Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius

Tragedi Satu Malam Dengan Cowok Misterius
Bab 277


__ADS_3

Pada saat ini, Daniel hanya membawa dia orang pengikut lainnya, selain Ryan.


Walaupun ia seperti ini, namun ia tetap menjadi pusat perhatian semua orang. Aura keangkuhannya menarik banyak perhatian Mami muda, menyebabkan seluruh ruangan penuh dengan teriakan kekaguman....


"Astaga, siapa artis ini? Sangat tampan dan sangat keren!"


"Apa dia ayah dari tiga malaikat kecil itu? Sedikit mirip."


"Harusnya memang satu keluarga, Tuan Besar dan dia sangat mirip, begitu juga dengan ketiga anak itu..."


Daniel mendengar perkataan itu, ia mengerutkan kening. Sumber kemarahan yang tidak jelas mulai muncul.


Ryan yang melihat raut wajahnya, mulai membuat isyarat dengan tangan, meminta semua orang diam.


Daniel melangkah maju dengan cepat.


Saat melihat itu semua, Tania merasa jengkel semua orang mengatakan mereka adalah anaknya, mengapa dia begitu marah?


Tania berharap, Daniel tidak membenci ketiga anaknya, karena mereka adalah darah dagingnya.


Tapi kenapa sekarang Daniel malah datang kesini?


Dia tidak mungkin melakukan sesuatu pada anak-anak, kan?


Saat berpikir, Tania meyakini sesuatu, bahwa Daniel masih berpikir mereka adalah anak-anak Viktor.


Teringat hal ini, Tania menjadi ketakutan, bagaimana ini?


Di dalam Restoran Istana Anak-anak, setiap pelayan berdandan menjadi karakter kartun dalam cerita dongeng.


Carla berpakaian seperti putri duyung, Carlos dan Carles berpakaian seperti pangeran kecil. Sedangkan, Tuan Besar berpakaian seperti raja tua, dan Sanjaya berperan sebagai pembantu dalam cerita dongeng.


Ketiga anak itu bersorak dengan senang: "Kakek mirip sekali dengan seorang raja!"


"Ya, Kakek adalah raja. Kalian adalah pangeran dan putri." Tuan Besar menggandeng tangan mereka, "Mari kita makan."


"Aduh aku tidak bisa jalan."

__ADS_1


Putri duyung Carla menggerakkan ekor ikannya dengan canggung, tidak bisa bergerak dan hampir jatuh.


Untungnya pangeran Carlos menangkapnya tepat waktu.


"Hahaha, putri duyung yang imut masih belum berubah menjadi manusia, jadi tidak bisa jalan, mari Kakek gendong!" Tuan Besar tertawa terbahak-bahak.


Tuan besar membungkukkan badannya menggendong Carla.


Tangan dan kaki Carla memanjat ke punggung Tuan Besar, kedua tangannya memeluk leher Tuan Besar, dengan senang Carla berteriak: "Kakek sangat hebat!"


"Haha, sangat ringan, Kakek bisa menggendong kalian bertiga."


Tuan Besar merasa dirinya penuh dengan energi, ketika ia hendak bangkit sambil menggendong Carla, terdengar suara 'Krak' dari pinggangnya, seketika pinggangnya kaku, ia tidak bisa bergerak.


"Tuan Besar." Sanjaya langsung memapah Tuan Besar, "Apa Anda baik-baik saja?"


"Tidak apa-apa..." Tuan Besar memegang pinggangnya, keringat menetes dari dahinya.


"Kakek kenapa?" Carla terkejut hingga wajahnya pucat, ia bertanya dengan panik, "Apa karena Carla terlalu gemuk?"


"Bukan, tidak ada hubungannya dengan Carla." Tuan Besar mencoba meluruskan pinggangnya, sedikit sulit, ia lalu berpura-pura melucu, "Pasti penyihir itu yang sudah mengutuk Kakek!"


