
"Uhh... " Pria baju hitam terdiam.
"Sungguh merepotkan." Carles mencari tongkat kayu lagi.
Pria baju hitam itu sudah tidak bisa sabar lagi, dia mengorek kotoran itu langsung dengan tangannya, dan dia tidak menemukan apa pun di dalamnya, kecuali beberapa kulit biji melon yang tidak tercerna.
Tentu saja, wajah pria baju hitam itu dipenuhi oleh kemarahan, dia menatap Carles dengan tatapan membunuh dan berkata, "Apakah kamu sedang mempermainkan ku?"
"Eittss, nampaknya hari ini Roxy tidak mengeluarkannya." Carles menghela nafas sambil memegang dagunya yang tembem, "Sebaiknya kamu besok datang lagi saja, aku akan membawa kembali kotoran Roxy untukmu. Jangan lupa bawa sumpit, dibandingkan tongkat kayu itu lebih berguna!"
"...... "
Pria baju hitam itu terdiam dan mengedutkan seluruh wajahnya, seperti seseorang yang terkena penyakit Trigeminal Neuralgia, dan mengepalkan tangannya.
Jika karena bukan karena bocah didepannya baru berusia tiga tahun, dia pasti sudah membunuhnya!!!!
"Kenapa?" Carles menatapnya dengan tampang polos, melambaikan tangan di depan matanya dan berkata, "Apakah kamu keracunan kotoran?"
Pria baju hitam itu menghela nafas dalam-dalam, mencoba untuk mengontrol aura pembunuhnya, dan mencoba berkata dengan sabar dan ramah, "Hei, iblis kecil. Dimana burung beo itu? Bawa aku untuk menemuinya."
"Tentu saja dirumahku... " Sahut Carles, setelah berbicara, dia kembali menatap pria baju hitam itu. "Bukan, kamu bukan orang yang waktu itu."
Tatapan pria berbaju hitam itu terlihat sangat galak, seperti seorang penjahat.
__ADS_1
Tapi dia terlihat sangat mirip dengan orang yang waktu itu, cara berpakaian nya pun sama persis. Begitu datang dia langsung mengungkit insiden waktu itu, dan dapat menceritakannya secara detail. Jadi Carles keliru dan mengira pria baju hitam itu adalah pria yang waktu itu.
"Black Panther telah ditangkap, aku adalah saudaranya, Black Tiger." Pria berbaju hitam segera menggendong Carles dan membawanya pergi melalui pintu belakang, "Jangan takut, asalkan kamu mengembalikan kepingan itu kepadaku, aku tidak akan melukaimu."
"Lepaskan aku." Carles menendang-nendang kakinya sekuat tenaga, "Aku tidak bisa membawamu pulang.... "
"Bocah tengik sialan, diamlah.... "
Black Tiger mulai kehilangan kesabarannya, dia melihat mobil keluarga Daniel, rupanya mereka sudah mencari sampai kesini.
Kepingan itu harus segera ditemukan sebelum mereka menemukannya duluan, kalau tidak, kalian harus menerima akibatnya!
Black Tiger menggendong Carles dari pintu belakang.
"Carles.... "
"Carla cepat pergi, cepat pergi." Carles melambaikan tangan menyuruh Carla untuk tidak mengikutinya.
"Orang jahat, kamu mau membawa kakakku kemana? Aku akan lapor ke Ibu guru.... "
Carla membuka kedua kaki dan melebarkan kedua tangannya, menghalangi jalan mereka dengan tatapan garang.
"Merepotkan sekali." Agar tidak ketahuan, pria berbaju hitam itu berbalik dan menculik Carla bersama-sama.
__ADS_1
Masing-masing tangan menggendong anak kecil, seperti sedang menjepit anak ayam.
"Lepaskan aku, lepaskan aku__ __" Mereka berdua tidak henti-hentinya menendang dan berteriak.
Supaya tidak ketahuan, Black Tiger menutup mulut keduanya dengan lakban, membawa mereka melompati tembok dan memasukkannya ke dalam mobil.
Setelah mengunci mobil, dia membuka lakban dari Carles dan mengancam, "Asalkan kamu menurut dan membawaku ke burung beo itu, maka aku akan melepaskan kalian berdua. Jika tidak, aku akan melempar adikmu ke laut, agar dimakan hiu."
"Kamu..... " Carles menggertakkan giginya dengan marah, melihat Carla menangis, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya. "Oke, aku akan membawamu menemui Roxy."
***
Grup Sky Well, departemen keamanan.
Tania dan David kembali dari patroli, dan ponselnya akhirnya aktif kembali.
Tania membuka ponselnya dan melihat ada banyak panggilan tak terjawab, dan semuanya dari TK tempat anak-anak nya sekolah, dia terkejut dan menelpon kembali.
"Halo."
"Halo, saya ibu dari Carlos, Carles dan Carla, kalian menelpon ku banyak sekali, apa yang terjadi?"
"Ibu, jadi begini...... "
__ADS_1
"Gawat, gawat."
Sebelum Ibu Kepala sekolah Desy selesai berbicara, Ibu guru Brenda bergegas masuk dan berkata, "Carles, dan Carla diculik."