
"Kamu... " Garcia tertegun sejenak, dia tidak menyangka bahwa Tania mengetahui hal ini. Garcia tenang kembali dan berkata dengan santai, "Kamu yang melakukan kesalahan, tapi menyalahkan orang lain."
Daniel tahu, Tania tidak memiliki bukti. Di mata Daniel, pertengkaran antara wanita adalah masalah sepele yang sangat membosankan. Lalu dia berkata dengan sikap protektif, "Jika kamu menginginkan bukti, kapan pun ada."
Garcia berhenti, lalu menatapnya dengan heran, "Apa maksudmu?"
"Ya itu artinya." Tania tersenyum dingin dan menarik tangan Daniel, lalu membuka pintu ruangan.
"Semua enyah, enyahlah!"
Begitu masuk, sebotol anggur pecah. Botol anggur menabrak dinding dan pecahan kaca ke mana-mana.
"Stanley, ada apa denganmu? Jangan minum lagi, kamu sudah minum banyak hari ini." Garcia mendekat dan menghiburnya.
Stanley minum untuk menghilangkan kekhawatirannya. Ketika mendongak melihat Tania, dia tertegun. Lalu, dia segera merapikan pakaian dan rambutnya dengan panik.
Tania merasa tidak nyaman melihatnya, Stanley terlihat hancur dan sangat berantakan.
"Tania, kamu, kenapa kamu disini?" Stanley berdiri dengan bingung, "Aku selalu ingin mencari mu, tapi.... "
Dia menundukkan kepala dan ingin menatapnya, tapi dia tidak berani menatap Tania.
Tania kebingungan, tapi dia tidak berani membiarkan Daniel melihatnya, lalu dia menarik napas dalam-dalam dan berpura-pura acuh tak acuh: "Kenapa kamu menyerah pada dirimu sendiri? Demi siapa kamu melakukan ini?"
"Jaga ucapanmu." Garcia berteriak marah.
__ADS_1
Mata tajam Daniel menyaksikan dan Tania panik, lalu terdiam.
"Iya, ini salahku." Stanley merasa malu, "Semuanya salahku... "
Kalimat ini benar-benar merangkum semua perasaannya.
Benar, ia salah memutuskan menikahi Alisia waktu itu, salah terobsesi dengan Tania, dan salah memilih antara kepentingan perusahaan dan Tania...
Dari awal hingga akhir, semuanya adalah kesalahan besarnya.
Melihat Stanley seperti ini, hati Tania melunak, membujuk dengan sepenuh hati...
"Stanley, setiap orang akan menghadapi berbagai macam kesulitan, tidak mungkin selalu mulus selamanya. Jangan takut saat menghadapi pergumulan hidup, yang perlu ditakutkan adalah tidak bisa mencari jalan keluarnya... "
"Pergumulan?" Stanley tersenyum dingin, "Pergumulan ku datang dari Daniel." Raut wajah Stanley berubah kesal.
Daniel duduk di samping Tania dengan gaya tubuh sombong, membuka sebotol anggur, dan minum dalam diam.
Dia tidak peduli dengan perkataan Stanley, tapi sudut bibirnya terangkat membuat lengkungan mengejek, diam-diam menyaksikan Stanley yang cari mati!
"Stanley, kamu minum terlalu banyak. Jangan bicara yang aneh-aneh lagi." Garcia buru-buru menghentikan Stanley.
"Kenapa? Tidak ada orang luar disini." Stanley sedikit mabuk, terhuyung-huyung, dan mengulurkan tangannya menarik Tania, "Tania, banyak yang ingin ku katakan padamu... "
Sebelum tangannya menyentuh Tania, Tania ditarik kebelakang dan terjatuh ke sofa.
__ADS_1
"Siapa kamu?"
Pada saat ini, Stanley baru menyadari ada seseorang dengan mengenakan topeng, sosok yang sangat mendominasi. Stanley tidak mengenalinya.
"Kenapa masih tanya?" Garcia mencibir, "Tentu saja ini adalah gigolo di bar Kaisar. Tadi Tania hampir berkelahi dengan beberapa wanita kaya karena gigolo ini."
"Tania... " Stanley menatap Tania dengan tidak percaya.
"Kamu masih tidak percaya?" Garcia menatap Tania dengan jijik, "Empat tahun yang lalu, orang ini diberitakan bermain gigolo... "
"Diam!" Stanley menyela Garcia, lalu bertanya dengan antusias, "Tania, ini tidak benar, kamu bukan orang seperti itu... "
"Seharusnya aku orang seperti apa?" Tania mencibir, "Apa kamu kira kamu mengenalku dengan baik?"
Stanley tercengang, dan menatapnya dengan heran.
"Kau tidak pernah mengenalku, bahkan dari dulu hingga sekarang."
Tania menggunakan perkataan yang terbaik di dunia, tapi perkataannya juga kejam, "Sebenarnya aku adalah orang yang sangat sederhana. Ketika aku mencintaimu, kamu adalah segalanya, tapi ketika aku tidak mencintaimu, kamu bukanlah siapa-siapa."
"Saat aku membutuhkanmu empat tahun yang lalu, kamu malah melepaskan tanganku. Dan sejak saat itu, kita tidak akan mungkin bisa bersama lagi."
"Jika kamu masih bisa sebaik seperti sebelumnya, setidaknya aku masih bisa memandang mu dan tinggal di hatiku, tapi lihatlah dirimu sekarang... "
Tania melirik nya dari atas kebawah, "Aku sangat kecewa!"
__ADS_1
Hati Stanley sangat terluka, dia menundukkan kepala dan terdiam.