Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 260


__ADS_3

Vila kediaman Viktor.


Viktor membawa Tania ke vila pribadinya dan mencarikan dokter untuk mengobati Tania dan Roxy.


Viktor sudah menggunakan berbagai koneksi untuk memeriksa. Hingga pukul delapan malam, akhirnya ia memiliki petunjuk. Ia bergegas membawa laptop kehadapan Tania.


Didalam video pertama menunjukan bahwa anak-anak turun dari bus, lalu bus sekolah pergi. Video itu merekam hingga anak-anak berjalan ketepi jalan. CCTV itu hanya merekam bagian itu.


Video kedua menunjukan bahwa anak-anak mulai bermain di pinggir jalan, lalu Carla menunjuk sebuah hutan sambil berbicara sesuatu, dan Carles pun pergi menuju hutan itu.


Di seberang hutan ada sebuah jalan, tetapi anehnya CCTV dijalan itu telah dihapus.


Apa telah terjadi sesuatu kepada anak-anaknya?


Tania sangat cemas memikirkan hal ini.


"Kamu jangan cemas, aku sudah menyelidiki seluruh rumah sakit yang ada di Kota Bunaken yang bisa ku tangani..."


"Rumah sakit apa yang tidak bisa kamu tangani di Kota Bunaken, rumah sakit Lily kan?" tanya Tania cemas.


"Ada." Viktor mengernyitkan kening, "Rumah Sakit Prima. Rumah Sakit swasta kelas atas milik keluarga Daniel."


Mendengar ini, Tania gemetar. Lalu bertanya lagi, "Berarti orang yang bisa menghapus video itu memiliki kekuasaan diatasmu?" dalam seketika Tania mengerti.


"Benar." Viktor menganggukan kepala.


"Sekarang bagaimana?" Tania gelisah, "Apa keluarga Daniel akan menyakiti anak-anak?"


"Jangan panik, sekarang juga aku harus menemui Tuan Besar. Kamu istirahat disini, aku akan segera menelponmu."


"Tidak, aku tidak bisa istirahat dengan tenang. Secepatnya aku ingin bertemu dengan anakku."


"Baiklah."


.......


Di dalam mobil Rolls Royce Phantom, Daniel mengernyitkan kening saat melihat video didalam tabletnya.


Dibandingkan Viktor, ia sudah selangkah lebih maju menyelidiki video CCTV itu, dan menemukan bahwa mobil milik kakeknya lah yang menabrak salah satu anak, lalu membawa mereka kerumah sakit.


Ia yang meminta orang menghapus video CCTV itu agar tidak tersebar.


Sekarang, Daniel sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit Prima...

__ADS_1


"Tak disangka, mobil Tuan Besar menabrak anak Nona Tania. Jika ia tahu hal ini, takutnya ia akan lebih salah paham."


Daniel bicara dengan dingin, "Tidak masalah, sekarang yang terpenting adalah jangan sampai Kakek tahu jika anak itu adalah anak Tania!"


"Ugh... baik!"


Ryan baru tahu perasaan Daniel terhadap Tania sangat dalam dibandingkan yang ia bayangkan. Tuan Daniel tidak ingin Tuan Besar mengetahui fakta ini. Jelas sekali, Tuan Daniel menginginkan masa depan bersama Tania.


"Tuan Daniel, ini adalah dokumen yang dikirim dari rumah sakit."


Thomas memberikan laporan rawat inap Carla dan Carles kepada Daniel.


Sekarang Daniel mengetahui keadaan dan kondisi tentang penyakit Carla dan Carles, dan mengetahui jika Tuan Besar sendiri yang mengurus segala sesuatunya dirumah sakit. Dan pada saat ini, dia juga mengetahui jika Tuan Besar sedang menemani mereka dirumah sakit.


Pada saat ini, Carles yang sudah sadarkan diri duduk diranjang, Carlos menyuapinya dengan telaten, "Carles, bagaimana keadaanmu, apa masih sakit?"


"Agak sakit, tapi lumayan lebih baik. Ini adalah cedera kecil bagi orang yang berlatih seni bela diri." ucap Carles mengangkat tinjunya.


"Jangan sembarangan bergerak. Tanganmu masih di gips." Carlos memerintah dengan serius.


"Baiklah." Carles mengerucutkan mulut dan lanjut makan bubur. Ia juga bicara kepada perawat muda itu, "Kakak perawat, kamu cantik sekali, apa kamu punya pacar?"


"Puff." perawat tertawa, "Tidak ada, apa kamu mau mengenalkan seseorang kepadaku?"


"Hahaha...." perawat itu tertawa terbahak-bahak. Beberapa dokter yang ada disebelahnya pun tidak bisa menahan tawa.


"Apa yang kalian bicarakan hingga tertawa terbahak-bahak?"


