
Tubuhnya kecil, pinggang lurus dan wajahnya yang tampan, seketika terlihat sangat familiar.
Mata yang jernih dan cerah itu tertulis kan kewaspadaan dan kepintaran, pada saat yang sama, dia juga menatap Daniel.
"Siapa dia?" Carlos menunjuk Daniel, yang ada di belakang layar.
"Itu adalah bos kami." Ryan berbicara dengan nada yang berbeda, "Dik, apakah minggu lalu di area bermain anak-anak di lantai 1 Mall Central Park, kamu bertemu dengan seorang pria berpakaian hitam? Apakah dia memberikanmu sebuah kotak berwarna perak? Ini dia.... "
Ryan membuka ponselnya, dan ingin memperlihatkan sebuah foto kepada Carlos.
"Tidak." Carlos membuang wajahnya, dan tidak mau melihat ponselnya.
"Bukan, kamu lihat dulu.... "
"Aku tidak melihatnya." Carlos melihat tangan di dadanya dan berkata dengan sangat yakin, "Ingatanku sangat bagus, begitu lihat pasti tidak akan lupa, hari itu aku tidak bertemu siapa pun, dan tidak ada yang memberikanku apa pun, kalian salah orang."
"Dik, berbohong itu tidak baik." Wajah Ryan berubah menjadi serius, "Pria berbaju hitam itu adalah pencuri. Dia mencuri barang kami, barang itu sangat penting bagi kami."
"Barang berharga di curi harusnya melapor pada Polisi."Carlos mengangkat alisnya dan berkata dengan tenang.
__ADS_1
"Pria berbaju hitam itu memberimu barang itu, kembalikan padaku, dan aku akan memberikanmu hadiah, Jika tidak.... "
"Sudah ku katakan tidak ada." Carlos memotongnya dan bertanya balik, "Apabila barang itu penting, kenapa pria berbaju hitam itu malah memberikannya kepada seorang anak? Kamu ini benar-benar tidak masuk akal."
Ryan dibuat terdiam olehnya, mengambil nafas dalam-dalam dan memutarkan video CCTV, "Lihat, ini kamu, kan?"
Carlos melirik dengan tatapan dingin, ketika hendak menarik pandangannya, dia berbalik lagi dan melihat CCTV itu dengan seksama, wajah kecil yang tampan itu dalam sekejap terdiam.....
Di dalam video, pria berbaju hitam keluar dari toilet dan menabrak anak kecil di depannya.
Anak itu memasukkan tangannya ke dalam saku celana, dan berjalan dengan santai. Ada seekor burung beo kecil di pundaknya, bukankah itu.... Carles dan Roxy?
Meskipun gerakannya cepat, tapi Carlos masih bisa melihat bahwa pria baju hitam itu memasukan sesuatu ke dalam saku Carles.
Ryan memperlambat videonya, kameranya pas mengarah ke tangan pria baju hitam itu, tangannya terlihat sedang memasukkan kotak perak ke dalam saku anak kecil itu....
"Tidak perlu diperlambat, aku bisa melihatnya dengan jelas."
Carlos dengan terampil mengubah-ngubah kecepatan video dan terus menontonnya....
__ADS_1
Beberapa pria mengenakan jas mengejarnya keluar, pria baju hitam itu pun dengan cepat melarikan diri.
Anak kecil itu terdiam sesaat, lalu mengeluarkan kotak kecil dari sakunya, dia membukanya dan mengambil kepingan emas kecil dari dalam kotak itu.
Anak kecil itu penasaran dengan kepingan tersebut, tapi tiba-tiba burung beo yang ada di bahunya memakan kepingan emas itu, dia segera menepuk-nepuk burung beo itu agar memuntahkan kepingan emas itu.
Kemudian, Carla datang menghampiri.....
"Ternyata, apa yang dikatakan Carles itu benar." Carlos memegang dagunya dan berkata kepada dirinya sendiri.
"Apa?" Ryan tidak mendengar apa yang dikatakannya, dan bertanya. "Dik, apa yang ada di dalam video itu kam, kan? Dimana kepingan emas itu sekarang?"
"Bukan aku..... "Carlos hendak menjawab bahwa itu adalah adiknya, tapi setelah memikirkannya, dia bertanya kembali dengan hati-hati, "Bagaimana aku bisa tahu, kalau kalian bukan orang yang jahat?"
"Dik, jika kamu tidak bisa bekerja sama, maka aku akan memanggil orang tuamu."
Ryan melirik kearah Daniel, dan tahu bahwa dia sudah tidak sabar lagi.
"Aku rasa kalian harus lapor polisi." Carlos berkata dengan penuh pertimbangan, "Jika polisi dapat menunjukan dokumen resmi, aku akan bekerja sama dengan kamu untuk menemukan kepingan itu."
__ADS_1
"Anak ini, meskipun masih kecil, tapi dia sangat dewasa." Seorang pengawal memujinya.
Ryan berdiri dan bertanya kepada Kepala sekolah yang ada disampingnya, "Ibu Desy, apakah kamu sudah menghubungi orang tuanya?"