Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 131


__ADS_3

"Hati-hati kalau bicara!" Tania berkata dengan marah.


"Itu memang kenyataan... "


"Kamu jangan bicara." Kety menyela Alisia, mengerutkan dahi sambil memelototinya segera berkata pada Tania...


"Tidak peduli dicuri atau yang lainnya, itu tidak penting. Pokoknya, gelang itu hilang ditangan putrimu. Kami adalah orang yang berbicara dengan rasional, tidak mempersulit anak, maka memanggil orang tua untuk berdiskusi. Kamu katakan sendiri, harus bagaimana?"


Sejak diberi pelajaran oleh Daniel pada acara lelang sebelumnya, Kety mengubah strateginya.


Sekarang, dia sengaja berkata dengan sungkan dan rasional kepada Tania. Dengan demikian, meskipun kelak Daniel bertanya, maka tidak akan menemukan kesalahannya.


"Harap berikan aku sedikit waktu, biarkan aku mencari tahu permasalahannya dengan jelas."


Tania juga merupakan orang yang rasional, tidak peduli seberapa bencinya dia terhadap Alisia dan Kety, kalau anaknya menghilangkan barang orang lain, tentu saja dia harus bertanggung jawab.


"Kami harus segera pulang untuk merayakan ulang tahun cucuku." Kety melihat jam tangan, "Bagaimana kalau 10 menit?"


"Baik." Tania menggendong Carla kesamping untuk menenangkannya, lalu berkata pada bibi Juli dengan pelan, "Bibi Juli, bukankah kemarin malam aku memintamu membawa Carla untuk mengembalikan gelang pada guru?"

__ADS_1


"Benar, saat mengantar anak-anak naik bus sekolah, aku tidak melihat ibu Brenda. Maka aku berpesan pada Carla untuk menyerahkan pada guru sendiri. Tidak disangka.... Astaga, ini salahku!" Bibi Juli merasa sangat bersalah.


"Tidak apa-apa, kamu jangan menyalahkan diri sendiri, aku akan bertanya dengan jelas dulu." Tania menyentuh wajah kecil Carla, dan bertanya dengan lembut, "Carla, sekarang, bisakah kamu beritahu Mami apa yang terjadi?"


"Saat tiba disekolah, aku ingin mengeluarkan gelang dan menyerahkannya pada ibu guru, tetapi gelangnya tidak ada." Carla cemberut, berkata dengan terisak-isak, "Mami, maaf.... "


"Tidak apa-apa, tidak apa-apa." Tania segera memeluknya, "Carla, kamu masih kecil, wajar kalau berbuat salah. Mami akan membantumu menyelesaikannya, jangan takut, mengerti!"


"Mami, apakah Mami akan masuk penjara?"


Carla memeluk leher Tania dengan erat, tangan kecilnya yang gemuk hampir membuat Tania sesak napas, seperti akan kehilangan ibunya begitu tangannya dilepas.


Tania menepuk punggungnya, mengisyaratkan sesuatu pada bibi Juli dengan sorot matanya.


Bibi Juli segera membujuk Carla, "Carla, bagaimana kalau kita pergi mencari kakak? Mereka masih dikelas membantumu mencari gelang. Mari kita pergi lihat apakah sudah menemukannya."


"Ya, ya." Carla segera melepaskan tangannya, berlari keluar mengikuti bibi Juli. Setelah berlari beberapa langkah, dia berbalik dan berkata pada Tania, "Mami, kita akan segera kembali setelah menemukan gelang."


"Baik, pergilah." Tania mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


"Hei, bagaimana bisa kamu membiarkan anak itu pergi? Kalau begitu, aku harus mencari siapa untuk mendapatkannya?" Alisia langsung berdiri.


"Apakah kamu bisa mendapatkannya dari dia?" Tania berkata dengan dingin, "Bukankah tadi kamu sudah mengatakannya? Masalah ini, tentu saja orang tuanya yang harus bertanggung jawab."


"Kami tidak punya waktu untuk berdiskusi pelan-pelan denganmu." Alisia tidak sabar, "Kembalikan gelang ku, atau ganti rugi. Kalau tidak, aku akan menuntut anakmu karena mencuri."


"Kamu benar-benar gampang emosi, seharusnya belajar dari ibumu!" Tania memelototinya dengan dingin.


"Kamu.... " Alisia marah sampai wajahnya pucat.


Tania tidak mempedulikannya, meminta ibu Brenda dan ibu Desy kesamping untuk menanyakan situasi.


Kemarin sore Ibu Brenda melihat Kristian memberikan gelang pada Carla. Dia tidak tahu apa yang terjadi setelah itu. Setelah masalah terjadi, dia sudah mencari dikelas dan lapangan, tetapi tidak menemukan gelang itu.


Setelah kejadian, ibu Desy juga meminta guru lain untuk membantu mencari gelang, juga menginformasikan staf sekolah untuk memeriksa kamera pengawas. Mereka akan segera memberitahunya begitu ada kabar.


"Kami sudah menghabiskan waktu satu jam disini." Pada saat ini Kety berbicara, "Waktu kami sangat berharga, tidak bisa terus di sia-sia kan seperti ini, lapor polisi."


"Sekarang hanya bisa lapor polisi. Oh ya, ingat untuk memberitahu media!" Kety mengibaskan rambutnya, "Jika tidak, gawat kalau sampai diambil dan dijual orang lain!"

__ADS_1


__ADS_2