"Kakek!" Carlos dan Carla menyapanya dengan sopan.


Mereka berbincang-bincang dengan bahagia, dan Carles tahu jika kakek tersebut adalah orang tua yang menabrak dirinya dengan tidak sengaja.


Karena ketidak sengajaannya itu, akhirnya Carles memaafkan Tuan Besar.


Tuan Besar memandang Carles dengan tersenyum. Walaupun anak ini sama persis dengan Carlos, tetapi kepribadiannya benar-benar berbeda.


Kepribadian Carlos mirip Daniel, selalu serius. Ia juga memiliki pemikiran logis dan IQ yang tinggi.


Sedangkan Carles lebih mirip Daniel yang naif dan lugu sebelum kecelakaan menimpa keluarganya. Daniel yang periang atau lebih tepatnya, ia adalah kepribadian lain yang Daniel inginkan di dalam hatinya....


Sedangkan Carla seperti tanah suci didalam dunia Daniel, seorang malaikat yang ingin Daniel lindungi!


Kepribadian tiga anak ini sangat unik, dan mereka semua sangat disukai oleh Tuan Besar.

__ADS_1


"Oya, apakah sekarang kalian dapat menghubungi Mami kalian?" tanya Tuan besar.


Saat mendengar Maminya disebut, Carla langsung mengerucutkan bibirnya, berkedut ingin segara menangis. "Mami, aku menginginkan Mami, huhuhu.... "


"Carla jangan menangis, ada Kakak disini yang akan menjagamu. Mungkin Mami pergi keluar kota lagi, menemani bosnya itu. Pasti si bos jahat itu menahan Mami dikantor." Carlos segera menepuk-nepuk kepala Carla dengan lembut.


Mendengar bos maminya disebut, Carles mengepalkan tangannya dengan marah, "Benar-benar pria jahat, pria jahat itu selalu menindas Mami. Kedepannya jika aku bertemu dengannya lagi, aku harus memberinya pelajaran!!"


"Siapa orang ini? Berani-beraninya menindas wanita dan anak-anak." Tuan Besar juga marah mendengar ucapan anak-anak, "Beritahu Kakek, Kakek akan membantu kalian memberinya pelajaran!!"


"Kakek, umurmu sudah tua, tidak akan mampu mengalahkannya." Carles berbicara dengan serius. "Orang itu punya banyak pengawal. Ia tinggi dan besar. Tampaknya benar-benar galak!!"


"Benar, matanya sangat menakutkan... " Carla teringat orang jahat yang ia temui di Mall, mulut Carla mengerut lagi, air mata mengalir.


"Aduh sayangku, jangan takut, jangan takut." Hati Tuan Besar meleleh saat melihatnya. "Jangan khawatir, meskipun Kakek sudah tua, tapi Kakek punya ini." Tuan Besar menunjuk kepalanya sendiri. "Seseorang yang punya IQ dan kemampuan, tidak akan takut apa pun."


"Mami juga bilang seperti itu." Carlos berkata dengan tegas, "Oleh karena itu, kami harus belajar baik, setelah besar nanti akan berguna. Siapapun tidak akan berani menindas kami!"


Tuan Besar mengelus rambut Carlos dengan tatapan kasihan, "Kamu masih kecil, nak. Kamu tidak perlu sedewasa ini..."


Ucapan ini, ingin sekali ia katakan kepada Daniel, tapi tidak ada kesempatan...


"Kalian anak baik." Tuan Besar memeluk ketiga anak itu dan berkata dengan orang yang ada dibelakangnya, "Kalian harus ingat. Anak ini lebih dekat denganku daripada cucu kandungku sendiri. Siapapun tidak boleh menindas mereka."


"Baik."


Dibelakangnya, direktur rumah sakit, dokter dan beberapa orang kepercayaan keluarga Wallance membungkukkan badan menerima perintah.


Entah dupa apa yang dibakar oleh orang tua mereka, sehingga Tuan Besar langsung terpikat dan menyayangi ketiga anak itu.


"Sini, coba bilang dengan Kakek..." Tuan Besar mencubit pipi Carlos dengan lembut dan serius bertanya, "Apa nama perusahaan tempat Mami kalian bekerja? Biar aku minta orang periksa siapa bos yang galak dan jahat itu. Aku akan langsung menanganinya!"


"Perusahaan tempat Mamiku bekerja adalah Grup..."


"Tuan Besar!"


Ucapan Carlos terputus oleh pengawal, "Tuan muda kemari!"


"Untuk apa dia kemari?" Tuan Besar mengernyitkan kening.


"Siapa Tuan muda?" Carles bertanya penasaran.


"Ia adalah cucuku yang tidak berguna!" Ekspresi Tuan Besar suram begitu mengungkit Daniel. "Kalian makan dulu, nanti Kakek kembali lagi!"

__ADS_1


__ADS_2