Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 56


__ADS_3

Tidak ada pergerakan diluar, Anak-anak semakin merasa takut, tangan bibi Juli yang memegang pisau pun sudah gemetar.


Tania memegang sebuah pisau buah, dengan hati-hati bersandar, melihat keluar melalui celah yang retak.


Di saat yang sama, diluar juga ada sebuah mata yang melihat ke dalam seperti dia.


Kedua mata saling bertatapan, akhirnya ketakutan datang hingga berteriak.......


"Aaaaaaaa__ __" Anak-anak menjadi takut, semuanya ikut berteriak.


"Lapor polisi, cepat lapor polisi." Tania buru-buru mencari telepon, untuk melapor polisi.


"Tunggu, tunggu, sepertinya itu satpam Pa Sarwan."


Bibi Juli melihat dengan cermat dari celah, yakin itu satpam, Pak Sarwan, buru-buru membuka pintu.


"Kak Juli, kamu dirumah?" Awalnya Pak Sarwan membawa frotopon untuk memanggil orang, ketika melihat bibi Juli, barulah dia menghentikan langkahnya, "Membuat kaget saja, saya kira terjadi sesuatu dirumahmu."


"Memang terjadi sesuatu, baru saja.... "


"Baru saja ada pencuri yang masuk mencuri barang, sudah diusir oleh kami sekeluarga."


Tania segera memotong pembicaraan bibi Juli, dia tidak ingin ada orang lain mengetahui perihal chip, untuk menghindari lebih banyak masalah.


"Hah? Apakah sudah melapor polisi?" Pak Sarwan bertanya dengan panik.

__ADS_1


"Saya periksa dulu, apakah ada barang yang diambil atau tidak, baru memutuskan lapor polisi."


Tania tertawa mengalihkan pembicaraan, "Pak Sarwan, apakah pihak pengembang bisa memperbaiki pintu?"


"Pintu ini diperkirakan harus ganti yang baru." Pak Sarwan memeriksa sejenak pintu yang rusak, "Tempat kami masih ada pintu yang baru, 9.600.000 plus gembok."


"9.600.000?" Mendengar harus menghabiskan uang sebanyak itu, Tania dalam sekejap, merasa sakit kepala.


"Mau ganti tidak, saya beri diskon 10%." Tanya Pak Sarwan.


"20%." Bibi Juli menawarnya, "Sesama tetangga, pedulilah sedikit."


Pak Sarwan melihat pisau dapur ditangannya, takut hingga gemeteran, "Baiklah, 20%."


"Cepat, sekarang juga minta orang datang untuk menggantinya. Jika tidak, malam ini kami tidak bisa tidur." Desak bibi Juli.


Bibi Juli mengawasi dari samping.


Tania memasak makan malam sederhana untuk ketiga anaknya, lalu membawa mereka mandi dan tidur.


Setelah selesai dengan kesibukannya, Tania memegang peonselnya dan berpikir di sofa, sebenarnya mau lapor polisi atau tidak?


Jika lapor polisi, polisi akan menyidik hingga jelas. Jika begitu, si iblis akan tahu, bahwa anak kecil yang kebetulan mendapatkan chip nya itu adalah anak Tania.


Saat itu, apakah polisi mengira bahwa dia sengaja menghasut anaknya, untuk membawa kabur chip nya?

__ADS_1


Di khawatirkan dia tidak hanya akan kehilangan pekerjaan, tetapi juga akan di dakwa dengan kasus pencurian.


Emosi si iblis tidak stabil, jika sungguh hanya ingin menghukumnya, dia juga tidak mampu menjelaskan.


Selain itu, begitu masalah terungkap, status ketiga anak ini juga akan terungkap, apakah gigolo itu akan datang mencari anaknya?


Begitu memikirkan masalah-masalah ini, Tania pun mundur, keluar dari layar panggilan.....


Namun, jika berpikir disis lain, jika tidak melapor polisi, bagaimana jika orang yang berpakaian hitam itu kemari?


Meski hari ini tidak terjadi apa-apa, namun seluruh keluarga juga tidak sanggup mengalami siksaan ini....


"Akhirnya selesai memasangkannya. Mengganti satu pintu saja bisa mendapat 9 juta lebih, uang ini sungguh mudah di dapatkan. Jika begitu, seharusnya negosiasi harga lagi dengan mereka di awal."


Bibi Juli menutup pintu, menyalakan TV, dan mengecilkan suaranya. Bersih-bersih sambil menonton TV adalah kebiasaannya.


Di televisi sedang menayangkan berita malam__ __


"Berita terbaru, pukul 2:30 dini hari. Di tepi pantai Baron terjadi sebuah penembakan. "Tersangka adalah seorang pencuri, ia diduga telah mencuri chip penelitian terbaru Grup Sky Well. Saat ini telah ditangkap polisi."__"Sebelum tertangkap, tersangka membuang chip nya ke laut. Saat ini, pihak Grup Sky Well dan polisi telah bekerja sama untuk mencari chip..... "


Mendengar ini bibi Juli buru-buru mengambil sapu kearah TV.


Tania juga membuka mata lebar-lebar, membesarkan suara TV, dan dengan teliti memandangi televisi.


Di layar, seseorang berpakaian hitam ditangkap polisi dan digiring ke mobil.

__ADS_1


Sebelum pintu mobil tertutup, orang berpakaian hitam itu tersenyum dengan niat jahat, samar-samar berkata, "Carilah pelan-pelan, jika berhasil mendapatkannya, anggap saja aku kalah."


__ADS_2