kertas padanya.

__ADS_1


Saat melihat isinya, Tania tercengang. Taman kanak-kanak apa ini? Pergi bertamasya sehari, satu anak harus membayar 1,6 juta? Apakah pergi bermain ke surga?


Melihat saldo rekening yang tertera di ponsel Tania, bibi Juli segera mengubah perkataannya, "Oh iya, bibi baru ingat. Sebelumnya Nona memberiku uang untuk membeli perabot rumah, masih ada sisa 6 juta yang belum digunakan. Bibi akan menggunakan uang itu dulu."


"Aku tidak.... "


"Nona, bibi pergi kesekolah dulu. Nona beristirahatlah dengan baik. Setelah pulang, bibi baru memasak."


Selesai bicara, bibi Juli langsung pergi seperti bola yang melesat.


Melihat bayangan punggung bibi Juli, Tania merasa sangat bersalah. Sebelumnya, dia hanya memberikan 2 juta kepada bibi Juli untuk membeli perabot rumah tangga.


Bibi Juli hanya membeli rak sepatu dan rak buku, dan itupun masih ada sisa 600 ribu dan dikembalikan pada Tania.


Mana ada sisa 6 juta?


Jelas bahwa bibi Juli menjual perhiasannya sendiri untuk menutupi pengeluaran keluarga.


Tania merasa sangat malu dan bersalah. Akhirnya dia pun segera membuka komputer nya dan mencari lowongan pekerjaan sampingan di internet.


Supir panggilan, mengantar makanan...


Sepertinya pekerjaan ini tidak bisa ia lakukan, dia tidak punya mobil, bahkan motor listrik untuk mengantar makanan pun dia tidak mampu untuk beli.


Apa lagi yang dia bisa kerjakan?


Saat sibuk menggulir komputernya, tiba-tiba dia melihat ada lowongan pekerjaan sebagai penyanyi di bar. Syaratnya paras cantik, tubuh yang bagus, dan bisa bermain musik. Bayaran untuk satu jam sebesar 560 ribu.

__ADS_1


Orang-orang datang kesana hanya untuk mendengarkan musik, minum bir, mengobrol, bermain dan sedikit bermesraan....


Jadi, kalau dia bekerja disana. Sepertinya tidak akan ada masalah yang rumit, selain itu pula dia tidak akan bertemu dengan 'GIGOLO PELUNAS HUTANG'.


Tania segera membuka CV dan memasukkannya.


Sejak kecil, dia sudah belajar piano, sudah sampai dilevel 10, bahkan ia telah maraih banyak penghargaan internasional. Hanya saja semua itu adalah hobi.


Tidak pernah terpikir olehnya bahwa suatu hari dia akan mengandalkan hobi ini untuk mencari nafkah.


Setelah memikirkannya, Tania menelpon ke nomor telepon yang tertera dikolom lowongan untuk bertanya.


Dan pihak bar, langsung menanggapinya. "Malam ini sekitar pukul 8, kamu bisa datang untuk melakukan wawancara. Jika lolos, malam ini juga kamu bisa bekerja."


"Apakah bayarannya dibayar per hari?"


"Bisa dibayar per hari. Asalkan kamu berparas cantik dan bernyanyi dengan merdu. Masalah bayaran bisa dirundingkan."


"Baik, malam ini pukul 8, aku akan datang tepat waktu. Terima kasih!"


Baru saja dia mengakhiri panggilan, dari luar sudah terdengar suara anak-anak, "Mami, sudah pulang?"


"Carlos, Carles, Carla, Roxy!" Tania segera keluar menyambut mereka.


"Mami!" Ketiga anak itu dengan cepat masuk ke pelukannya, bahkan Roxy berputar-putar diatas kepalanya sambil menyebut, "Mami, Mami!"


"Carla, lagi-lagi kamu bawa Roxy kesekolah?" Tania memberikan kecupan dipipi mungil Carla yang tembam.

__ADS_1


"Roxy, bersembunyi didalam tas sekolahku. Sesampainya disekolah, aku baru menyadarinya."


Bibir Carla mengerucut dan lanjut menjelaskan, "Guru tidak menegurku, karena Roxy tidak memengaruhi teman belajar. Roxy malah bermain bersama teman-teman dan semuanya sangat menyukai Roxy."


__ADS_2