Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 111


__ADS_3

"Hari ini kamu menjemputku, tidak akan mengganggu pekerjaanmu, kan?" Tania berbisik-bisik, "Tadi bos mu yang menelpon?" Tanya Tania langsung.


"Bos ku?" GIGOLO PELUNAS HUTANG memutar otaknya, lalu menganggukkan kepala, "Iya, dia!"


"Apakah ia tahu kamu menyetir mobil untuk menjemputku, jadi dia marah?" Tania panik,


"Kenapa kamu bodoh sekali, malah ketahuan olehnya? Ini akan mempengaruhi pekerjaanmu." Lanjut Tania.


"Kamu tahu aku sedang menelpon dengan siapa?" Tanya GIGOLO PELUNAS HUTANG dengan bingung.


Setelah melihat situasi kursi belakang, Tania berbisik di telinganya. "Kenapa kamu tanya itu? Bukankah tante girang yang menghidupimu?"


"Puppptttt.... hahahah... " GIGOLO PELUNAS HUTANG tertawa keras. Seolah ia mendengar cerita konyol.


"Kalian ini, di belakang masih ada orang loh. Jangan saling menggoda terus!" Rekan kerja dibelakang tertawa bercanda.


"Maaf, maaf!" Tania bergegas minta maaf dan menepuk wajah GIGOLO PELUNAS HUTANG. "Berkendaralah yang baik, jangan usil."


GIGOLO PELUNAS HUTANG masih tertawa, ia benar-benar tidak sanggup untuk menahannya.


Tania mencubit lengannya, memelototinya dengan sadis. Barulah ia dengan pelan-pelan menghentikan tawanya.


Tak lama kemudian, sekelompok orang tiba di bar.


Tania mengambil voucher yang diberikan Yuni. Saat ingin membeli alkohol, GIGOLO PELUNAS HUTANG menariknya kearea ruangan VIP.


"Apa yang kamu lakukan?" Tania menolak dengan cemas, "Ruangan ini sangat mahal."

__ADS_1


"Tidak apa, malam ini aku yang bayar. Tidak perlu reimburse."


GIGOLO PELUNAS HUTANG berkata dengan murah hati, "Mentraktir rekan kerjamu, masa harus patungan? Memalukan sekali!"


"Tapi.... " Tania ingin mengatakan sesuatu, namun rekan-rekan kerja lainnya sudah mendekat. "Hari ini kita main di ruangan VIP? Aku belum pernah kemari.... "


"Aku juga belum pernah. Tania, pacarmu kaya sekali!"


"Terima kasih Tania, kami jadi menikmatinya."


"Terima kasih Tania!"


Rekan kerja lainnya memujinya dengan tulus.


Tania hanya bisa tersenyum paksa, padahal batinnya sedang memaki. Marah sekali, rasanya ingin sekali mencekik GIGOLO PELUNAS HUTANG.


"Hahaha..... " Lagi-lagi GIGOLO PELUNAS HUTANG tidak tahan untuk tertawa.


Kemudian satu tangannya merangkul Tania sembari berbicara disamping telinganya, "Selama ada kamu, aku tidak ingin kembali ke jalan yang benar untuk selamanya, hahaha!"


"Kau.... "


"Sampai!"


Tania baru saja ingin berbicara, tapi GIGOLO PELUNAS HUTANG menyela dan merangkulnya masuk keruangan VIP.


Manajer bar sudah menyiapkan berbagai alkohol import, makanan ringan dan juga buah-buahan.

__ADS_1


Tania mendongak dan melihat-lihat. Bukankah ini adalah ruangan VIP dimana mereka biasanya bertemu?


Harga sebotol alkohol sekitar ratusan juta. Astaga, total semeja bisa mencapai ratusan milyar. Apa ia sudah gila?


Tania segera menarik GIGOLO PELUNAS HUTANG ke sampingnya, "Kamu gila? Pesan alkohol semahal ini. Dari mana uang untuk membayarnya?" Bisik Tania.


"Ini semua alkohol yang disimpan bos ku, tidak perlu bayar. Tentu saja, kamu tidak perlu membayarnya." GIGOLO PELUNAS HUTANG terkekeh.


"Apa bos mu tidak akan memarahimu?" Tania agak khawatir, "Kamu menghabiskan uangnya hanya untuk mentraktir rekan kerjaku? Apakah dia akan marah?"


"Tidak akan! Aku sudah bilang padanya, kamu tenang saja."


GIGOLO PELUNAS HUTANG mencubit pipinya, kemudian masuk menyapa rekan kerja Tania.


Tania tetap saja cemas, tetapi semua sudah terlanjur terjadi. Ia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Rekan kerja bersorak gembira masuk ruangan itu. Mereka berseru dengan girang....


"Wah, disini indah sekali."


"Astaga, semuanya adalah alkohol import berkualitas tinggi!"


"Tania, terima kasih dan juga pada pacarmu." Yuni mengangkat gelas alkohol bersorak-sorak, "Teman-teman, mari kita bersulang untuk mereka."


"Aku tidak bisa minum alkohol.... " Tania ingin menolak, tetapi sulit menolak keramahan mereka, jadi ia terpaksa minum.


GIGOLO PELUNAS HUTANG tidak perlu diungkit lagi. Ia minum seteguk demi seteguk, dengan cepat menjadi satu bagian dengan mereka.

__ADS_1


Dan anehnya, baru meminum dua gelas saja, Tania merasakan pusing yang sangat tinggi. Terlebih pada tubuhnya, ia merasakan panas dan gerah.......


__ADS_2