
"Aku, aku... "
Dalam seketika wajah Tania memerah, didalam benaknya terlintas adegan sebelumnya. Agar dapat menahan Daniel, ia memulai duluan adegan panas itu...
Ah, astaga!!!
Tania malu menutupi wajahnya, ia ingin sekali mencari celah untuk bersembunyi...
"Heh!" Daniel tertawa. Tampang konyol dan bodoh wanita ini benar-benar menggemaskan.
"Kamu lebih berani sore tadi dari pada sekarang." Daniel sengaja menggodanya. "Tidak minum alkohol, tidak dalam pengaruh obat, tapi kamu begitu ramah padaku... "
"Aku... " Tania baru saja ingin bicara, tiba-tiba ia teringat satu poin penting, "Kamu pernah melihat tampang ku dalam pengaruh obat?"
Dua kali ia berhubungan dengan pria itu, selalu dalam pengaruh obat.
Tapi, dua kali itu semuanya dengan gigolonya.
Jika ia bukan gigolo, maka berarti Tania...
"..... "
Daniel tertegun sejenak, ia berteriak dalam hati, hampir saja keceplosan.
Tetapi dengan cepat ia bereaksi dan berbicara dengan tenang, "Bukankah aku pernah melihatnya di Bar Kaisar, apa kamu sudah lupa?"
"Oh!" Tania hampir saja lupa, saat itu ia diberi obat oleh Yuni dan ia yang menyelamatkannya.
Tetapi, bagaimana caranya membuktikan bahwa ia adalah gigolonya?
__ADS_1
"Pergi mandi dan tidur lagi, hari belum pagi." Daniel berdiri hendak pergi.
"Jangan pergi." tiba-tiba Tania memeluknya dari belakang, meletakkan wajahnya dipunggung Daniel dan bermanja dengan suara lembut, "Tinggallah disini menemaniku... "
Ia sudah tidak peduli, toh sudah pernah tidur bersamanya. Lebih baik melakukannya sampai tuntas.
"Hari ini... kamu sangat berbeda... "
Daniel mengakuinya, ia sangat menyukai ini. Begitu wanita ini berinisiatif duluan, aliran darahnya langsung mendidih, sulit untuk menolaknya.
Tetapi, Daniel tahu jelas apa tujuan wanita ini. Ia tidak akan membiarkan wanita ini mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Suka?" tanya Tania.
Ia berinisiatif mencium daun telinganya, tangannya meraba bajunya. Piyama macam apa yang dikenakannya? Bagian belakangnya begitu erat, sulit sekali dilucuti.
Daniel membalikkan badan dan menangkup wajah Tania. Lalu, menciumnya dengan ganas, dan menekannya ketempat tidur.
"Hm... " Tania menggeliat dengan gelisah, kedua tangannya melucuti pakaian Daniel dengan lemah. Ia ingin melihat bagian punggung belakangnya, tetapi pakaiannya sulit sekali dilucuti.
Sungguh merepotkan sekali...
"Biar aku sendiri saja."
Daniel melepaskan jubah mandinya dan melemparnya kesamping. Lalu, tubuhnya menekan Tania kembali.
Tania menjulurkan leher ingin melihat punggung Daniel, tetapi Daniel malah mematikan lampunya.
"Kenapa dimatikan?" Tania terperangah.
__ADS_1
"Dalam kegelapan akan lebih baik..." Daniel menggigit telinganya Tania, jari-jari tangan menyisip ke tangannya, mengeratkan sepuluh jarinya, "Lihat aku!"
Tania melihatnya secara refleks. Didalam kegelapan itu, tampak seperti binatang buas, matanya berbinar dan hasrat keinginannya melonjak.
Tiba-tiba Tania teringat malam di empat tahun yang lalu dan mobil di tepi laut itu...
Gigolo yang waktu itu juga seperti ini menatapnya.
Sepasang mata itu, sama persis...
Ia yakin pasti dia, pasti dia!
"Jangan sembarangan berpikir... " napas panas Daniel menggodanya, "Fokus sedikit... "
Tania mulai memejamkan mata, ia tenggelam dalam dunianya...
Sepanjang malam, sosok tubuh terjalin bagaikan tanaman merambat yang sedang naik turun terpantul ke jendela oleh cahaya bulan.
Daniel semakin menguasai tubuh polos Tania. Napas bergelora dan bergairah menyatu menjadi syair-syair indah di dalam kamar itu. Hentakan demi hentakan tercipta lembut lama kelamaan menjadi hentakan yang sangat dasyat.
Segala kekacauan didalam benak Tania dikuras bersih oleh Daniel. Keganasan dan kegairahan nya membuat Tania tidak mampu berpikir, ia hanya bisa menempel dengannya dengan lembut...
Ketika bercinta itu semakin dalam, Tania bergumam tanpa sadar, "Gigolo ku... "
Mendengar ini, Daniel terkesiap dan mengernyitkan kening....
Siap2 yeh, beberapa part lagi ke ungkeb si gigolo itu siapaπππ
__ADS_1