Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 31


__ADS_3

"Pak Stanley, kita harus segera pergi, ada rapat jam 1 siang." Pengawal disampingnya mengingatkan lagi.


Stanley, melirik Tania dan berjalan melewatinya. Dia tidak berkata sepatah kata pun, Tania terdiam disana hanya mendengarkan langkah kakinya yang pergi. Hatinya hancur berkeping-keping seperti pecahan kaca.


Apakah dia sudah tidak mengenalnya? Atau tidak ingin mengenalnya?


Mungkin Tania hanyalah bayangan dihatinya, dia tidak ingin menyebutkan atau berhubungan dengannya lagi.


Hanya memikirkannya saja, membuat hati Tania tersayat.....


"Kamu terlambat!" Suara Daniel datang dari belakang seperti peringatan dari iblis.


Tania masuk kedalam ruangan rapat membawa kotak siap saji dengan perasaan putus asa.


"Ini sarapan yang kamu beli?" Ryan mengambil sarapan dari tangannya dan meletakkan nya satu persatu diatas meja rapat.


Pangsit, bubur iga sapi, acar, kopi...


Itu memang makanan yang dia minta.


Namun, ada yang tidak beres....


"Kamu beli dimana?" Tanya Ryan.

__ADS_1


"Kantin kantor pak!" Jawab Tania tanpa ekspresi, yang ada dipikirannya sekarang hanya Stanley....


Dia pernah membayangkan skenario pertemuannya dengan Stanley tidak pada saat ini, tapi semuanya hancur.


Melihat Tania yang berpenampilan seperti ini, sangat sangat memalukan. Stanley mungkin memandangnga hina! Langkah mundur dari tatapan yang Stanley tunjukan terasa asing, seolah tidak mengenalnya.


"Apa-apaan ini?" Ryan memarahinya dengan keras, "Dari awal sudah ku katakan, bahwa Presdir Daniel ingin pangsit goreng platinum, bubur iga sapi mercure, acar may star, dan kopi seduh manual.... "


"Kita semua manusia dengan mulut yang sama, kita bisa makan, lalu kenapa dia tidak bisa?" Ungkap Tania yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa benci di hatinya.


Jika Daniel tidak memintanya untuk membeli sarapan dan mengantarkannya, dia tidak akan bertemu Satnley saat ini. Daniel yang sedang duduk di kursi putar, mengalihkan pandangannya dari dokumen, dan menatap tajam Tania.


"Tidak tahu diri! Beraninya kau berbicara dengan Presdir Daniel seperti itu?" Ucap Ryan yang menahan amarah.


"Besok kau akan dipindahkan ke departemen kebersihan." Ryan menambahkan.


Langkah Tania berhenti dan berbalik badan, kemudian berjalan kembali mendekati Ryan. Melepas kartu kerja di dadanya dan meletakannya diatas meja. "Aku berhenti kerja!!"


Kali ini akhirnya Tania mengatakannya tanpa ragu, tidak perlu mengumpulkan keberanian.


"Uh... " Ryan tercengang.


"Apa katamu?" Daniel menyipitkan matanya dan menatapanya dalam-dalam.

__ADS_1


"Aku bilang..... aku berhenti kerja!!! Kau dengar itu?" Tania mengangkat kepalanya dengan berani, dan berteriak dengan penuh semangat. "Bos yang emosiaonal dan mudah marah sepertimu, tidak akan kulayani."


Daniel tidak hanya marah, tapi juga muncul lengkungan dangkal dibibirnya dan dia menatapnya dengan penuh minat.


Ryan dan beberapa pengawal lainnya tercengang.


Baru kali ini ada seseorang yang berani bicara kepada Daniel seperti ini, apakah wanita ini sudah gila?


"Aku sarankan kau pergi ke psikiater, obatilah segera mungkin!" Tania memelototinya dan segera berjalan keluar dengan kepala yang terangkat.


Pada saat ini, Tania merasa dirinya sangat keren, begitu dia berjalan keluar dari ruangan itu, bibi Juli menelponnya.


"Nona, terjadi sesuatu."


"Ada apa?" Tania buru-buru bertanya.


"Guru TK menelpon, dan mengatakan bahwa Carlos dan Carles berkelahi dan juga memecahkan kaca jendela mobil orang lain, mereka meminta ganti rugi sebanyak 160 juta."


"Apa? 160 juta?" Jantung Tania berdetak kencang. "Mereka pasti ingin memeras ku, aku akan segera kesana dan kita bertemu disekolah."


Setelah menutup telepon, Tania segera kembali ke departemen keamanan untuk berganti pakaian, kemudian bergegas ke sekolah.


Dia menelpon guru Carles dan diminta untuk langsung pergi ke ruang kantor kepala sekolah. Tania menyadari ini masalah serius, kemudian bergegas kesana.

__ADS_1


Begitu dia sampai di depan pintu, dia mendengar suara angkuh, "Kedua anak ini tidak hanya memukuli Kristian anak saya, tapi mereka juga memecahkan kaca mobil saya. Masalah ini, tidak boleh dibiarkan begitu saja."


__ADS_2