
Direktur Toni memejamkan matanya dan meminum setengah botol itu dalam sekali teguk.
Tania segera mengambilkan air hangat untuk berkumur dan memberikan kepadanya.
"Apa ini? Rasanya pahit, bau seperti toner!" Direktur Toni mengerutkan kening, dan raut wajahnya berubah.
"Ini obat untuk sembelit... "
Setelah Tania selesai bicara, nampak keanehan dari wajah Direktur Toni, dan dia kemudian berteriak, "Cepat, cepat, papah aku ke toilet."
"Cepat, cepat cepat." Lily segera memanggil dokter pria yang ada di luar.
Lily menarik Tania dan menyuruhnya untuk menunggu di luar.
Tania mondar-mandir di koridor, sama cemasnya seperti seorang ayah yang menunggu istrinya melahirkan.
Setengah jam kemudian, seorang dokter pria keluar dan dengan semangat mengumumkan, "Sudah keluar!"
"Ha? Chipnya sudah keluar?" Tania bertanya dengan penuh semangat.
"Betul... " Dokter pria itu menggunakan pinset dan mengangkatnya tinggi-tinggi sambil berkata, "Akhirnya keluar juga!"
"Bagus sekali!" Tania hampir melompat kegirangan.
40 menit kemudian, Tania membawa kepingan itu ke kantor Presdir Daniel di lantai 68...
__ADS_1
Sebelumnya, Tania tidak pernah merasa sebahagia ini, berpikir bahwa dia akan segera mendapatkan 2 Milyar, dan hal ini hampir membuatnya tertawa.
"Presdir Daniel, chipnya sudah kembali."
Tania berdiri di depan meja kantornya dan menyerahkan kotak ditangannya dengan sikap seremonial.
Di dalam kotak itu terdapat kepingan emas, yang telah lama hilang dan menghabiskan biaya triliunan untuk mencarinya, dan kini akhirnya dapat dikembalikan ke pemiliknya...
Setelah beberapa saat, Presdir Daniel mengalihkan pandangannya dari tablet dan menatap Tania.
Di dalam tatapan matanya tidak nampak rasa kagum maupun terkejut, malah sebaliknya yaitu tatapan dingin.
"Kenapa?" Tania bertanya dengan tidak tenang.
Ryan melangkah maju dan mengambil kepingan itu, dengan terampil memasukkannya ke dalam konektor dan menghubungkannya ke komputer.
Dinding putih di belakang Daniel seketika berubah menjadi layar proyektor, dan terlihat logo S yang melambangkan Grup Sky Well, kemudian sebuah lingkaran berputar....
Tania memajukan lehernya dan membungkuk untuk melihatnya, dia sangat penasaran, apa sebenarnya yang ada di dalam kepingan yang sangat berharga ini?
Namun, setelah berputar untuk waktu yang lama, lingkaran itu tidak merespon apa pun.
'Sstt.... '
Setelah suara berisik, layar berkedip dan terdengar suara...'Duarrr.' Sangat keras!
__ADS_1
Seketika komputer pun mengeluarkan asap.
Tania terkejut dan segera mundur kebelakang.
Ryan melangkah maju dan mematikan aliran listrik, mengambil kepingan itu, tapi kepingan itu sudah hangus dan berubah bentuk.
"Apa, apa yang terjadi?" Tania bertanya dengan heran.
Ryan menatap Daniel, setelah menerima intruksi, dia menjelaskannya pada Tania: "Untuk mencegah seseorang mencuri data rahasia dalam chip ini, kami memasang alat penghancur diri. Setelah chip di curi selama sepuluh hari, maka chip tersebut akan hancur secara otomatis."
"Ah?" Tania terbengong heran dan kemudian dia kembali sadar dan berkata, "Chip itu sudah hilang hampir satu bulan, lalu... kalian sudah tahu bahwa menemukannya kembali pun tidak ada gunanya, tapi kenapa kalian menghabiskan begitu banyak waktu dan tenaga untuk mencarinya kembali?"
"Kalau tidak terus mencarinya, pihak lawan akan curiga." Timpal Ryan.
"Karena hal ini?" Tania bertanya dan tidak dapat memahami situasi yang terjadi, "Lalu kenapa menyuruhku menemui Direktur Toni.... "
"Jika Direktur Toni tidak mengeluarkan chip itu, maka dia akan menjadi pusat perhatian semua orang." Ryan menjelaskan, "Semua itu dilakukan Presdir Daniel semata-mata hanya untuk melindunginya."
"Lalu, konferensi pers akan dilakukan besok... " Tania bertanya dengan panik, "Sekarang chip itu sudah rusak, apa yang akan kalian lakukan?"
"Sejak hari ketujuh chip itu dicuri, aku telah membuat chip baru untuk menggantikannya."
Daniel mengeluarkan chip baru dari ponselnya, dan bentuknya sama persis dengan yang sebelumnya...
"Jadi pada rapat rabu yang lalu, kamu berkata dengan yakin bahwa chip itu akan kembali sebelum hari gelap... " Tania mulai memahami situasi yang terjadi lalu berkata: "Rupanya chip itu sudah berada di tanganmu!!"
__ADS_1