
"Gila, ya? 200 Milyar hanya untuk sebuah kalung?" Kety terkesiap.
"Kenapa memangnya dengan 200 Milyar? Suamiku punya uang." Alisia bersiap mengangkat papan nomornya lagi.
"Cepat turunkan... " Frank bergegas menarik tangannya untuk turun, "Kamu ingin mencelakai Stanley?"
"Pa, apa yang kamu lakukan... ?"
"Dengarkan papamu, jangan asal bertindak." Kety menegur.
Alisia sangat dongkol, tapi ia terpaksa mematuhi perkataan mereka.
"Panggilan pertama 200 Milyar.... , panggilan kedua 200 Milyar... "
"Kamu sudah gila? 200 Milyar untuk sebuah kalung?" Bisik Tania. "Ini tidak terlalu berlebihan?" Ujarnya kepada Daniel.
"Uang adalah sebuah angka." Daniel ngotot.
"Tapi.... "
"Panggilan terakhir 200 Milyar, penawaran ditutup!" Pembawa acara mengetuk palu tanda menutup penawaran.
Petugas wanita yang mengenakan gaun membawa kalung rubi dengan hati-hati, lalu turun dari panggung dan menyerahkannya kepada Daniel!
Daniel menerima kalung itu, kemudian memberikannya kepada Tania, "Untukmu!"
Tania terkejut, kalung rubi seharga 200 Milyar diberikan kepadanya?
__ADS_1
Apa dia yakin?
Terjadi kegemparan langsung, beberapa keluarga mulai berdiskusi asal muasal Tania, putri dari keluarga mana atau putri bangsawan mana yang dipilih oleh Daniel.
Sekarang kebanyakan orang tidak mengenal Tania, hanya tiga orang yang mengenalnya.
Tapi tiga orang diantara mereka yang lain itu, tidak bersuara. Mereka menoleh kepada Kety.
Mata Kety mengisyaratkan kode, menyuruh mereka membeberkan identitas asli Tania.
Dua orang ragu-ragu tidak berani, sedangkan satu lagi adalah Lena, istri Marshel yang merupakan kerabat jauh keluarga Tania.
Saat di rumah Kety waktu itu, Marshel memberi Tania pelajaran dan malah diserang balik oleh Tania. Suami istri mengingat dendam itu hingga sekarang.
Malam ini, saat Marshel melihat Tania masuk aula. Dia mengumpat, lalu mencari alasan merokok dibelakang panggung.
"Presdir Daniel tidak tahu kebenaran. Jika ada orang yang membeberkan identitas Tania, Presdir Daniel pasti akan memberikan orang itu hadiah.... "
Mendengar hal ini, Lena bangkit dari kursi terus berjalan kedepan.
Kety melihat Lena berjalan kedepan, dia tahu rencananya telah berhasil, bibirnya terangkat memperlihatkan senyuman angkuh.
"Ma, apa yang dilakukan bibi Lena?" Tanya Alisia yang menarik Kety, "Jangan-jangan ia ingin... "
"Ssttt__" Kety langsung menutupi mulutnya dan bergumam, "Tutup mulutmu!"
"Uh, uh." Alisia menganggukkan kepala, matanya penuh kegirangan.
__ADS_1
"Apa lagi yang kalian rencanakan?" Frank mengernyit keningnya dan bertanya.
Stanley juga merasakan keanehan antara ibu dan anak itu, tapi ia tidak bertanya apa pun. Ia hanya menatap Tania diam-diam.
Di momen itu, Tania menjadi pusat perhatian semua orang. Dan menjadi tokoh wanita paling mempesona.
Dapat disukai Daniel adalah impian para wanita kaya, mereka ingin sekali menikah dengan keluarga besar Daniel dan menjadi wanita Daniel!
Sedangkan Tania sudah berdiri di puncak hidupnya....
Acara yang diadakan Daniel biasanya tidak mengundang media. Dalam acara pun, ada aturan pelarangan memotret dan menyebar luaskannya. Jika tidak, malam ini pasti akan menjadi topik terpanas seluruh media di negara ini.
Tania melihat kalung rubi seharga 200 Milyar itu. Pikirannya kacau...
Kedua tangannya ia lipat didepan dada. Ia gugup hingga napasnya tidak teratur, jantungnya berdetak kencang....
"Mau tidak?" Daniel mengernyitkan kening, wajahnya menunjukan ketidaksabaran, "Jika tidak mau, aku buang."
Setelah mengatakan itu, ia sudah siap untuk membuang kalung rubi.
"Mau, mau, mau."
Tania dengan cepat merebut kaling itu. Karena pergerakannya yang tergesa-gesa, ia tidak sengaja jatuh dalam pelukan Daniel.
Daniel tersenyum, berbisik ditelinga Tania menggodanya, "Ramah sekali~"
"Aku, aku tidak sengaja... "
__ADS_1
Wajah Tania memerah hingga ke telinganya. Suara kecil itu tenggelam dalam tepuk tangan yang ramai.