Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 145


__ADS_3

Waktu di bar Kaisar dulu, saat dia berperan sebagai gigolo, dia tidak pernah melihatnya begitu dekat dengan wanita manapun, tapi sekarang dia malah begitu lancang didepannya!


"Pergi." Billy sekuat tenaga memberontak, dan mendorong wanita-wanita itu pergi.


Wanita-wanita itu berjatuhan diatas sofa, dan lainnya diatas meja dan lantai.


Satu persatu tampak sedih, dan dengan suara kecil berkata, "Tuan Billy, apa yang terjadi malam ini denganmu?"


"Sudah, sudah, hari ini Tuan Billy punya urusan penting. Jadi, aku kan traktir kalian di ruang VIP, nanti aku yang akan membayar tagihannya." Danny membujuk wanita-wanita itu.


Billy merapikan kerah bajunya dengan kesal, mengambil gelas didepannya dan meminumnya, kemudian melihat keatas panggung. Tapi Tania sudah tidak disana.


Dia lekas pergi kebelakang panggung. Saat Tania bersiap untuk pulang, Billy menarik tangannya, "Sayang, kamu marah?"


"Dari awal aku sudah mendengarnya, Tuan Billy adalah orang yang memiliki daya tarik tinggi, malam ini aku benar-benar melihatnya." Nada suara Tania penuh dengan emosi marah.


"Semua wanita itu menggangguku, aku berusaha sekuat tenaga mendorong mereka." Billy menjelaskannya, "Lain kali, aku akan mengabaikan mereka, aku bersumpah!"


"Jika sumpah itu berguna, untuk apa ada polisi?" Tania mengerutkan keningnya, "Kenapa akhir-akhir ini kamu berubah kekanak-kanakan seperti ini?"


Setelah kata-kata itu keluar, Tania sedikit terkejut. Benar, akhir-akhir ini dia berbeda dengan sebelumnya, seperti dua orang yang berbeda.


Dimasa lalu, dia sangat tenang dan bertanggung jawab, ia belum pernah melihatnya bertindak intem dengan wanita manapun. Tapi sekarang, hanya dalam beberapa hari, sudah memergokinya dua kali, dikelilingi wanita-wanita muda...

__ADS_1


Dulu, dia sangat tenang dan kalem, dia menangani masalah dengan tegas, tidak pernah membicarakan hal-hal omong kosong. Tapi sekarang, selain mulutnya yang dipenuhi janji sumpah, sepertinya dia tidak melakukan hal yang benar lainnya...


"Ok, ok, aku yang salah." Billy menatap Tania dan berkata, "Aku akan membuktikannya, aku tidak akan pernah melakukannya lagi."


Meskipun Tania merasa tidak senang, tapi memikirkan bahwa dia dulu sangat baik, maka dia tidak memperhitungkan nya kembali.


"Sudahlah, aku pergi ambil tas dulu, kamu tunggu aku dipintu belakang."


"Baik, aku akan pergi ambil mobil."


Tania pergi ke kasir untuk mengambil tas nya, tiba-tiba dia melihat sosok yang dikenalnya.... Daniel!!!


Bagaimana dia bisa kesini?


Ryan dan empat orang lainnya mengikuti di samping untuk membuka jalan dan menyingkirkan hal-hal yang menghadang.


Semua orang menjadi diam dan hening, mereka duduk dengan tenang disana, tidak berani membuat kegaduhan apa pun.


Danny bergegas menyambutnya dengan sikap hormat dan bersemangat.


Daniel melihat sekeliling, seolah sedang mencari sesuatu.


"Berikan tas itu kepadaku, cepat, cepat."

__ADS_1


Tania dengan panik dan terburu-buru menutupi wajahnya dengan mantel.


Kasir itu memberikan tas nya dan bertanya, "Kamu dan Billy mau kemana? Kenapa kamu begitu panik?"


Tania tidak menanggapinya, dan pergi seolah-olah sedang melarikan diri.


Karena berlari terlalu cepat, Tania menabrak pintu, sampai lututnya mati rasa, dan dia berjalan terpincang-pincang.


"Sayang, ada apa dengan kakimu? Sakit tidak?" Billy turun dari mobil dan memapahnya.


"Tidak apa-apa, ayo cepat jalan." Tania dengan panik dan berkata, "Bos iblis ku, Daniel. Dia datang kemari."


"Apa? Daniel kesini?" Billy sangat terkejut.


"Iya, ayo cepat jalan." Tania buru-buru naik ke mobil.


Billy dengan cepat menyalakan mobil dan pergi.


"Kamu habis minum tidak boleh mengendarai mobil, dimana sopirmu?" Tania bereaksi setelah menyadarinya.


"Kita pergi dulu, nanti baru dibicarakan lagi."


Billy menutup atap mobilnya, membuka sebotol air mineral dan meminumnya. Anehnya dia semakin merasa haus, dan panas. Dia membuka jaketnya dengan kesal karena kepanasan.

__ADS_1


"Kamu minum berapa banyak?" Tania bertanya karena merasa ada yang aneh dengannya.


__ADS_2