
"Wanita ******!" Alisia mendekatinya dan menampar Tania dengan bengis. Sekujur tubuhnya gemetaran karena murka, "Kamu berani menyebut suamiku, aku akan membunuhmu!!"
Setelah menampar, ia ingin menampar Tania lagi, tapi di tahan oleh Kety...
"Sekarang kita ingin menyelesaikan masalah, tidak ada gunanya menampar dia." Dengan berbisik Kety membujuknya, "Untuk sementara ini di paksa pun tidak ada gunanya. Lebih baik berikan dia waktu dua hari."
Tania memiringkan kepalanya, pipinya terasa terbakar. Ia tidak melawan, tetapi dia akan mengingat perlakuan ini di dalam hatinya.
Amarah Alisia berkobar-kobar. Ia sangat tidak rela, tapi pada akhirnya ia mendengarkan kata-kata ibunya, "Ok, aku beri waktu kamu dua hari. Dalam dua hari, jika kamu tidak melakukan sesuai yang ku minta, aku akan langsung membongkar aibmu. Jika kamu berani mencari Stanley, aku akan membongkar masalah anakmu ke media."
"Aku tahu."
........
Tania diikuti sekelompok reporter sejak ia meninggalkan kafe. Ia lalu berlari cepat, memutari beberapa jalan melewati gang kecil hingga akhirnya berhasil lepas dari kejaran mereka.
Ia benar-benar tidak paham. Dulu saat Alisia mencelakai nya, ia sama sekali tidak mencari perhitungan. Dia malah merasa tidak bersalah dan terus mencelakai nya....
Sekarang pekerjaan dia diberhentikan sementara oleh Wina, gara-gara isu Stanley menjalin hubungan dengannya yang membuat perusahaan kena dampak dan diburu oleh reporter yang mendatangi Sky Well. Hidupnya juga kacau....
Setelah tiba di rumah, badan Tania sudah mau remuk akibat kelelahan. Ponselnya terus berdering, ternyata Stanley yang menelepon.
Kepalanya sakit saat melihat nama itu. Ia langsung menutup telepon itu dan memasukkannya ke dalam daftar hitam!
Seketika, dunia terasa damai...
__ADS_1
Tania memegang keningnya yang panas. Ia bersandar pada sofa ingin istirahat. Ia merasa hari ini benar-benar dongkol. Tiba-tiba ponsel berdering, ia tercengang melihat nomor itu.
Sebuah nomor telepon yang sangat familiar....
Nomor ini hanya berbeda satu angka dengan nomor Stanley. Nomor belakang Stanley adalah 9, yang ini 6.
Tania teringat masa kuliahnya. Saat Garcia gila-gilaan mengejar Stanley, ia membuat nomor telepon yang mirip dengan Stanley.
Tania mengangkat telepon, "Halo!"
"Tania, sulit sekali untuk menghubungimu. Aku Garcia!"
Ternyata benar, suara familiar ini.
"Ada apa mencari ku?" Tanya Tania dengan sopan.
Garcia langsung menyerahkan ponselnya pada orang lain.
Kemudian, sebuah suara lembut terdengar, "Hei gadis gila, apakah kamu tahu siapa aku?"
Tania terdiam dan tercengang ditempat. Butuh beberapa saat baru sadar kembali. "Viktor!!"
"Untung kamu masih mengingatku. Tadi aku taruhan dengan Garcia. Aku harus membelikan sepatu heels untuknya selama setahun... "
Pria di seberang telepon itu adalah orang yang humoris. Ia masih memancarkan kehangatan seperti matahari, sama ketika masa muda dulu.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku tidak ingat... "
Tania tiba-tiba merasa sedikit sentimental. Selain ayah dan Stanley, Viktor pernah menjadi pria terbaik baginya di dunia ini.
Saat kuliah waktu itu, ada sebuah kecelakaan. Demi menyelamatkan Tania, satu jari Viktor putus terpotong oleh mesin...
Tania memandang Viktor yang tergeletak dengan genangan darah. Ia menangis gemetaran.
Jelas-jelas Viktor kelihatan pucat karena kesakitan dan keringatan, tetapi ia masih memaksa untuk tersenyum, "Merasa bersalah, ya? Kalau iya, menikahlah denganku... "
Viktor bersaing dengan Stanley selama beberapa tahun. Demi mendapatkan Tania, ia telah melakukan banyak hal.
Tetapi, pada akhirnya Tania memilih Stanley yang lembut. Bagaimanapun Stanley adalah orang pertama yang membuat hatinya tergerak.
Sedangkan Viktor bagi Tania, lebih menganggap sebagai kakak atau keluarga.
Setelah pengumuman pertunangan Tania dengan Stanley diumumkan, Viktor pergi ke luar negeri dan langsung memutuskan hubungan dengan semua orang.
"Ada waktu? Ayo keluar minum-minum?" Tanya Viktor lembut.
"Ok." Jawab Tania spontan.
Setelah menyetujuinya, malah sedikit ada keraguan. Sekarang kemanapun ia pergi selalu di ikuti reporter, kan? Apakah akan melibatkan Viktor?
"Tidak perlu khawatir, aku akan melindungi mu. Beritahu aku alamat yang aman. Aku akan jemput kamu!"
__ADS_1
Viktor selalu bijaksana dan penuh perhatian saat mempertimbangkan beberapa hal.
~~hai readers 🖐maaf yah, ni cerita agak muter2 sampe pening juga pala barby😂Kenapa? karena diawal bab, ni cerita lgsg pada kejadian, jadi othor sdkt bikin cerita dulu pada kejadian sebelum terjadinya malam panas 🔥🔥😅, maaf yah yang keberatan🙏