Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 185


__ADS_3

"Aku mohon padamu, biarkan aku masuk... " Tania menangis dan memohon, "Diluar ada serigala yang ingin memangsa ku!"


"Oh!" Daniel bangkit dari tempat duduknya, pergi perlahan-lahan dengan membawa gelas anggur ditangannya.


"Hei, hei... " Tania panik sekali. Ia menggedor-gedor gerbang besi hijau tua sambil berteriak,


"Kamu tidak mungkin mengabaikan orang yang hidupnya di ujung tanduk, kan? Jika kamu tidak membiarkanku masuk, aku akan mati!"


Daniel mengabaikannya, ia terus berjalan mengarah kedalam vila.


"Daniel... " Tania meraung panik, "Dasar binatang tak bermanusiawi. Kamu akan mendapat karma!"


Daniel menghentikan kakinya. Ia menoleh dan menatap Tania dengan dingin, "Disaat seperti ini, kamu masih berani mengutukku?"


"Jangan kira aku harus memohon kepadamu." Tania menggertakkan giginya, lalu berbicara dengan muka tebal,


"Jika aku mati disini, kamu pun tidak bisa lepas dari tanggung jawab ini. Polisi akan kemari mencari mu. Kamu adalah pelaku utamanya!"


"Oh!" Daniel hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, ia menunjuk CCTV yang ada diluar pintu. "Jangan lupa, itu akan merekam proses saat serigala memakan mu. Serigala adalah binatang buas, bukan aku yang memeliharanya. Tidak ada aturan tidak menolong adalah pelanggaran!"


"Kamu... " Tania kehilangan kata-katanya.


"Biar aku ajarkan!" Daniel menyunggingkan senyuman, ia berbicara dengan hangat, "Saat serigala menggigit mu, kamu berteriak seperti tadi. Dengan begitu serigala akan merasa kamu berisik, lalu ia akan menggigit lehermu dalam satu gigitan. Darah segar akan muncrat seperti air mancur. Kamu pun akan mati seketika. Tidak akan merasakan sakit kok!"


"...... "

__ADS_1


Wajah Tania pucat ketakutan, sekujur tubuhnya gemetaran. Bibirnya membeku, tidak bisa mengucapkan apa pun.


"Semoga kamu mati dengan tenang, sampai jumpa!"


Daniel melambaikan tangan kepadanya, berbalik badan ingin meninggalkannya....


"Daniel... " Tania berteriak sambil menggedor gerbang besi, "Dasar bajingan tak berhati. Hanya ada karma buruk untukmu!"


"Auhhhh"


Tiba-tiba, terdengar suara serigala dari belakang Tania.


"Ah... " Tania berubah jadi pengecut. 'Bruk' ia berlutut di tanah. Dia berseru kencang, "Aku mohon kepadamu, tolong aku. Aku tidak ingin mati, huhuhu... "


Daniel yang membelakangi nya akhirnya menyunggingkan senyuman. Senyumannya penuh kebanggaan dan kemenangan.


Tetapi, ia tidak lekas membalikkan kepalanya, malahan Daniel berjalan sangat dan sangat pelan-pelan ke depan...


"Daniel, jika kamu menyelamatkanku, aku bersedia melakukan apa pun." Tania tidak mempertimbangkan apa pun lagi, "Bukankah perjanjian itu? Baiklah aku akan tanda tangan, segera aku tanda tangani... "


"Kamu yang bilang sendiri, ya?" Akhirnya Daniel membalikkan kepala, ia berkata tanpa merasa bersalah, "Aku tidak memaksamu!"


"Tidak, tidak, ini adalah keinginanku sendiri." Tania menjamin, "Biarkan aku masuk dulu. Cepat biarkan aku masuk. Serigala akan mendekat, ia beneran kemari... "


"Baiklah, kamu yang memohon kepadaku."

__ADS_1


Daniel perlahan-lahan melakukan kode tangan.


Pengawal melangkah maju membuka gerbang hijau tua. Begitu celah gerbang terbuka, Tania langsung menyerobot masuk. Karena kakinya terlalu lemas, ia langsung terjatuh dihalaman....


Ia melihat ke arah luar gerbang besi itu, ia melihat mata hijau tak terhitung berada di bawah hutan sedang menatapnya.


Ia ketakutan hingga matanya membelalak. Tubuhnya gemetar dan akhirnya pingsan...


"Ckckck." Daniel menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mendesah, "Benar-benar lemah, begitu saja sudah pingsan!"


Ia berjalan kearah Tania dan menggendongnya, sekalian ia memberi perintah kepada pengawal, "Bubar!"


"Baik, Tuan Daniel."


Pengawal menekan sebuah tombol, kemudian mata yang berwarna hijau itu menghilang seketika.


Daniel membawa Tania masuk, dan membaringkan nya di atas tempat tidurnya.


Lily mengantarkan surat perjanjian yang baru di print keluar.


Daniel memegang tangan Tania. Ia menggigit ibu jari Tania. Darah merah pelan-pelan menetes....


Ia menempelkan ibu jarinya ke surat perjanjian itu. Kemudian, ia terkekeh puas....


"Sudah ku bilang dari awal. Kamu tidak akan pernah bisa lepas dari genggamanku, kamu adalah milikku!"

__ADS_1


Daniel memberikan kecupan di dahinya!


__ADS_2