Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 264


__ADS_3

"Karena ia membayar kami dengan harga tinggi untuk menjaga kalian." Jawab Bu Desy sambil tersenyum cerah.


"Bagaimana dengan kalian?" Carlos bertanya kepada paramedis.


"Sama." Beberapa perawat tersenyum sambil bicara, "Presdir Daniel memberikan kami gaji 100 kali lipat. Ia menyewa kami untuk menjaga kalian."


"Jangan-jangan kalian... " Carlos juga melihat kearah para polisi.


"Kami melayani rakyat." Para polisi segera menjawab, "Melindungi rakyat adalah tanggung jawab kami!"


"Baiklah....." Carlos mengalihkan pandangan, ia melihat kearah Daniel pergi. Pandangannya ruwet.


"Kak Carlos." Carla menarik tangan kecil Carlos sambil berbisik, "Cucu besar kakek itu, sepertinya, tampaknya bukan orang jahat. Ia mengundang begitu banyak orang menjaga kita. Apa kita agak sedikit bersikap kurang ajar padanya?"


"Iya, Ibu tadi ingin bilang. Presdir Daniel begitu baik pada kalian. Kenapa kalian tampak tidak menyukainya?" tanya Bu Guru Desy dengan penasaran, "Apa karena masalah chip? Sebenarnya mereka agak menakutkan waktu itu, tetapi mereka selalu bersikap sopan dalam melakukan sesuatu."


"Benar sekali. Presdir Daniel berulang kali mengingatkan dan memilih perawat terbaik di seluruh rumah sakit untuk menjaga kalian. Ia sangat tulus!" Dokter spesialis anak juga berkata demikian. "Mungkin tampangnya agak menakutkan, tapi ia adalah cucu dari Tuan Besar. Ia tidak akan menyakiti kalian."


"Benar, benar. Ia adalah cucu Tuan Besar. Jika ia menindas kita, kakek akan memukul pantatnya." Carla memiringkan kepala dan berbicara serius, "Hari ini, kakek menggunakan tongkat memukul pantatnya dirumah sakit!"


"Benar sekali. Ia menghabiskan banyak uang, pemikiran dan waktu. Ia sendiri juga mengantarkan kalian pulang. Setidaknya kalian harus bersikap sopan." Bu Guru Desy menasehati dengan sabar, "Carlos, menurutmu ucapanku benar atau tidak?"

__ADS_1


Carlos agak merasa bersalah, benar yang dikatakan Guru dan dokter. Sebenarnya, setidaknya ia harus mengatakan terima kasih kepada orang itu....


Tetapi dengan cepat ia membusungkan dada berbicara dengan serius, "Orang ini galak sekali, sebelumnya demi mencari chip, mereka membuat kita repot. Mami ditempatnya bekerja selalu terluka. Seperti kata pepatah, perlu waspada kepada orang lain! Jadi, kita tetap harus berhati-hati!"


"Iya, iya!" Carla menganggukkan kepala, lemak di dagu berlipatnya hampir penuh, "Benar kata Kak Carlos, aku dengar kata kakak."


"Oke, ayo kita pulang." Carlos menggandeng tangan kecil Carla berjalan kedalam, "Setelah sampai dirumah tidak perlu takut lagi. Kakak akan membuat susu untukmu!"


"Terima kasih, Kakak!" Carla berterima kasih dan bertanya dengan penuh penantian, "Tadi kata cucu besar kakek. Setelah kita tidur, Mami akan kembali. Apa itu benar?"


"Cucu besar kakek berkata seperti itu? Tadi aku terus fokus memelototinya, sama sekali tidak mendengar jelas ucapannya."


Carlos tanpa sadar menghilangkan sebuah kata kunci penting. Panggilan terhadap Daniel telah berubah.


"Baiklah, karena cucu besar berkata demikian, maka seharusnya benar." Carlos menghela napas dalam-dalam.


Anak berpikiran dewasa itu berkata, "Beberapa hari ini melelahkan sekali. Semoga malam ini bisa tidur nyenyak dan semoga setelah terbangun dapat melihat Mami!"


"Langit melindungi kita!" Carla menyatukan tangannya. Ia memohon kepada bulan dilangit, "Semoga besok pagi saat bangun tidur, dapat bertemu Mami...."


"Mami..." Carles yang sedang tertidur setengah sadar dipelukan Bu Brenda membalikkan badan. Air liurnya mengalir kepundak Bu Guru Brenda.

__ADS_1


Satu tangan Bu Brenda memeluk punggung Carles, sedangkan satu tangannya lagi menahan pantat Carles, "Bu Guru Desy, apa sedang hujan? Kenapa pundakku basah ya?" tanya Brenda dengan suara rendah.


"Puff, hahaha...."


Sekelompok orang itu tidak bisa menahan tawa sambil terbahak-bahak.


Carla dan Carlos juga ikut tertawa. Kedua anak itu memegang perut mereka dan mencondongkan tubuh kedepan dan kebelakang sambil tertawa.


Segera tiba dirumah, dan segera bertemu Mami. Mereka merasa aman dan akhirnya dapat tertawa dengan bahagia.


**********


Rolls Royce Phantom sedang dalam perjalanan pulang kerumah.


Ryan bertanya dengan hati-hati, "Tuan Daniel, mungkin sudah waktunya memberi tahu Nona Tania? Takut dia khawatir, anak-anak juga ingin sekali bertemu dengannya."


"Orang yang bersangkutan tidak cemas, malah orang di sekitarnya yang cemas." Daniel memelototinya dan bicara dengan dingin, "Besok jam enam pagi beritahu dia. Biar dia menderita satu malam lagi."


"Uh, baiklah!"


Ryan tidak berani bicara lagi, ia hanya merasa temperamen Tuan Daniel ini semakin jelek dan semakin keras.

__ADS_1


Tetapi, ia bersikap sangat lembut kepada anak-anak tadi.


Benar, kata Daniel. Malam ini Tania benar-benar menderita....


__ADS_2