"Carla, cepat turun." Carlos yang merasa ada yang tidak beres, secepatnya menarik Carla.


"Tidak, Kakek bisa menggendongnya," Tuan Besar masih berlagak. "Dia baru berumur tiga tahun, bagaimana mungkin aku tidak bisa menggendongnya? Saat aku muda, aku tidak terkalahkan..."


"Sudah tua masih berlagak!"


Suara dingin yang angkuh, tiba-tiba terdengar.


Carlos mendongakkan kepala, mengerutkan kening kecilnya, sorot matanya penuh dengan kewaspadaan.


Daniel menjulurkan tangan melepaskan Carla dari punggung Tuan Besar, saat ia hendak meletakkannya ke lantai, benang rok putri duyung yang dikenakan Carla menyangkut dikancing kemejanya, ia berusaha untuk melepaskannya hingga ia membuat Carla berputar-putar di udara....


"Huhu.... lepaskan aku, lepaskan aku!"


Carla ketakutan melihat orang jahat ini, air matanya keluar, ia terus menggoyangkan kedua kakinya, persis seperti duyung kecil yang menggerakkan ekornya.

__ADS_1


"Jangan berisik!" satu tangan Daniel mengangkat Carla, satu tangan lainnya memapah Tuan Besar, "Tidak apa-apa, kan? Apa mau ke dokter?"


"Tidak apa-apa!" Tuan Besar menopang punggungnya. Ia mendongakkan kepala melihat Daniel mengangkat Carla seperti mengangkat burung kecil.


Carla yang ketakutan cemberut, ia menangis terisak-isak meminta pertolongannya: "Kakek, selamatkan aku!"


Hati Tuan Besar dalam sekejap terasa sakit, ia menempeleng kepala Daniel: "Anak jahat, lepaskan cucu perempuanku!"


Daniel terdiam, sebenarnya siapa cucu kandung dari pria tua ini???


Daniel tidak banyak bicara, dia langsung melepaskan tangannya...


"Aaa.... " Carla berteriak, hampir saja dia jatuh ke lantai.


Tetapi roknya tersangkut di lengan baju Daniel, jatuh dengan perlahan....


Pada saat ini, Carla segera memeluk lengan Daniel dengan erat, karena Carla takut jatuh, maka dia mengangkat kakinya yang mengenakan rok duyung itu dengan hati-hati.


Tingkah lakunya sangat lucu!


Daniel mengangkat sudut bibirnya dan menatapnya dengan tatapan lucu, tingkah lakunya yang bodoh sangat mirip dengan Tania.


Dia mengangkat Carla dan menaruhnya diatas bahunya, meluruskan pantat kecilnya supaya tidak jatuh.


Karena Carla takut jatuh, maka dia menarik rambut Daniel dengan kedua tangannya.


Daniel mengerutkan kening, dan wajahnya muram, "Kenapa menarik rambutku?"


"Aku, aku takut ketinggian, huhuhu...." jawab Carla dengan suaranya yang imut dan gemetar.


"Bocah tengik, kenapa memangnya jika Carla menarik rambutmu?" Tuan Besar mendengar Carla menangis, kemudian dia buru-buru berkata, "Tidak apa-apa, supaya bisa tumbuh tinggi, seorang anak tidak boleh takut ketinggian, kan?"


Wajah Daniel diselimuti tampang yang sadis, dia menatap Carla dengan dingin.


Carla mengerutkan bibir kecilnya, air mata mulai keluar dari matanya, kemudian "Waaa!" dia menangis dengan kencang.


Pada saat ini, Tania yang menyamar sebagai tukang bersih-bersih baru saja menyelinap masuk kedalam restoran itu, dia mendengar suara Carla menangis, dia langsung menoleh...

__ADS_1


Carla benar-benar duduk diatas bahu Daniel, dan Daniel menatapnya dengan sinis.


__ADS_2