
"Kamu akhirnya menikah dengan Stanley dan melahirkan seorang putra dengannya, bagaimana bisa membiarkan orang lain merusak kebahagian yang diperoleh dengan susah payah ini?" Kety berbisik pada Alisia.
"Mama, maksudmu adalah.... "
"Malam ini aku akan membuat Tania menerima kenyataan pahit ini, lalu mundur." Kety mencibir, "Lihat saja dan tonton pertunjukannya!"
"Aku tahu, Mamaku sangat mencintaiku." Alisia memeluk Kety dan menciumnya, "Ma, tahu tidak sejak Tania kembali, Stanley bersikap sangat dingin kepadaku, aku sangat khawatir.... "
"Nanti jangan bahas masalah ini, jika tidak, ini akan merusak hubunganmu dengan Stanley." Kety menepuk tangan Alisia dan mendesak, "Kamu harus menjadi istri yang perhatian, dan biarkan Mama yang bereskan sisanya."
"Iya, iya." Alisia mengangguk terus menerus, "Aku mengerti."
"Ayo masuk, Kristian mana?"
"Tertidur di dalam mobil."
..........
Ketika Dani mengantar Tania ke dalam vila, semua orang menatapnya.
Beberapa paman dan bibi sekilas mengenali Tania, pandangan mereka terhadapnya berbeda-beda, Masing-masing memiliki pemikiran sendiri, dan beberapa orang berbisik....
"Kenapa dia ada disini?"
"Dulu dia melakukan hal-hal konyol yang membuat ayahnya marah, sekarang dia masih berani menunjukan wajahnya? Kalau aku, pasti akan bersembunyi di tempat yang jauh."
__ADS_1
"Ssttt, berhenti bicara!"
"Kenapa aku tidak boleh bicara? Dia sudah melakukannya, kenapa aku tidak boleh mengatakannya?"
.......
"Tania." Frank menyambutnya dengan antusias, "Akhirnya aku bisa melihatmu, aku mencarimu selama ini. Bagaimana kabarmu?"
Suaranya terdengar begitu tulus, benar-benar tampak seperti kerabat yang peduli pada generasi muda.
"Aku baik-baik saja, terima kasih paman."
Tania menatapnya sambil tersenyum, benar-benar ingin melihat hati seseorang yang sebenarnya.
Oleh karena itu, dia tidak mampu melakukan hal yang besar, hanya bisa menjadi pengikut James, tapi dia melakukannya dengan sepenuh hati.
Hanya saja, Tania tidak mengerti kenapa setelah insiden ayahnya, mereka bersembunyi dan menghindarinya. Bahkan tidak menghadiri pemakaman? Kemudian hilang kontak.
"Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu duduk di kursi roda?" Frank bertanya dengan prihatin, "Apakah kamu terluka?"
"Ya." Tania mengangguk, "Hanya cedera ringan, tidak parah."
"Jika aku tahu kamu terluka, pasti akan ku jemput... " Frank tampak bersalah, "Kamu sekarang tinggal dimana? Tinggal disini saja, aku dan bibimu akan merawatmu."
"Ya!" Terdengar suara Kety yang menggema, "Aku telah meminta pembantu untuk membersihkan kamar tamu. Kamu dan anak-anakmu bisa pindah kapan saja. Pamanmu dan aku akan membantumu pindah."
__ADS_1
"Anak, anak apa?" Frank nampak tidak tahu tentang anak itu.
Orang-orang di sekitar juga terbelalak karena terkejut mendengar percakapan ini.
"Astaga, aku lupa." Kety menepuk kepalanya dan berkata dengan marah, "Suamiku, aku lupa memberitahumu bahwa Tania sekarang memiliki tiga.... "
"Bibi!"
"Mama!"
Tania dan Stanley menyela secara bersamaan, keduanya saling bertatapan dengan tatapan yang kacau.
"Stanley... " Alisia segera berjalan mendekat dan meraih tangan Stanley, bersandar padanya dengan erat, "Kristian tertidur, tolong bawa keatas."
Stanley melirik Tania kemudian berkata pada Kety, "Ma, ikut aku. Kebetulan ada yang ingin kubicarakan."
"Biar ayahmu saja yang menemanimu." Kety segera mengedipkan mata pada Frank.
Frank sangat patuh pada istrinya kemudian segera menarik Stanley, "Stanley, aku akan menemanimu."
Meskipun Stanley sedikit tidak berdaya, dia mau tidak mau pergi meninggalkannya.
"Astaga, kenapa diam saja." Kety mulai menyapa, "Jangan sungkan, mari duduk. Alisia, kamu jangan berdiri saja, cepat dorong kursi roda kakakmu."
"Oh."
__ADS_1