Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 219


__ADS_3

Bangun pada pagi hari, matahari bersinar diluar. Tania tanpa sadar menyentuh bantal, tapi tidak ada seorang pun disampingnya.


Ketika dia hendak duduk, ia melihat sosok yang familiar duduk di sofa dekat jendela sambil minum kopi.


Tania duduk dan menatapnya dengan takut, kemudian berkata: "Aku ingin pulang."


Daniel hanya terdiam dan terus minum kopi.


"Aku tak bisa tinggal selamanya disini, 'kan?" Tania berkata dengan hati-hati, "Aku akan datang jika kamu ingin bertemu denganku."


Dia telah menyetujui hubungan mereka, atau mungkin yang dia butuhkan hanyalah teman tidur...


Daniel masih terdiam, Tania mengangkat selimut dan turun dari ranjang. Berjalan ke hadapannya dan dengan lembut mengguncang bahunya, "Kumohon, aku benar-benar harus pulang.... "


Sebelum selesai bicara, dia ditarik kedalam pelukannya, "Jangan bertemu Viktor lagi, jangan bertemu Stanley lagi." Daniel memerintah dengan tegas.


"Iya." Tania mengangguk, "Tapi, aku harus menjemput anakku dulu, kemudian mengucapkan selamat tinggal dan mengklarifikasi beberapa hal pada Viktor."


Setelah melihat wajahnya menjadi muram, Tania menambahkan, "Aku akan memberitahunya bahwa aku sudah berpacaran denganmu dan setelah itu aku tidak akan bertemu dengannya lagi, aku janji!"


"Ingat janjimu!"


Tangan Daniel meraba tubuhnya dan mulai lancang lagi.

__ADS_1


Tania tiba-tiba melunak dan meleleh seperti air di pelukannya.


Semua kebebasannya hanya bisa ditukar dengan sikap lembutnya.


.....


Meninggalkan bila Daniel.


Tania merasa seperti seseorang yang baru keluar dari penjara dan terlahir kembali.


Dengan hormat Lily berkata kepada Tania, "Nona Tania, rumah baru Anda sudah di siapkan. Kelak tidak akan ada yang tahu alamat rumah baru Anda, kecuali Tuan Daniel."


Tania tertegun, "Apa? Aku tidak meminta kalian untuk menyiapkannya. Aku baru saja menyewa rumah baru."


"Aku sudah membantumu mengembalikan rumah itu." Lily menjelaskan.


"Anda tenang saja. Meskipun Tuan Daniel membelikan rumah ini untuk Anda, dia tidak akan datang mengganggu. Anda dan anak-anak bisa hidup dengan damai. Jika Tuan Daniel ingin bertemu dengan Anda, aku akan menjemput Anda." Lily menambahkan.


"Baiklah."


Tanpa sadar, mobil telah tiba ditempat. Tania tercengang!


Disinilah dulu dia tinggal!

__ADS_1


Jalan bahagia adalah tempat terkenal dimana orang kaya dan miskin bertemu. Dulu Tania tinggal di nomor 32, dan termasuk perumahan kelas bawah. Semakin tinggi nomornya, semakin miskin penduduknya. Nomor 1 sampai 10 adalah Vila kelas atas.


Sekarang, hanya dalam beberapa hari dia bisa tinggal di jalan Bahagia no.1, Vila yang dikagumi semua orang!


"Kapan kamu membelinya?" Tania bertanya.


"Satu jam yang lalu. Gedung ini dikembangkan oleh perusahaan Grup Sky Well dan rumah yang disiapkan untuk Anda adalah rumah untuk contoh. Aku telah menyuruh orang seseorang untuk membereskannya... " Lily melihat jam tangan, lalu menambahkan, "Setelah Anda berpamitan dengan Tuan Viktor, lalu makan siang bersama anak Anda, begitu Anda tiba di rumah, semuanya akan selesai."


Tania berpikir, tampaknya semua yang dia miliki berada di bawah kendali Daniel.


Lily telah mengatur segalanya dan memberitahu Viktor untuk mengantar bibi Juli dan anak-anaknya bertemu di sebuah restoran dekat rumah barunya.


Akhirnya, Tania bertemu dengan ketiga anaknya. Anak-anak bersorak dan memeluk Tania dengan erat, menolak untuk melepaskannya.


Bibi Juli menyaksikannya, lalu menyeka air mata. Tania tenggelam dalam kasih sayang yang hangat, lupa bahwa ada orang lain disampingnya.


Bibi Juli mengingatkannya dengan lembut, "Nona, Nona, Tuan Viktor ada disini."


Tania akhirnya tersadar, lalu menatap Viktor.


Dia terus berdiri dan terdiam di depan pintu, lalu tersenyum sambil menatapnya dengan lembut.


Tak lama kemudian ketiga anaknya dibawa bibi Juli menuju ruang makan. Ketiga anak itu menyapa Viktor, "Paman Viktor, terima kasih sudah menjaga kami beberapa hati ini."

__ADS_1


"Paman Viktor, kami makan dulu, sampai jumpa!"


"Sampai jumpa." Viktor melambaikan tangan pada mereka dan senyum diwajahnya sangat hangat.


__ADS_2