Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 75


__ADS_3

"Nona Tania.... "


Pikiran Tania terganggu oleh suara Lily kemudian dia sadar kembali, Lily dan perawat medis sudah ada di depannya.


"Wajahmu kenapa?" Lily mengerutkan kening ketika dia melihat bekas tamparan yang dalam di wajah Tania, "Siapa yang memukulmu?"


"Tangan Nona Tania juga terluka." Perawat medis berseru.


"Masuk ke mobil dulu." Lily mendorong kursi roda Tania.


Setelah masuk ke mobil, Lily mencabut pecahan kaca ditangan Tania, kemudian mengobatinya sambil berkata, "Nona Tania, Tuan Daniel meminta kami untuk menuruti segala perintah Nona!"


Kalimat ini sangat halus dan jelas, jika Tania berkata satu kalimat saja, Lily akan membereskan orang yang menindas nya malam ini.


Tania sangat terkejut, dia hanya seorang satpam di Grup Sky Well, tapi kenapa Daniel memperlakukannya dengan sangat baik?


Apakah benar dia diam-diam mencintainya?


"Nona Tania, Anda tidak perlu takut akan kekuasaan keluarga Stanley. Tidak ada seorangpun yang menjadi ancaman bagi Tuan Daniel." Tambah Lily.


"Terima kasih." Tania akhirnya angkat bicara, "Aku akan menanganinya sendiri."


Dia tidak ingin bergantung pada siapa pun, bagaimana pun hutang budi harus dilunasi.


"Baiklah... "


Lily terdiam dan hanya melihat luka di wajah Tania dengan ekspresi yang sangat serius.

__ADS_1


Dan ternyata.....


Ketika dia memberitahu Daniel semua yang terjadi malam ini, wajah Daniel sangat suram dan matanya yang sedalam lautan memancarkan cahaya dingin.


"Bagaimana bisa terjadi? Jelas-jelas kamu mengikutinya, kenapa kamu biarkan Nona Tania diganggu?" Ryan berbisik.


"Ini salahku." Lily menundukkan kepalanya dan tidak berani berkata-kata lagi.


"Mungkin karena Nona Tania tidak memperbolehkan mereka masuk." Thomas menebak, "Apakah ada rahasia yang tidak ingin orang lain ketahui?"


"Apakah perlu diperiksa?" Ryan bertanya hati-hati.


"Tidak perlu." Daniel meletakkan gelas anggurnya dan memerintahkan dengan nada dingin, "Beritahu Stanley, bahwa dia dan keluarganya di undang untuk menghadiri pesta amal tiga hari kedepan!"


"Baik!"


..........


Keterampilan medis Lily sangat luar biasa, karena luka Tania telah sembuh hanya dalam tiga hari.


Setiap pagi anak-anaknya selalu menelpon Tania dan dia selalu bersembunyi di bawah selimut agar tidak terdengar orang luar.


Bibi Juli sangat mengkhawatirkan nya, dan anak-anak juga sangat merindukannya. Tania tidak bisa tinggal disini lebih lama lagi.


Sore ini, Lily melepaskan penyangga lehernya karena dia bersikeras ingin pulang.


Kali ini Lily tidak menahannya, kemudian mengantar Tania pulang, dan juga membawakannya beberapa obat dan suplemen berkualitas tinggi.

__ADS_1


Tania tidak ingin mereka bertemu dengan ketiga anaknya, jadi dia turun di persimpangan jalan, kemudian jalan kaki.


Lily menyerahkan hadiah itu dan berkata dengan hormat, "Nona Tania, besok jam tiga sore aku akan menjemput Anda disini."


"Hah? Kenapa harus menjemputku?" Tania bingung.


"Tuan Daniel, mengundangmu ke pesta amal besok malam." Lily menatapnya sambil tersenyum, "Aku akan menyiapkan gaun malam dan perhiasan untukmu, juga sedikit waktu untuk berdandan."


"... "


Tania tercengang, karena sebelumnya tidak ada yang memberitahunya.


Dalam dua hari ini, Daniel pergi pagi dan pulang malam. Tania bahkan tidak melihatnya, kenapa tiba-tiba mengundangnya ke pesta?


Habislah, sepertinya Daniel benar-benar sangat menyukainya!


Pesona sialan.....


"Apakah perlu bantuan untuk mengangkat barang-barang ini?" Lily bertanya sambil tersenyum ketika dia melihat Tania masih linglung.


"Tidak, aku bisa melakukannya sendiri, kalian pulang saja."


Tania buru-buru menolak, kemudian dengan cepat berlari sambil membawa barang-barang nya. Dia berpikir sambil berjalan, apa yang harus aku lakukan? Memprovokasi si iblis itu bukanlah ide yang bagus.


Jika dia tahu bahwa Tania sudah memiliki tiga anak, apakah dia akan merasa telah dibohongi?


Pasti akan mencekiknya hingga mati!

__ADS_1


Memikirkan hal itu saja, Tania sudah gemetaran......


Tidak, aku harus menjelaskan kepadanya sesegera mungkin, agar dia mengurungkan niat buruknya.


__ADS_2