
"Kalian harus meminta maaf kepada Nona Tania." Lily berkata dengan dingin.
Wajah Kety membiru, tentu saja dia tidak ingin meminta maaf kepada Tania.....
Tapi melihat Stanley yang diam saja dan melihat aura Daniel seperti Raja Neraka, dia harus menebalkan mukanya dan menundukkan kepala untuk meminta maaf, "Tania, maaf. Bibi yang salah... "
"Ma, tidak perlu meminta maaf padanya." Alisia buru-buru menyela Kety, menunjuk Tania dan berkata dengan penuh antusias. "Presdir Daniel, Anda pasti tidak tahu kan? Wanita ini tidak sepolos kelihatannya, dia wanita liar. Empat tahun lalu dia bermain dengan Gigolo di bar, membuat ayahnya marah, dan melahirkan... "
Tania terkejut dan ketika hendak membungkamnya.. ..
"Diam!" Stanley buru-buru berteriak...
Pada saat yang sama, Alisia ditampar keras, bukan oleh Stanley, tapi oleh Kety.
Alisia menutupi wajahnya dan menatap ibunya dengan tidak percaya, "Ma, kamu.... kenapa kamu menamparku?"
__ADS_1
Stanley juga terkejut, karena Kety sangat memanjakan putrinya, kenapa hari ini dia menamparnya?
Bibir Tania melengkung membentuk seringai mengejek, dia sungguh meremehkan Kety...
Mengetahui posisi, memahami situasi, dan lepas tangan, sungguh orang yang berbakat!"
"Jangan sembrono di hadapan Daniel!" Kety berbisik kepada Alisia, lalu membungkuk dan meminta maaf kepada Daniel, "Presdir Daniel, ini semua salah kami yang telah mengganggu acara perjamuan Anda, mohon belas kasihan Anda, jangan diambil hati!"
Daniel bahkan tidak melihatnya, dia meraih tangan Tania dan membalikkan badan lalu pergi...
Saat Stanley melihat Daniel memegang tangan Tania, tatapan nya menjadi kacau....
"Tidak, tidak, pelelangan baru saja di!mulai, bagaimana bisa kita pergi?" Kety berkata sambil tersenyum, "Kamu masuk dulu saja, aku akan menghibur dulu Alisia dan segera kembali."
"Ok, terserah kalian." Stanley tidak ingin berbicara dengan mereka sama sekali dan pergi dengan cepat.
__ADS_1
"Stanley... " Alisia ingin memeluknya tapi ditahan oleh Kety, "Jangan membuat masalah lagi, dengarkan Mama."
"Kenapa?" Alisia bergetar karena marah, "Kanapa Mama melakukan ini?"
"Anak bodoh... " Kety memeluknya dengan sedih, "Mama melakukan ini untuk kebaikanmu sendiri. Coba pikirkan, apa yang akan terjadi jika kamu membeberkan masalah Tania di depan begitu banyak orang?"
"Apa yang akan terjadi?" Alisia tidak mengerti, "Tania menyembunyikan keberadaan anaknya, kita harus memberi tahu Presdir Daniel, dia harus mengusir perempuan ****** ini, jangan berhubungan dengan wanita ini lagi. Presdir Daniel seharusnya berterimakasih kepada kita, apa yang salah?"
"Kamu sangat bodoh... " Benar-benar jauh dari harapan Kety, "Pria mana yang tidak punya gengsi? Apalagi seorang bangsawan seperti Daniel! Jika kamu membeberkan rahasia Tania di depan begitu banyak orang, itu sama saja seperti mengatakan bahwa Daniel buta. Sama saja seperti kamu menamparnya!"
Alisia tercengang setelah mendengar perkataan ini, sepertinya benar....
"Kelak tidak hanya Tania yang akan menderita, tapi juga kita bahkan keluarga Stanley dan kita yang akan kena getahnya." Kety berkata dengan penuh emosi__ __
"Aku sudah lama mendengar bahwa Daniel ini adalah Raja Yama didunia bisnis. Jika dia ingin suatu perusahaan mati, maka perusahaan itu tidak akan lama! Apalagi dia kejam dan bengis, jadi tolong jangan main-main dengannya."
__ADS_1
"Ok, aku mengerti.... " Alisia menutup mulutnya dengan perasaan bersalah, "Kalau begitu Mama juga tidak perlu menamparku. Katakan saja padaku jangan membeberkannya?"
"Jika aku tidak menamparmu, Stanley lah yang akan melakukannya." Kety mengerutkan kening, "Aku bisa lebih pelan menamparmu, tapi jika Stanley yang menamparmu, habislah kamu."