Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 172


__ADS_3

"Jelas sekali." Daniel menatapnya dengan simpati, "Ayahmu termasuk orang besar. Kamu tidak sedikitpun mewarisi kemampuan ayahmu. Hal sederhana seperti ini saja kamu tidak paham."


"Aku akan menyelidiki masalah ini... " Tania mengepal tangannya erat.


Kekayaannya ditelan orang lain adalah hal lain. Masalahnya ia curiga dengan penyebab kematian ayahnya. Apakah ada rahasia lainnya yang tersembunyi?


"Semangat." Daniel berdiri meninggalkannya.


"Hei." Tania memanggilnya, "Kamu tidak bisa membantuku?"


"Kamu bukan orang ku, kenapa harus membantumu?" Jawab Daniel dengan tegas, "Jika kamu adalah orang ku, aku akan mengurusnya untukmu!"


"Cih!" Tania menatap dingin, "Aku akan mencari pengacara sendiri."


"Terserah kamu." Daniel membalikkan badan dan pergi. Ia lanjut berbicara tanpa menoleh, "Toh jika kamu tidak bisa mengembalikan kalung itu sebelum jam 9 malam besok, kamu akan menjadi orangku!!"


".... "


Tania teringat surat perjanjian itu, besok jam 9 malam adalah tenggat waktunya.


Bagaimana ini, kalung itu di bawa Alisia ke Bordeaux, pasti sulit mengambilnya kembali...

__ADS_1


Malam itu Tania berguling kesana kemari, ia tidak bisa tidur. Sebentar-sebentar memikirkan paket mengerikan itu, sebentar-sebentar memikirkan identitas Daniel dan gigolo, kemudian masalah ayahnya...


Otaknya sudah mau meledak....


Ia menggeleng-geleng kan kepala, mengingatkan dirinya jangan berpikir lagi. Selangkah demi selangkah saja...


Tania baru tertidur lelap saat hari menjelang fajar. Tetapi baru tertidur beberapa saat, ponselnya berdering. Ia menjawab telepon setengah sadar. Terdengar suara Alisia memakinya dari seberang telepon...


"Hei Tania, dasar wanita jalan*, hebat juga ya, kamu. Demi kamu, Stanley ingin bercerai dariku!!"


Tania tidak bisa tidur sepanjang malam, ia baru saja memejamkan mata. Jadi begitu mendengar makian ini, kesadarannya belum kembali.


"Biar aku yang bicara." Kety merebut telepon. Kemudian omelan dan makian Kety terdengar...


"Tania, perjanjian itu hitam di atas putih, kamu sendiri yang tanda tangan di hadapan kedua guru. Bukan kami yang memaksamu, kamu malah mengarang cerita di hadapan Stanley?


Luar biasa kamu, mahir sekali berpura-pura. Pura-pura jadi wanita polos tampang tak berdosa, padahal hatinya paling kotor dibandingkan yang lain. Aku beritahu kamu, jangan coba merayu Stanley di saat Alisia tidak ada, Stanley tidak akan serius dengan wanita jalan* sepertimu... "


"Sudah cukup marahnya?" Tania tidak sanggup mendengarnya lagi, "Kita sudah sepakat, dalam 7 hari aku akan mengembalikan gelang kalian dan mengambil balik kalung itu. Kalian malah membawanya ke luar negeri, jelas-jelas kalian yang sengaja mengulur waktu." Ucap Tania cepat.


"Terserah aku dong mau kemana. Berani-beraninya kamu membatasi kebebasan pribadiku... "

__ADS_1


"Kalau begitu kamu tidak usah pulang lagi." Tania langsung memotong pembicaraan Alisia, "Stanley janji bertemu denganku malam ini, kami akan mengenang masa lalu... " Tania sengaja memancingnya.


"Kamu, kamu berani... "


"Jangan khawatir, di saat kamu tidak ada, aku yang akan menemani Stanley!"


Setelah Tania selesai bicara, ia langsung menutup teleponnya.


Sepasang ibu dan anak yang tidak tahu malu dan hina itu. Benar-benar tidak bisa di beri keringanan. Mereka mengira, mereka bisa menginjak dirinya sesuka mereka.


Saat sedang merenung, ponselnya tiba-tiba berdering. Stanley yang menelpon...


"Halo... "


"Tania, aku sudah memberitahu Alisia agar ia segera kembali ke Kota Bunaken, dan mengembalikan kalung itu padamu."


"Bukankah kamu bilang mereka akan berlibur beberapa hari di Bordeaux? Kenapa tiba-tiba begitu terburu-buru?"


"Aku khawatir Presdir Daniel akan mempersulit mu, jadi aku mencarinya untuk menjelaskan masalah ini. Dia bilang waktumu hanya 3 hari. Hari ini jam 9 malam adalah tenggat waktunya."


Suara Stanley sangat gelisah, "Kamu tenang saja, Alisia sudah membeli tiket pulang. Nanti jam 8 malam tiba disini. Aku akan menunggunya di bandara. Aku pasti mengembalikan kalung itu kepadamu."

__ADS_1


__ADS_2