
Pada malam ini tepat pukul 8:30, Tania pulang agak terlambat, dia masih diperjalanan. Dikarenakan sebelumnya, Tania mencari gelang dari sore hari sampai malam, tapi tetap nihil. Gelang itu tidak bisa ditemukan!
Setelah sampai rumah, ia segera bergegas untuk ganti baju. Tak lupa dia memberi tahu bibi Juli untuk menemani ketiga anaknya yang sedang tertidur. Tania sedikit terlambat saat sampai bar Downtown.
Di sudut ruangan, Danny melambaikan tangan dengan panik, memberi isyarat padanya supaya berdandan dan naik ke panggung.
Pada saat yang sama, Tania menyadari ada seorang pria yang mirip 'GIGOLO PELUNAS HUTANG'HUTANG'. Dia duduk dengan postur arogan, menggoyangkan dengan gelas anggur, sorot matanya tersenyum dengan penuh arti.
Tania mengalihkan pandangannya dengan panik, dia langsung naik panggung dan menggunakan topeng renda hitam. Menyanyikan lagu Tailor Swife, "Style."
Penonton langsung bersorak, dan bertepuk tangan meriah.
Tania tenggelam dalam nyanyiannya, tidak memperdulikan sekitar. Setelah selesai, dia pergi ke belakang panggung, dan dikawal oleh petugas keamanan. Lalu dia melihat daftar tip, astaga, malam ini untuk tip saja, dia mendapatkan 96 juta!
Ya, pada saat ruangan penuh dengan sorakan karena nyanyian Tania, semua orang berebut untuk memberinya tip.
Tak lama kemudian, muncul sebuah kode QR pembayaran dilayar elektronik, diatasnya tertulis tip untuk 'Ratu Malam'.
Dia tercengang!
"Bagaimana? Penghasilan yang bagus kan?" Terdengar suara Danny.
"Astaga, begitu banyak uang, bagaimana membaginya?" Tania bertanya dengan penuh semangat.
"Peraturan kami, semua tip adalah milik penyanyi." Danny tersenyum cerah. "Kamu juga membawakan cukup banyak bisnis untuk bar kami, aku harus berterima kasih padamu!"
"96 juta, semuanya untukku? Aku tidak salah dengar, kan?" Tania sama sekali tidak mempercayainya.
"Benar, penyanyi lain juga sama. Berapa pun tip yang didapatkan, semua itu adalah milik mereka." Danny menunjuk kearah layar.
"Bagus sekali, aku kaya!" Tania memegang ponsel, sangat gembira, hampir saja melompat.
__ADS_1
"Kelak, nama julukan kamu di bar kami adalah Ratu Malam." Danny berkata sambil menunjuk kelayar, "Aku mendapatkannya seadanya, kamu tidak keberatan, kan?"
"Jelek sekali."
Tania langsung teringat pada Daniel, Lily memanggilnya Tuan Daniel, dan apa..... dia sekarang, malah menjadi Ratu Malam. Seperti berpasangan dengan iblis itu.
"Hahaha, aku orang yang kasar, tidak berpendidikan, langsung terpikir nama yang ini, pakailah untuk sementara. Lagian, itu juga hanya di bar kami saja." Danny tersenyum sambil menggaruk kepala.
"Apa aku boleh meminjam topeng ini?" Tania menunjuk pada topeng diwajahnya, "Tidak baik bertemu orang yang aku kenal dan tahu bekerja disini. Setelah memikirkannya, sebaiknya aku memakainya saat datang ke bar."
"Tentu saja tidak masalah, kamu pakai saja."
Danny menyetujuinya dengan cepat. Pada saat ini, rekening bar menerima tip lain untuk Tania, 199.998.000!
"Astaga, aku kaya, aku kaya." Tania sangat gembira.
"Tuan Billy yang memberikannya." Danny melihat rekening, berkata dengan tersenyum, "Dia di luar, apakah kamu mau minum dengannya?"
"Teman yang duduk disampingmu?" Tania sangat penasaran, "Apa pekerjaannya?"
Saat mendengar ucapannya, Tania sangat tercengang. Mungkinkah dia benar-benar si 'GIGOLO PELUNAS HUTANG?'
"Aku harus buru-buru pulang, tolong sampaikan terima kasihku pada mereka." Ucap Tania pada Danny sambil buru-buru pergi.
Melihat bayangan punggungnya, terlihat senyum misterius di sudut mulut Danny.
Seorang laki-laki muda menahan Tania ditepi jalan, "Wanita cantik, aku sudah lama menunggumu, ayo kita minum bersama."
"Maaf, kamu salah orang." Tania menundukkan kepala, ingin lewat dari samping orang itu, tetapi malah ditahan oleh pengawalnya. Pada saat yang sama, laki-laki muda itu segera berjalan kedepan Tania, berkata denga cukup tulus, "Tenang saja, aku bukan orang yang jahat, aku hanya ingin berteman denganmu."
"Aku masih ada urusan dirumah." Tania berjalan ke sisi lain.
__ADS_1
"Kalau begitu, jangan salahkan aku yang memaksa." Laki-laki itu hilang kesabaran. Sambil bicara, dia langsung melangkah maju dan menyerer Tania ke mobil...
'Tin tin!'
Terdengar suara klakson, dengan sorot lampu tajam yang menyorot mata laki-laki itu.
Pengawal laki-laki itu berjalan dengan galak menghampiri mobil itu, kemudian kembali dengan wajah muram, "Tuan Peter, itu Tuan Billy!"
"Tuan Billy yang mana?" Dalam sekejap laki-laki itu tidak ingat.
"Lepaskan dia!"
Seorang yang berbadan tegap dan tinggi keluar dari mobil, dan berjalan kearahnya, membawa aura dingin yang menusuk tulang.
Mendengar suara itu Tania tercengang, bahkan suaranya pun begitu mirip, dia benar-benar si 'GIGOLO PELUNAS HUTANG?'
"Jangan marah, aku tidak tahu jika wanita ini adalah orangmu." Peter baru ingat dengan Billy, dia ketakutan hingga pucat. Peter meminta maaf kepada Tania, "Maaf, aku buta. Tidak seharusnya aku menyinggungmu."
"Pergi!" Billy penuh emosi.
Peter dengan merasa malu buru-buru membawa anak buahnya pergi.
Billy menarik Tania kedalam mobil, ingin memberontak tapi melihat Aston Martin, dia melepas keraguannya dan naik ke mobil.
"Sepertinya saat itu kesan aku cukup mendalam bagimu, kakakku sudah... "
'Plak'
Belum selesai bicara, Billy ditampar oleh Tania, "Kamu Si gigolo, ternyata berani-beraninya mempermainkanku."
"Eh... "
__ADS_1
Billy tercengang, dia pikir Daniel sudah menjelaskannya dan mengenalkannya pada Tania, baru saja dia ingin berkata, "Kakakku sudah memberirahumu, kan?"
Tak disangka, Tania mengira dirinya adalah diri Daniel yang lain...