
"Ini toilet wanita, kenapa suamimu ada disini?"
"Karena ini toilet wanita, kenapa aku tidak di perbolehkan masuk?" Alisia bertanya balik.
"Nona Tania terluka dan tidak bisa di ganggu. Setelah dia keluar, kalian baru boleh masuk."
Lily tidak ingin mereka berdua masuk dan menindas Tania, jadi dia menghentikan mereka dari luar.
"Alisia, ayo pergi. Kita tidak boleh membuat onar pada kesempatan hari ini... "
Kety membujuk dengan suara rendah, tapi sayangnya Alisia tidak ingin mendengarkan sama sekali. Begitu dia mendengar Tania ada di dalam, dia menjadi lebih antusias...
"Aku tahu bahwa Tania si wanita jala** itu merayu suamiku lagi." Alisia bergegas masuk, "Anj*** yang baik, jangan halangi aku, menyingkirlah!"
"Tolong jaga sikapmu." Lily menatapnya dingin.
"Kamu hanya seorang pelayan, layakkah berbicara denganku?"
Alisia sangat arogan, kemudian dia mengulurkan tangan mendorong Lily.
Lily meraih pergelangan tangannya seperti kilat dan mendorongnya.
Alisia tersandung dan hampir jatuh ke lantai.
Kety menopang Alisia tepat waktu, tapi kaki Alisia terkilir, wajahnya memucat karena kesakitan dan dia berteriak dengan marah, "Sialan! Kamu berani mendorongku? Apakah kamu tahu siapa suamiku?"
"Aku tidak peduli siapa suamimu, jika kamu membuat onar lagi, jangan salahkan aku karena berbuat kasar." Lily bicara dengan nada dingin.
__ADS_1
"Anj*** dari mana ini, sombong sekali!"
Kety menjadi emosional ketika melihat putrinya terluka, kemudian bergegas memukuli Lily.
Lily menyipitkan matanya dengan sangar, siap untuk melawan...
"Berhenti." Terdengar teriakan marah...
Kety dan Alisia berhenti bergerak. Stanley keluar dari toilet pria, mengerutkan kening dan menatap Alisia: "Kamu sedang membuat keributan apa lagi?"
"Stanley, apakah kamu diam-diam berkencan dengan Tania.... "
"Jangan bicarakan hal ini dulu." Kety menyela Alisia, menunjuk Lily dan berkata, "Stanley, orang ini baru saja mulai kasar pada Alisia."
Stanley menoleh pada Lily, sama sekali tidak menyalahkannya, tapi malah menundukkan kepala untuk meminta maaf: "Maaf, Dr Lily, istriku tidak sopan."
"Jangan sungkan Tuan Stanley." Lily tersenyum, "Ini adalah acara perjamuan, sebaiknya jangan membuat keributan, tidak baik membuat Tuan Daniel kesal."
"Baik." Stanley mengangguk.
"Stanley, kenapa kamu.... "
"Diam." Stanley menyela Alisia dan bergumam, "Jelas-jelas kamu tahu dia adalah pelayannya Daniel, beraninya kamu membuat masalah dengannya?"
"Dia hanyalah seorang pelayan... " Alisia merasa bahwa dia telah dihina, kemudian dia sangat marah hingga meneteskan air mata, "Apakah aku lebih buruk dari pelayan Daniel ini?"
"Memang begitu."
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara arogan dan suhu disekitar menjadi turun langsung ke minus nol derajat.
Alisia mendongak dan melihat Daniel, tertekan oleh aura kuat itu dan tiba-tiba panik, meringkuk dipelukan Kety dan tidak berani melepaskannya.
Kety juga sangat gugup, memeluk putrinya dan mundur ke belakang Stanley.
"Tuan Daniel." Lily menundukkan kepala dan memberi hormat.
Daniel mengangkat dagunya sedikit.
Lily melihat kebelakang karena menyadari keberadaan Tania yang tidak tahu sejak kapan berdiri di depan pintu toilet menyaksikan semua ini.
Lily buru-buru melangkah maju untuk menopang Tania.
"Presdir Daniel, mohon maaf istriku telah mengganggumu. Aku pasti akan menegurnya setiba dirumah...... "
Ketika Stanley sedang meminta maaf, Lily menuntun Tania ke sisi Daniel.
Stanley berhenti sejenak, menatap Tania dengan tatapan kacau dan dengan cepat pergi.
"Presdir Daniel, tadi hanyalah salah paham, salah paham." Kety segera sadar akan situasinya dan menjelaskan sambil tersenyum, "Kami tidak tahu dia.... " Dia menunjuk Lily, "..... adalah pelayan Anda."
Kety segera membungkuk kepada Lily, "Dokter Lily, mohon maaf, kami menyinggung Anda, aku mohon maaf!"
"Ma... " Alisia gemetar karena marah.
Tania melihat ekspresi merendah diri Kety, dan tidak bisa tidak mengagumi didalam hati, wanita ini benar-benar mampu membungkuk dan menunjuk, sungguh kemampuan yang dibutuhkan agar menjadi orang yang hebat!
__ADS_1