Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 44


__ADS_3

Semua ini karena wanita itu, yang menyebabkan dia disingkirkan oleh Daniel. Di turunkan dari manajer SDM yang hebat, menjadi penjaga pintu disini. Ketika rekan-rekannya melihatnya, mereka semua memandangnya dengan tatapan meremehkan.


Mantan bawahan dan teman dekatnya pun menghindarinya, mantan saingannya pun mengambil kesempatan untuk mempermalukan dan menginjak-nginjak harga dirinya.


Dan ini semua karena...., Tania!


"Emhhh, enak sekali." Tania memakan suapan terakhir bubur iga sapi itu dan tanpa ragu-ragu menjilat bibirnya, "Pantas saja, iblis itu bersikeras ingin makanan restoran ini, dia benar-benar tahu makanan enak."


"Sshhht__" David buru-buru mengingatkannya. "Terakhir kali, kamu meninggalkan pekerjaan tanpa izin selama tiga hari. Departemen SDM awalnya ingin memecat kamu, tapi Pak Presdir mempertahankan nya, tapi kamu malah memberikan julukan itu padanya, ini tidak baik."


"Hah?" Tania terkejut dan berkata, "Kamu bilang, iblis Daniel..... bukan, Pak Presdir yang mempertahankan ku?"


"Benar." David menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi__


"Sejak kamu pergi hari itu, kamu tidak pernah kembali. Manajer Jack juga tidak bisa menghubungimu.


Keesokan harinya aku harus melaporkan situasinya ke departemen personalia. Waktu itu departemen personalia mengatakan, apabila pergi tanpa izin harus di berhentikan.


Manajer Jack memintaku pergi ke departemen personalia untuk mengambil arsip, begitu tiba di departemen personalia, aku bertemu pengawal pribadi Pak Presdir yaitu Pak Ryan.


Pak Ryan secara pribadi memberitahu Manajer departemen personalia untuk sementara tetap mempertahankan posisimu dan menganggap nya sebagai cuti... "


"Ohh... " Tania sangat terkejut, rupanya iblis Daniel yang mempertahankannya?


"Selanjutnya kamu tidak boleh memberikan julukan itu kepada Pak Presdir. Kalau dia marah, dia benar-benar akan memecatmu, kamu mau cari kerja dimana?

__ADS_1


Aku sudah pergi ke beberapa perusahaan, gaji di Sky Well adalah yang terbaik, dan masa depannya sangat menjanjikan... "


David berkata dengan suara serak, dan ekspresi serius diwajahnya.


Dan kini, hanya ada satu pertanyaan yang ada di benak Tania, iblis Daniel kenapa mau mempertahankan ku?


Mungkinkah dia ingin menjadikan ku sebagai mainan? Dan terus menyiksaku?


Pasti begitu.....


Ahh, benar-benar kurang ajar!


Tapi tidak masalah, asalkan itu bisa membuatnya memikirkannya, berarti dia masih memiliki nilai guna disini.


Saat sedang berpikir, tiba-tiba terdengar suara alarm mobil dari kejauhan.


"Tunggu, aku pergi bersamamu." Tania buru-buru mengemas peralatan makanan.


"Kamu bereskan pelan-pelan, aku pergi duluan." David sangat teliti dan berlari dengan cepat kearah suara itu.


Setelah Tania selesai mengemas peralatan makan dan hendak membuangnya ke tempat sampah, tiba-tiba dia merasakan hawa dingin dibelakangnya__ __


"Tania, awas...... "


Seiring dengan suara teriakan, nampak sesosok bayangan putih seperti panah bergegas melindunginya dalam pelukannya.

__ADS_1


Dia merasakan dada yang kokoh, rasa aman dan hangat yang familiar.


Tania membuka matanya dan melihat wajah tampan Stanley, dan hatinya hampir meleleh....


"Tania, kamu tidak apa-apa, kan?"


Sorotan mata Stanley dipenuhi dengan kelembutan, meskipun aslinya berkerut karena sakit, tapi dia tetap mencemaskan Tania....


"Stanley..... "


Tania kembali ke akal sehatnya, dan baru menyadari bahwa Stanley, terluka karena melindunginya. Dahinya tergores dan berdarah, tangan kirinya terluka sampai tidak bisa di gerakkan.


Tania sangat cemas dan berkata, "Astaga kamu terluka, apa tulangmu patah?"


"Tidak apa-apa."


"Presdir, Stanley!" Beberapa bodyguard datang menghampiri, "Cepat bawa kerumah sakit."


"Tidak perlu." Stanley segera menghadang dan berkata, "Ini Sky Well, bukan kediaman keluarga Stanley, jangan membuat Presdir Daniel terkejut.... "


"Tapi Anda.... "


"Presdir, Daniel!" Dani pengawal Stanley berteriak dan terkejut.


Tania mengangkat kepalanya, tampak dari kejauhan Daniel berdiri ditengah koridor dan menatap mereka dengan wajah dingin dan senyuman sinis.

__ADS_1


Tatapan matanya sangat dingin seperti es!


__ADS_2